
Arga segera mengangkat tubuh Retha dalam gendongannya dan menuju ke kamar mandi. Mereka segera membersihkan diri untuk menyambut pagi yang sudah mulai hilang.
Benar saja hari ini mereka tidak melakukan kegiatan apapun. Mereka hanya berguling-guling diatas ranjang. Hingga membuat Retha lelah dan kantuk menyerang, diapun tertidur pulas.
Arga melihat wajah Retha yang tampak damai ketika sedang tertidur. Sungguh pemandangan yang menyejukkan matanya. Arga pun membelai wajah Retha dengan punggung tangannya.
"Maafkan aku, semalam aku tidak bisa mengendalikan diriku sendiri. Sungguh ancaman Ivanka membuatku takut, takut untuk kehilanganmu." Gumam Arga lalu mengecup kening Retha, kemudian kedua mata pipi hidung bibir dan dagu Retha.
flash back on
Malam itu ketika Steffy dan keluarganya pulang dari villa Arga, Arga segera merebahkan diri keranjang sambil menunggu istrinya yang sedang berada di dapur.
Saat berbaring di atas ranjang tiba-tiba saja ponselnya berbunyi, kemudian Arga mengangkat ponselnya tanpa melihat siapa yang sedang meneleponnya.
"Siapa?" Tanya Arga.
"Sayang kau sudah melupakanku ya?" Ucap orang diseberang sana dengan nada menggoda.
"Brengsek wanita ular ini lagi!" Desis Arga.
"Maumu apa?"
"Kau tahu mauku bukan?"
"Aku akan segera menstransfer uangnya, jangan pernah menggangguku dan keluargaku." Peringat Arga pada seseorang diseberang sana.
"Jangan mengancam ku atau aku akan memberikan foto dan video kita pada orang tuamu dan juga istrimu yang bodoh itu. Atau jangan-jangan kau mau aku memberikan video kita pada wartawan dan setelah itu akan muncul berita "Seorang CEO sekaligus billiouner muda terlibat skandal dengan selingkuhannya". Bagaimana?"
"Dasar wanita licik, kenapa dulu aku harus mengenal rubah brengsek sepertimu!" Ucap Arga penuh penekanan.
"Tapi sayangnya kau bukan saja mengenal rubah ini tapi kau juga jatuh pada pesonanya sayang."
Arga pun mematikan teleponnya secara sepihak. Mendengar ucapan Ivanka membuat kepalanya terasa berdenyut.
__ADS_1
Sebetulnya Arga sudah melepas Ivanka dan dia juga sudah tidak ingin ada urusan apapun pada wanita itu. Tapi sayangnya untuk saat ini sepertinya Arga harus bersabar terlebih dahulu agar bisa terlepas dari rubah licik itu. Pasalnya Ivanka memiliki beberapa foto dan video mesra yang mereka lakukan dulu. Jika sampai video itu tersebar luas entah apa yang akan terjadi. Kemungkinan besar hal yang paling dia takutkan adalah Retha pergi dari sisinya.
flash back off
Akhirnya Arga pun ikut terlelap sembari mendekap erat tubuh istrinya. Memeluk istrinya saat tidur adalah hal favorit yang Arga lakukan setiap hari.
Jam sudah menunjukkan pukul dua sore, Retha terbangun karena merasakan perutnya yang keroncongan sebab sedari pagi dia belum makan apapun. Dia pun memindahkan tangan Arga yang memeluk erat perutnya dengan hati-hati karena dia tidak ingin suaminya terbangun sebelum dia selesai membuat makanan.
Tapi pergerakan kecil Retha mampu membangunkan tidur Arga. Arga pun membuka matanya melihat Retha yang membuat gerakan-gerakan aneh menurutnya.
"Kau mau kemana sayang?" Tanya Arga tiba-tiba saat Retha hendak turun dari tempat tidurnya.
Retha pun melompat kembali ke atas ranjang karena terkejut mendengar pertanyaan suaminya yang tiba-tiba itu.
"Ya Tuhan kau sungguh sangat mengejutkanku sayang!" Sungut Retha yang kesal pada Arga.
"Maaf... kau mau kemana?" Tanyanya lagi.
"Aku ingin membuat makanan untuk kita aku sangat lapar." Jawab Retha kemudian turun dari ranjang. Belum sempat Retha melangkah satu langkah Arga sudah menarik kembali tangan Retha hingga dia terjatuh kembali ke atas ranjang.
"Bukannya kemarin aku sudah bilang bahwa hari ini kita tidak akan melakukan kegiatan apapun termasuk memasak. Jadi sekarang kita akan pesan makanan dari luar saja!" Kata Arga sambil mengambil ponselnya diatas nakas lalu memesan beberapa makanan untuk mereka.
"Tapi kita harus membersihkan villa ini kan?"
"Sudah ada pelayan yang membersihkan, kau jangan membuat buat alasan untuk menghindariku." Ucap Arga lalu kembali memeluk tubuh mungil Retha dan membenamkan wajahnya diceruk leher istirnya itu.
"Baiklah, besok kita akan kemana?" Tanya Retha lagi.
"Terserah kau mau kemana." Jawabnya yang tetap tidak merubah posisinya.
"Bagaimana kalau kita berbelanja membeli oleh-oleh untuk papa dan mama, ibu dan adikku lalu anak-anak di panti asuhan?"
"Hmm ide yang bagus, baiklah kalau begitu besok kita akan berbelanja apapun yang kau inginkan."
__ADS_1
"Terimakasih."
"Heyy kau tidak perlu berterimakasih, kau istriku apapun yang kau inginkan pasti aku akan mengabulkannya. Aku bekerja dari pagi hingga malam untuk keluarga kita sayang." Kata Arga sungguh-sungguh lalu dia duduk di sandaran ranjang kemudian menarik tubuh Retha untuk memeluknya.
Retha merasa terharu dengan perlakuan Arga. Walaupun awalnya pernikahan mereka karena perjodohan dan tanpa adanya cinta tapi dengan berjalannya waktu cinta itu mulai ada dan tumbuh yang sialnya semakin hari tumbuh semakin besar adanya.
"Kau tahu sejak kakekku meninggal aku tidak pernah mendapatkan perhatian dan kasih sayang dari laki-laki manapun." Kata Retha sedikit sendu mengingat bagaimana dulu kakeknya begitu menyayanginya dan bagaimana ayahnya yang tidak pernah menganggap kehadirannya karena yang ayahnya inginkan hanya harta dari kakeknya.
"Dan sekarang kau memiliki aku sebagai suamimu jadi kau akan mendapatkan perhatian dan kasih sayang yang banyak dariku. Kau juga harus ingat kau memiliki papa dan mama yang juga sangat menyayangimu." Kata Arga penuh kasih sayang pada istrinya itu.
"Terimakasih sayang, terimakasih atas perhatianmu yang kau berikan setiap hari terimakasih atas kasih sayangmu yang setiap hari semakin banyak dan juga terimakasih kau sudah memberikan segalanya untukku. Aku sangat mencintaimu." Ucap Retha lalu mencium pipi Arga.
Arga yang mendapat ciuman dari Retha itu pun merasakan panas dingin pada badannya. Pasalnya Retha jarang sekali berinisiatif untuk menciumnya terlebih dahulu jika tidak Arga yang memintanya.
Tok...tok...tok
Terdengar suara ketukan pintu dari luar kamar. Arga bangkit dari tidurnya lalu membuka pintu. Dia sudah tahu siapa yang datang pasti pelayan yang membawa pesanan makanan mereka. Dan ternyata benar saja tampak seorang pelayan berjalan mendorong troly berisi berbagai macam makanan masuk ke kamar.
"Ini makanannya tuan, ada perintah lagi?" Tanya pelayan itu.
"Tidak terimakasih."
Pelayan itupun sedikit menunduk sebagai tanda hormat sebelum meninggalkan tempatnya. Setelah itu pelayan tersebut keluar dari kamar lalu tak lupa menutup kembali pintu kamar.
"Kau yang pesan semua makanan ini?" Tanya Retha yang heran dengan makanan yang ada, bukan karena porsinya yang besar tetapi karena begitu banyak macam makanan yang tersaji disana.
"Iya, apa ada yang salah?"
"Memang tidak salah tapi kau yang benar saja makanan sebanyak ini hanya untuk berdua?"
"Iya dan kau yang harus menghabiskan semuanya, kau butuh tenaga yang kuat untuk mengimbangi permainanku nanti." Ucap Arga enteng seperti tanpa beban.
Retha yang mendengar itu membelalakkan matanya. Dia sangat tahu dengan maksud ucapan suaminya.
__ADS_1
*******************************************
Ini draft aku dari kemarin ya kak jadi aku upload aja sekarang 🙏🙏🙏