
Setelah keadaanya kembali stabil, Frans pun kembali untuk melihat sang putra. Dia tidak boleh larut dalam kesedihan karena kepergian Ivanka. Ada sang putra yang sekarang sedang menunggu dekapan hangat tubuhnya.
"Hay baby boy, are you happy to see the world? Dunia ini terlalu kejam untuk orang-orang yang lemah sayang jadi kau harus kuat bukan?"
"Cukup papamu ini tidak bisa menjaga mamamu tapi setelah ini papa berjanji akan selalu menjagamu, membuatmu menjadi lelaki terkuat!"
"Lihat matamu mirip sekali dengan ibumu, aku yakin jika mamamu melihatmu sekarang pasti dia bahagia."
Frans pun mengusap lembut pipi bayi laki-lakinya. Yang Frans tahu mata anak itu sangat mirip dengan Ivanka sedangkan bagian yang lain dia tidak tahu.
"Papa tinggal sebentar ya sayang nanti setelah semua urusan papa selesai papa berjanji akan membawamu pulang dan memberikanmu surga dunia!"
Setelah itu Frans pun kembali keluar ruangan itu. Dia harus segera menyelesaikan pemakaman Ivanka. Meskipun tidak bisa membawa Ivanka kembali ke tanah air, dia menguburkan jenazah Ivanka di tempat yang indah.
Acara pemakaman Ivanka pun selesai tetapi Frans masih enggan untuk meninggalkannya. Baru saja dia menikmati waktu bersama orang tercinta tapi ternyata Tuhan memiliki rencana lain.
"Hey kau tenang saja sayang aku pasti akan menjaga putramu dengan baik, aku berjanji akan hal itu."
__ADS_1
Mungkin laki-laki bisa dianggap cengeng bila menitikkan air mata. Tapi ketika kehilangan orang yang dicintai rasanya menangis darah pun tidak akan membuat dada lega.
"Terimakasih karena sebelumnya telah banyak memberiku kebahagiaan. Kini aku tahu, salah satu bentuk dari mencintai adalah merelakanmu pergi."
Frans masih termenung memandang gundukan tanah yang masih basah. Kini dia sendiri belahan hatinya sudah pergi. Pergi ke tempat baru yang membuat mereka tak mungkin untuk bertemu.
"Eheem!"
Deheman dari belakang tubuh Frans membuat perhatiannya teralihkan. Dia pun menoleh untuk melihat siapa pelayat yang masih disini. Matanya membulat penuh ketika melihat sosok yang amat dikenalinya. Sang ibu bersama dengan kakak laki-lakinya. Frans pun kembali membuang muka melihat kehadiran mereka membuat amarahnya membuncah.
"Terimakasih aku tapi tidak membutuhkan itu." Jawab Frans dia tahu jika itu hanya sebuah ucapan formalitas bukanlah dari lubuk hati pria itu.
"Ck setelah ditinggal mati wanita ja*ang itu kau tetap sombong!" Cibir ibunya dia bukan wanita yang bisa mengendalikan emosinya. Apa yang dirasakan wanita itu pasti akan segera mengungkapkan.
Frans masih diam tidak memperdulikan ucapan sang ibu yang sebenarnya menggores hatinya itu. Dia memilih diam daripada harus bertengkar didekat makam sang istri.
"Ibu akan menawarkan hal yang bagus untukmu!" Frans hanya diam menyimak setiap kata yang dikeluarkan ibunya.
__ADS_1
"Tinggalkan anak dari Ivanka, aku akan mengembalikan semua fasilitas yang kamu miliki!"
Frans pun berbalik menatap tajam sang ibu. Dia tidak mengerti terbuat dari apa hati ibunya dan dia juga tidak mengerti bagaimana jalan pikiran ibunya. Dia juga tidak menyangka bahwa dia telah dilahirkan dari rahim wanita kejam seperti ibunya.
"Meskipun kau memberikan seluruh harta yang kau miliki aku tidak akan pernah meninggalkan puteraku!" Jawab Frans dia tetap dengan pendiriannya. Apapun yang terjadi putranya adalah segalanya untuknya dia tidak akan menukarkan dengan apapun.
"Kita lihat saja berapa lama kau akan tahan hidup tanpa keluarga Othniel."
Frans pun tersenyum miris, tidak menyangka keluarganya akan setega ini. Mereka lebih mementingkan harta daripada seorang anak.
"Dan aku yakin jika aku akan bertahan hidup tanpa campur tangan keluarga Othniel sedikitpun. Aku jadi sedikit menyesal kenapa aku dulu dilahirkan dari seorang wanita kejam!" Sarkasme Frans dia memandang terluka pada ibunya. Orang yang di anggap tinggi ternyata sama menjijikkannya dari tikus yang berada dalam got.
"Jangan terlalu tinggi hati Frans bagaimanapun kau juga pernah menikmati harta keluarga Othniel." Ucap sang kakak, dia tidak mengerti dengan adiknya. Mereka sudah menawarkan kebahagiaan dengan harta tapi Frans malah menolak dan memilih anak yang jelas-jelas bukan darah dagingnya.
"Semoga kau cepat sadar akan perbuatanmu Frans!" Kata Hera kemudian mereka meninggalkan Frans begitu saja.
"Maaf sayang jika perkataan mereka melukai hatimu. Kau tenang saja aku tidak akan pernah menukarkan anak kita dengan apapun."
__ADS_1