Istri Tuan Arga

Istri Tuan Arga
Masih bonus!


__ADS_3

Hari masih pagi tapi suara ribut sudah terdengar dari salah satu rumah mewah.


"Daddy aku akan ikut ke perusahaan bersamamu!" Kata seorang wanita yang kini perutnya sudah membuncit itu.


"Tidak sayang, kau harus di rumah nanti kalau ikut ke perusahaan kau bisa kelelahan!"


"Tidak dad, ini bukan keinginanku tapi keinginannya!" Katanya sambil menunjuk ke arah perutnya.


Sementara itu masih di tempat yang sama seorang laki-laki tidak bisa menahan tawanya melihat sang Daddy dan juga adiknya sang sedang beradu argument.


"Kamu ikut sama kak El saja ya?" Bujuknya sekali lagi. Sebenarnya bukan karena dia tidak suka lebih tepatnya beliau tidak mau pusing dengan tingkah ini hamil itu.


"Baby-nya maunya sama grandpa bukan uncle!"


"Sudahlah dad ajak Orin bersama Daddy lagipula hari ini El ada kunjungan lokasi tidak mungkin kan El bawa Orin kesana!"


"Baiklah nanti kamu sama Daddy ya!"


Mendengar hal itu Orin pun tersenyum, akhirnya dia tidak akan kebosanan hanya tinggal di rumah dengan mommynya. Apalagi Marcel yang sedang ada perjalanan luar kota dan dia tidak diizinkan untuk ikut karena usia kehamilannya yang sudah menginjak delapan bulan.


Setelah menyelesaikan sarapannya mereka pun berangkat bersama-sama. Bahkan sebelum berangkat mereka tampak sudah terlibat adegan pertengkaran lagi antara anak dengan daddynya dan Noel hanya sebagai pengamat sekaligus penikmat. Sementara sang ibu bertugas sebagai penengah. Tidak, bukan sebagai penengah tetapi sebagai ibu ratu yang keputusannya tidak bisa diganggu gugat.


"Sudahlah dad turuti saja kemauan Orin hmm?" Katanya sambil menatap sang suami seolah-olah tatapannya itu mengatakan 'turuti kemauan putrimu atau kau tidak akan boleh tidur bersama nanti malam'. Akhirnya Daddy Arga hanya bisa pasrah menuruti ucapan sang istri. Jadilah mereka bertiga berangkat dengan satu mobil. Noel sebagai sopir karena Orin tidak memperbolehkan sopir untuk membawa mobil mereka. Katanya dia ingin quality time bersama Daddy dan kakaknya.


Mobil melaju dengan kecepatan sedang sebab Noel tahu jika dia membawa mobil dengan kecepatan agak cepat, wanita dibelakangnya ini akan memukulnya. Katanya jika terlalu cepat dia tidak bisa menikmati pemandangan kota Jakarta pada pagi hari. Padahal pemandangan apa yang mau dilihatnya. Lewat seribu kali pun pemandangannya akan tetap sama. Mobil yang sedang berjalan dan juga gedung-gedung pencakar langit.


"Kapan Marcel akan pulang Rin?" Tanya Daddy Arga pada putrinya itu. Sebenarnya ada hal terselubung yang terkandung dalam pertanyaannya itu seperti 'kau kapan akan kembali ke rumahmu'. Bukan Daddy Arga bukan tidak senang akan keberadaan Orin tapi karena kondisi Orin yang sedang hamil dan selama kehamilannya selalu menginginkan hal-hal di luar nalar manusia.

__ADS_1


"Besok dia sudah pulang dad, katanya hari ini meeting terakhir." Jawabnya sambil melihat jajaran pohon di sepanjang perjalanan. Sebenarnya dia juga sangat merindukan suaminya itu meskipun jika bersama mereka kadang akan bertengkar karena hal-hal sepele terlebih Orin lah yang memancing pertengkaran itu.


"Kak... kak... berhenti sebentar!" Katanya pada sang kakak. Mau tidak mau Noel pun melakukan apa yang disuruh oleh adiknya. Laki-laki itu menepikan mobil yang kini mereka tumpangi.


"Ada apa Rin, Daddy akan terlambat meeting nanti!" Alasan klasik sebenarnya dia sudah merasakan firasat yang buruk saja.


"Dad aku ingin buah rambutan itu!" Katanya sambil menunjuk pohon rambutan di tepi jalan.


"Oh kau menginginkan buah rambutan, biar nanti Daddy suruh asisten Leo untuk membelikannya ya!"


"Tidak, tidak dad aku maunya yang itu. Dan aku maunya Daddy yang mengambilkannya untuk kami!"


Duarr. Ternyata inilah perasaan yang tidak enak yang sejak tadi Daddy Arga rasakan. Bagaimana mungkin seorang CEO mengambil buah rambutan yang bahkan lihatlah di sekeliling pohon itu terdapat beberapa orang yang sedang menikmati sarapan bubur ayam yang kebetulan tempatnya tidak jauh dari pohon tersebut.


"Sayang, kita beli di supermarket saja ya Daddy sedang ada rapat!" Ucapnya padahal hari ini tidak ada jadwal rapat apapun. "Atau begini saja, suruh kakakmu untuk melakukannya!"


"Enak saja, Orin kan maunya Daddy yang ambil!" Kata Noel yang sekarang ikut merasakan posisi tidak aman.


"Ya sudah hiks... kalau Daddy... hiks... tidak mau hiks... tidak apa-apa hiks...hiks...!"


"Aaa...!" Daddy Arga merasa frustasi sendiri. Dia tidak ingin mengecewakan putrinya tetapi di satu sisi bagaimana dia bisa mengambil buah itu. Bahkan dia tidak bisa memanjat pohon.


"Ya sudah Daddy ambilkan, kamu tunggu disini ya!" Katanya pada Orin. "El ikut Daddy!" Aku tidak ingin malu sendiri. Itu kata hatinya.


Setelah mengatakan itu mereka berdua pun keluar dari mobil. Daddy Arga menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Di bawah pohon itu terdapat beberapa sopir becak yang kemungkinan sedang menunggu pelanggannya.


"Mau naik becak pak?" Tanya orang itu ketika Daddy Arga dan Noel mulai mendekat.

__ADS_1


Daddy Arga menggelengkan kepalanya. "Tidak pak saya mau bertanya!" Katanya dan terdapat guratan kecewa dari sopir becak mendengar perkataan Daddy Arga.


"Mau tanya apa ya pak?"


"Emm apa buah rambutan ini ada yang punya. Emm maksud saya, putri saya sedang ngidam dan ingin makan buah rambutan yang ini! Jika saya mengambilnya kemanakah saya harus membayar!"


"Wahh buah disini tidak ada pemiliknya pak, bapak bisa mengambil sepuasnya!"


"Begitu ya pak, terimakasih untuk informasinya!"


Setelah bertanya hal itu daddy Arga masih belum melakukan hal apapun. Sementara Noel laki-laki itu tak henti-hentinya menertawakan sang Daddy sebab melihat raut kebingungannya.


"Jangan tertawa saja kamu!" Kesalnya pada sang anak laki-laki itu.


"Maaf maaf dad!" Ucapnya berusaha untuk menahan tawanya. "Jadi bagaimana Daddy akan mengambilnya ini terlalu tinggi untuk dipanjat dad. Lagipula aku yakin Daddy pasti tidak bisa memanjat!"


Sementara itu sopir becak tadi sudah tidak ada, entah kemana terakhir kali mereka melihat sopir becak itu berjalan sedikit menjauh dari mereka.


"Ahh orang hamil memang membuat pusing saja, aku tidak tabu bagaimana Marcel bisa sabar menghadapinya!" Kata Daddy Arga sambil menggelengkan kepalanya mengingat betapa repotnya sang menantu ketika menghadapi kemauan istrinya itu.


"Pakai ini saja pak, pohonnya terlalu tinggi lagipula setelah hujan pasti pohonnya akan licin!" Sopir becak itu datang lagi sambil membawa galah yang cukup panjang.


Aaaa. akhirnya Daddy Arga bisa bernafas lega. Untung ada sopir becak yang sudah menyelamatkannya hari ini. Setelah mendapatkan galah itu Daddy Arga segera mengambil beberapa buah rambutan.


Di dalam mobil Orin tak henti-hentinya menertawakan sang Daddy bahkan wanita itu mengambil beberapa foto untuk dikirim kepada sang mommy. Bayangkan saja betapa lucunya wajah kesal Daddy Arga. Keberadaan Daddy Arga pun sedikit membuat orang-orang yang lewat menolehkan kepalanya. Bagaimana tidak laki-laki tampan meskipun usianya tidak muda lagi, memakai setelan jas dan sepatu pantofel mengkilap sedang mengambil buah rambutan dengan galah.


Setelah mendapatkannya Daddy Arga segera mengembalikan galah itu kemudian memberikan beberapa uang pada sopir becak sebagai tanda terimakasih.

__ADS_1


Jangan lupa baca novelku yang lainnya ya, ini kisah Noel anak pertama Daddy Arga dan mommy Retha



__ADS_2