Istri Tuan Arga

Istri Tuan Arga
S2-episode 81


__ADS_3

Hari ini adalah hari yang paling ditunggu-tunggu oleh Orin. Tidak, bukan hanya Orin saja tapi seluruh murid kelas tiga SMA 101 Jakarta. Tepat pada hari ini mereka akan melakukan acara perpisahan yang sudah diagendakan setiap tahunnya itu.


Pagi ini Orin bangun lebih awal dari biasanya, nampaknya gadis itu sudah tidak sabar untuk melepas gelar siswi yang dia sandang selama dua belas tahun belakangan itu. Bahkan Orin sudah terbangun ketika masih pagi buta dan ayam juga belum terdengar berkokok.


"Terimakasih Tuhan aku masih diizinkan untuk melihat hari ini, aku sangat bersyukur. Semoga aku masih bisa melihat hari-hari esok lagi dengan perasaan bahagia seperti ini!" Doanya pada Sang Pencipta ketika dia baru membuka matanya lalu duduk diatas ranjang king size-nya.


Setelah itu Orin menyiapkan air untuknya mandi, karena masih sangat pagi dan matahari pun juga belum terlihat, dia memtuskan untuk berendam terlebih dahulu guna merilekskan tubuhnya yang sedikit tegang mengenai acara hari ini. Sebenarnya ada perasaan sedikit cemas padanya akan bertemu dengan banyak orang kembali tapi dia dengan sekuat tenaga meyakinkan dirinya sendiri jika semuanya akan baik-baik saja.


Selesai membersihkan diri, Orin segera keluar kamar mandi dengan membungkus tubuhnya dengan bathrope yang sudah pelayannya sediakan. Keluar dari kamar mandi Orin berniat untuk mengecek ponselnya, mungkin Marcel menghubunginya dan mengatakan jika dia akan datang ke acara perpisahannya dan membatalkan meeting-meetingnya. Namun nihil pria itu tidak mengiriminya pesan lagi setelah tadi malam mengatakan permintaan maaf karena tidak bisa hadir.


Sebenarnya Orin sangat kecewa dengan ketidakhadiran Marcelnya. Bukan dia tidak menganggap jika kehadiran orang tuanya tidak penting, tapi Marcel juga bagian terpenting dalam hidupnya dia ingin disaat-saat mendebarkan seperti ini Marcel akan menemaninya. Tapi bagaimanapun juga Orin berusaha bersikap biasa saja, dia tahu tidak akan melakukan hal seperti ini jika tidak mungkin mendesak.


"Padahal udah beli baju samaan!" Ucapnya dengan lesu ketika melihat satu set kebaya yang digantung di dalam lemari walk in closetnya. Beberapa waktu yang lalu mereka pergi bersama untuk memesan kebaya yang akan digunakan untuk acara perpisahan Orin. Dan mereka sepakat untuk membuat couple corak dari bawahan kebaya Orin dengan kemeja yang akan dia kenakan nanti. Tapi semuanya sia-sia sebab Marcel tak bisa datang.


"Nggak apa-apa, lagian dia juga sibuk kerja!" Hibur Orin pada dirinya sendiri. Kemudian gadis itu memakai kebayanya.


Orin mematut dirinya di depan cermin, beberapa kali menghadap kekanan dan kekiri menyesuaikan kebayanya.


"Orin?" Sapa seseorang dengan suara lembutnya. Tanpa melihat siapa orangnya, Orin sudah bisa menebak jika orang itu adalah mommy Retha.


"Aku didalam walk in closet mom ada apa?"


"Tidak, tadi mommy kira kamu belum bangun!" Ucap mommy Retha sambil menggaruk keningnya yang tidak gatal. Dirinya bahkan sudah salah perkiraan ternyata putrinya sudah terbangun bahkan sudah memakai kebaya yang dia desain sendiri. Entah kenapa akhir-akhir ini hobi Orin menggambar begitu muncul kembali.


Dari kecil Orin memang suka menggambar maupun melukis. Jika sudah dihadapkan dengan dua hal itu, gadis itu bisa-bisa lupa akan segalanya. Orin yang sudah terfokus untuk melukis maupun menggambar gadis itu sudah tidak perduli dengan sekitarnya. Tapi beberapa waktu terakhir ini Orin sudah tidak terlihat menggambar atau melukis lagi. Mungkin jika Orin sedang ingin menggambar gadis itu memilih Ipad-nya sebagai tempat.

__ADS_1


"Aku udah bangun dari tadi kok mom!" Jawabnya kemudian dia membuka salah satu almari yang ada disana. Didalam almari tersebut terdapat banyak aksesoris yang memenuhi isi lemari itu. Dari anting, cincin, kalung, gelang dan jepit rambut tersedia disana meskipun Orin jarang sekali menggunakannya. Setelah dirasa menemukan aksesoris yang cocok dengan apa yang dia kenakan, gadis itu tampak membuka salah satu almarinya lagi. Dan ternyata gadis itu mengambil sebuah jam tangan, tentu saja dari brand ternama.


"Apa perlu bantuan?" Tawar mommy Retha bermaksud untuk menawarkan dirinya sebagai bala bantuan putrinya.


"Tidak perlu mom, lebih baik mommy juga bersiap dengan Daddy." Dan benar saja setelah mengatakan itu terdengar suara daddynya yang sedang mencari-cari istrinya.


"Sayang?" Suara Daddy Arga memecahkan keheningan pagi hari.


"Iya aku didalam!" Jawab mommy Retha sedikit berteriak agar suaranya terdengar dari luar. Mommy Retha benar-benar tidak mengerti baru saja ditinggal beberapa menit, Daddy Arga sudah seperti orang yang sedang kebakaran jenggot saja untuk mencari mommy Retha.


"Kau belum menyiapkan bajuku!" Ucap Daddy Arga kesal saat melihat mommy Retha keluar dari walk in closet milik Orin bersama sang empunya kamar.


"Iya setelah ini aku akan menyiapkan semuanya, kamu mandi dulu sana! Aku akan membantu putri kita terlebih dahulu!"


"Wah Putri Daddy cantik banget pakai kebaya kayak gini!" Puji Daddy Arga ketika melihat Orin menggunakan kebaya berwarna pink tua sesuai dengan dress code yang ada dalam acara tersebut.


"Daddy sudah tahu dari dulu tapi tidak ada yang lebih cantik kecuali mommy!"


Orin hanya memutar bola matanya malas, daddynya sudah semakin tua tapi jiwa-jiwa menggoda mommynya sepertinya memang belum luntur. Bahkan semakin hari sikap posesif Daddy Arga pada mommy Retha juga semakin bertambah.


"Menyebalkan! Ya sudah sana mom carikan pakaian untuk Daddy, dia pasti akan mengomel jika keinginannya tidak segera dipenuhi lagipula aku juga bisa memakai make-up sendiri!"


"Baiklah sayang setelah ini, kami tunggu dibawah untuk sarapan ya? Mommy mau mengurus bayi besar ini terlebih dahulu?" Ucapnya kemudian meninggalkan Daddy Arga begitu saja. Orin yang melihat itu hanya menggelengkan kepalanya saja. Dia sangat bersyukur selama ini rumah tangga daddy dan juga mommynya baik-baik saja bahkan mereka tidak pernah terlibat untuk bertengkar. Mungkin hanya berselisih paham sedikit dan itu wajar sebagai bumbu rumah tangga.


"Siap bos!" Kata Orin kemudian gadis itu duduk didepan meja riasnya, siap untuk memoles wajahnya.

__ADS_1


Ting...Ting...Ting...


Orin pun segera meraih ponselnya kembali ketika mendengar suara panggilan masuk tersebut. Ketika melihat siapa nama yang meneleponnya, senyum Orin mengembang seketika. Pak Marcel.


"Hallo?"


"Hay! Aku kira kamu belum bangun!" Ucap Marcel sambil terkekeh. Dia sangat tahu, beberapa waktu kebelakang ini Orin memang sering bangun kesiangan. Mau bagaimana lagi, dia sudah tidak lagi masuk ke sekolah jadi mommynya pun membiarkannya.


"Aku sudah bangun sejak pagi buta bahkan ketika matahari belum bangun sekalipun." Jawab Orin sedikit sinis mendengar sindiran dari Marcel. Sebenarnya bukan karena dia kesal dengan sindiran Marcel, tapi dia kesal karena Marcel tidak datang.


"Baiklah baiklah selamat bersenang-senang sayangku!" Kata Marcel kemudian mematikan sambungan telepon begitu saja membuat Orin bertambah kesal.


"Dasar om-om tidak peka!" Geurutunya kemudian melanjutkan acara memoles wajahnya yang sempat terjeda.


Pukul delapan Orin baru keluar dari kamarnya. Dia tidak perlu menyewa MUA profesional hanya untuk mempercantik penampilannya sebab dia sendiri juga bisa.


"Pagi dad mom!" Sapa Orin ketika melihat kedua orang tuanya sedang duduk di meja makan.


"Pagi sayang, cepat habiskan sarapanmu sebentar lagi kita berangkat!'


"Baik mom!"


"Apa Marcel benar-benar tidak bisa ikut?" Tanya Daddy Arga ketika melihat wajah murung putrinya.


Orin pun tersenyum "Tidak, dia sedang ada meeting katanya!"

__ADS_1


Setelah acara sarapan selesai, mereka pun bergegas menuju sekolah Orin.


__ADS_2