
Akhirnya setelah selesai makan siang bersama Retha pun memutuskan untuk pulang terlebih dahulu karena Arga masih punya beberapa meeting diluar dengan kliennya.
Saat ditengah perjalanan dan menikmati pemandangan Retha menemukan sebuah ide brilian menurutnya.
"Pak kita mampir ke pasar ikan ya?"
"Pasar ikan? untuk apa nyonya jika butuh ikan segar saya bisa membelikan nyonya muda tunggu dirumah saja." Kata pak Yuda beliau tidak mau jika membawa Retha ke pasar akan menimbulkan masalah dikemudian.
"Tidak pak aku akan membelinya sendiri!"
Akhirnya mobil mereka pun sampai di sebuah pasar ikan terbesar disana. Pasar tersebut lebih modern daripada yang biasa Retha kunjungi.
"Pak Yuda tunggu sini saja!"
"Tapi nyonya?"
"Pak saya bisa sendiri!" Ucap Retha kemudian keluar dari mobil dan masuk ke dalam pasar tersebut.
Retha melihat sekeliling mencari ikan-ikan yang akan dia pilih.
"Pak jual ikan yang masih hidup?" Tanya Retha pada salah satu pedagang disana.
__ADS_1
"Iya nona mau ikan jenis apa?" Tanya balik penjual ikan paruh baya itu.
Retha tampak berfikir jenis ikan apa yang akan dia beli akhirnya pilihannya jatuh pada ikan nila dan gurame.
"Ikan nila 20kg dan gurame 30kg ya pak, tapi saya mau ikannya masih segar dan hidup karena mau dipelihara lagi, bagaimana apa bisa?"
"Tentu saja bisa nona, nanti sore akan dikirim oleh pegawai saya. Boleh minta alamatnya?"
Retha pun menyerahkan sebuah kartu nama pada pedagang tersebut. Tentu saja kartu nama milik Arga yang selalu dia bawa kemana-mana.
"Kalau begitu saya pergi dulu pak, saya tunggu ikannya dirumah!"
"Baik nona terimakasih banyak."
"Maaf nyonya muda apa membeli ikannya tidak jadi?" Tanya pak Yuda yang sudah sangat penasaran tersebut.
"Jadi pak nanti sore dikirim, oh iya nanti pan Yuda kasih uangnya ya?"
"Baik nyonya, sekarang kita langsung pulang ke rumah atau mau ke tempat lain?" Tanya pak Yuda lagi sebetulnya dia masih belum paham kenapa ikannya harus dikirim bukan langsung dibawa pulang saja.
"Langsung ke rumah saja ya pak, tapi nanti tolong belikan saya dua peralatan memancing yang lengkap!"
__ADS_1
"Siap nyonya muda."
Setelah perjalan cukup panjang dari pasar ikan menuju rumah akhirnya mobil mereka pun sampai. Tak lupa pak Yuda membukakan pintu mobil untuk sang nyonya muda.
"Pak ini nanti uang beli ikannya dan beli alat pancing!" Ucap Retha lalu memberikan beberapa lembar uang warna merah pada pak Yuda.
"Baik nyonya muda tapi nanti ikannya mau taruh dimana?"
"Taruh semuanya di kolam saja pak!"
"Kolam berenang?" Tanya pak Yuda tampak ragu-ragu. Pasalnya di rumah itu hanya ada satu kolam yaitu kolam renang yang jarang untuk digunakan.
"Iya pak, kolam mana lagi kalau bukan kolam berenang!"
"Tapi nyonya muda nanti kalau tuan muda marah bagaimana?"
"Arga urusan saya dan jangan bilang padanya tentang ini semua, mengerti?"
Pak Yuda pun hanya bisa mengangguk-anggukkan pasrah membayangkan bagaimana reaksi tuan muda mereka nantinya.
Setelah itu Retha bergegas masuk ke dalam kamarnya untuk istirahat sembari menunggu suaminya untuk pulang.
__ADS_1
***Wah gimana ya reaksi Arga kalau tau kolam renangnya mau dibuat kolam pemancingan?