Istri Tuan Arga

Istri Tuan Arga
36


__ADS_3

Retha pun semakin terkejut, Ya Tuhan apa ini, apa orang kaya itu selalu menghabiskan uangnya untuk hal yang tidak perlu seperti ini. Retha memijit pelipisnya yang dirasa semakin pusing jika memikirkan hal ini.


Tak lama kemudian terdengar suara ketukan dari pintu.


"Masuk!" Ucap Arga dingin.


Masuklah dua orang laki-laki, satu pelayan dan seorang lagi Leo, asistennya.


"Makanan sudah siap tuan muda, apa ada yang diperlukan lagi?" Tanya Leo sopan.


"Bawakan gaun terbaik yang ada di butik, lalu kau kirim kemari!"


"Baik Tuan muda, saya permisi!"


Mereka pun pergi keluar ruangan. Sedari tadi Retha hanya diam mendengarkan.


"Untuk apa membawa gaun kemari?"


"Acara wisudamu."


"Ehm tapi aku masih..."


"Diamlah cepat makan suapi aku!" Ucap Arga memotong pembicaraan Retha.


Retha pun membuang nafasnya kasar, kesal dengan suaminya yang selalu seenaknya sendiri itu.


Kemudian Retha mengambil nasi serta beberapa laik pauk untuk makan mereka. Iya, Arga meminta mereka makan satu piring bahkan satu sendok juga.


Retha menyuapi Arga dengan telaten, tapi terkadang yang disuapi malah menggodanya.


"Ehem Ar ada yang mau aku omongin!" Ucap Retha serius.


"Apa?"


Saat Retha hendak melanjutkan pembicaraan tiba-tiba pintu ruangan diketuk.


"Bicaranya nanti aja ya!"


"Masuk!"


Retha pun menghela nafas, dia ingin berbicara serius tapi sepertinya waktunya belum tepat.


Kemudian masuklah dua orang wanita, mereka mendorong beberapa gaun dengan troly.


"Kalian bisa pergi!" Perintahnya pada dua pelayan tadi.

__ADS_1


"Kenapa banyak sekali Ar?"


"Kamu bisa coba dulu mana yang cocok."


"Baiklah."


Retha pun mengambil salah satu gaun dan hendak membawanya ke toilet untuk mencoba.


"Mau kemana?" Tanya Arga.


"Mau ganti lah!"


"Ganti disini aja, aku juga udah lihat semuanya ngapain malu sih!"


Wajah Retha pun memanas seketika. Arga tanpa malu mengatakan hal-hal seperti itu didepannya.


Arga menghampiri Retha, dan berdiri tepat didepannya. Retha hanya bisa diam dan menunduk malu. Tiba-tiba tangan Arga dengan sigap membuka satu persatu kancing kemeja milik Retha.


"Nggak usah malu sayang!" Bisik Arga ditelinga Retha.


Retha pun merasakan panas seluruh badannya karena kelakuan Arga. Apa boleh buat Retha hanya bisa menuruti semua permintaan Arga lebih tepatnya perintah.


Kemudian Retha pun membuka kemeja dan celananya. Dia mencoba gaun pertamanya.


"Gimana?" Tanya Retha pada Arga.


"Emang modelnya kayak gini Arga!"


"Ganti yang lain."


Retha pun mengganti dengan gaun yang lain. Gaun kedua warna peach tampak elegan.


"Nggak cocok kenapa robek sampai paha, dasar desainer bodoh ngapain bikin gaun kayak gitu!"


"Tapi ini bagus Ar, lihat dulu deh!" Retha pun memutar tubuhnya.


"Ganti, lihat paha kamu kelihatan, emang kamu mau pamer paha atau gimana sih?"


Retha menghembuskan nafasnya kasar, sedari tadi gaun yang dicoba tidak ada yang cocok. Ada yang punggungnya bolong lah, terlalu pendek lah, pahanya kelihatan lah.


"Ar aku udah cobain semua gaunnya, kenapa nggak ada yang cocok sih?"


"Emang semua gaunnya jelek, ya udah biar dibungkus semua nanti dicobain dirumah lagi aja!"


"Tau gitu ngapain cobain disini, buang-buang waktu aja!" Gerutu Retha sambil merebahkan dirinya disofa.

__ADS_1


Arga pun menghampiri Retha dia duduk jongkok disebelah istrinya.


"Maaf kamu pasti lelah ya?" Ucapnya sembari mengelus kepala Retha.


"Eh nggak kok," Ucap Retha gelagapan dengan tingkah suaminya itu.


"Tadi kamu mau ngomong apa?"


"Emm apa ya aku lupa hehe," Kata Retha bohong.


"Iya udah kamu tidur sini sebentar, aku harus meeting lagi nanti kalau mau pulang aku bangunin kamu!" Retha pun hanya mengangguk sebagai jawaban. Arga pun berdiri, sebelum meninggalkan Retha yang sedang berbaring diatas sofa dia menciumi semua sisi wajah istrinya tanpa sisa. Retha pun tersenyum bahagia dengan perlakuan Arga.


Tak lama kemudian Retha sudah terlelap, menggapai alam mimpinya.


*Tok


tok


tok*


Terdengar seseorang sedang mengetuk pintu.


"Masuk!" Perintah Arga.


Kemudian muncullah dua orang laki-laki dari balik pintu. Mereka terkejut ternyata di dalam tidak hanya ada bosnya saja tetapi ada seorang wanita lagi.


"Itu istri saya, dia sedang istirahat jangan melihat kesana atau ku congkel mata kalian!"


Mereka pun langsung menunduk berjalan menuju kursi kebesaran sang bos.


"Bagaimana?" Tanya Arga pada dua orang didepannya itu. Mereka adalah manajer dan wakilnya di mall tersebut.


Akhirnya setelah beberapa lama meeting pun selesai, mereka pamit untuk undur diri menyelesaikan pekerjaannya.


Arga mengahampiri Retha yang masih tidur terlelap. Dilihatnya jam tangan yang melingkar ditangannya menunjukkan pukul lima sore. Arga hendak membangunkan istrinya itu, namun diurungkan dia tidak mau membuat istrinya terkejut. Kemudian Arga mengangkat tubuh Retha ala bridal style keluar ruangan itu.


"Siapkan mobil!" Perintahnya pada asisten Leo yang sedari tadi masih siaga didepan pintu.


Leo pun bergegas menghubungi sopir dibawah untuk menyiapkan mobil. Kemudian mereka berjalan memasuki lift yang langsung menuju ke arah parkiran khusus.


Mobil sudah siap Arga pun langsung mengarahkan tubuh Retha masuk kedalam mobil. Direbahkan tubuh sang istri dengan paha Arga sebagai bantal.


"Pulang!" Perintah Arga pada sang sopir.


"Baik Tuan muda."

__ADS_1


Disepanjang perjalanan Arga tak henti-hentinya memandangi wajah istrinya yang terlelap. Dia juga masih setia mengusap kepala Retha membuat sang empunya kepala lebih terlelap lagi.


__ADS_2