Istri Tuan Arga

Istri Tuan Arga
S2-episode 16


__ADS_3

"Lu bawa mobil gue aja ya, gue mau minta jemput sama mang Asep." Ucap Orin ketika mereka sudah sampai di pintu menuju parkiran mobil.


"Lu kenapa? Sakit?" Tanya Aneta kemudian gadis berambut coklat itu menaruh telapak tangannya di kening Orin.


"Nggak, lagi nggak mood aja buat nyetir! Ya udah gue mau hubungin mang Asep dulu." Kata Orin kemudian dia menyerahkan kunci mobilnya pada Aneta.


"Lu nggak mood karena tadi lihat pak Marcel sama cewek ya?" Tebak Aneta tapi dengan cepat Orin memukul punggung Aneta.


"Apaan sih lu nggak jelas banget!" Jawab Orin kesal. Padahal dirinya sendiri tidak tahu kenapa jadi seperti ini. Dia seperti merasakan nyeri di hatinya.


Setelah beberapa saat kemudian mang Asep pun menghubungi Orin jika dirinya sudah sampai dan menunggu Orin di loby mall tersebut.


"Mang Asep udah sampai, gue mau pulang dulu! Inget Grace jangan sampai lecet!" Peringat Orin pada sahabatnya itu. Dan ya Grace adalah mobil mini Cooper kesayangannya.


"Iya gue tahu, sampai ketemu besok dan jangan lupa tampil cantik biar pak Marcel makin terpesona!" Kata Aneta kemudian wanita itu berlari sebelum Orin memukulnya lagi.


"Hey temen lucknut!" Teriak Orin pada Aneta yang sudah mulai menjauh darinya itu. Orin pun akhirnya berjalan menuju lobby tempat mang Asep menunggunya.

__ADS_1


"Silahkan non!" Ujar mang Asep sambil membukakan pintu belakang mobil.


"Terimakasih mang, ini tolong di taruh depan ya?"


"Baik non." Mang Asep pun mengambil beberapa papperbag hasil belanja Orin hari ini.


"Langsung pulang atau mau pergi kemana dulu non?" Tanya Mang Asep yang mulai melajukan mobilnya meninggalkan mall tersebut.


"Pulang saja mang, oh ya Daddy sudah pulang belum?"


"Tuan muda baru saja tiba tadi saat saya akan berangkat menjemput nona."


"Kenapa sih gue jadi gini? Padahal cuma lihat si guru cabe jalan sama cewek. Terus juga kenapa nih dada gue jadi sesak gini? Apa jangan-jangan gue kena sesak nafas ya? Ah entar tanya ke mommy aja deh." Gumam Orin dalam hatinya. Karena seharian berada diluar rumah dan merasa sangat lelah baik hati dan pikirannya akhirnya Orin pun tertidur di sepanjang perjalanan ke rumah dan dia sampai tidak sadar jika sudah sampai di rumah.


Mang Asep yang melihat itu pun merasa kasihan pada nona mudanya. Orin sering mengeluh kesepian ketika di rumah. Bagaimana tidak orang tuanya sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing sedangkan dirinya seperti anak tunggal di rumah tersebut.


Mang Asep pun meninggalkan Orin di dalam mobil tersebut untuk memanggil tuan mudanya tidak mungkin kan dia sendiri yang menggendong nonanya.

__ADS_1


"Maaf tuan nona Orin tertidur di dalam mobil saya ingin membangunkan tapi tidak tega!" Ucap mang Asep ketika menemui daddy Arga dan juga mommy Retha yang tengah menikmati makan malam mereka.


"Oh ya Tuhan anak itu pasti sangat kelelahan, baiklah mang biar nanti daddynya yang membawa masuk!" Kata mommy aRetha yang dijawab anggukan oleh mang Asep. Setelah itu mang Asep pun pamit untuk undur diri terlebih dahulu.


"Sayang aku akan bawa masuk Orin dulu, kamu lanjutkan makan malamnya!" Perintah Daddy Arga pada istrinya itu. Lalu dia bangkit sebelum berjalan dia mengecup kening mommy Retha terlebih dahulu dimana membuat mommy Retha merona seketika. Meskipun usia mereka bukan muda lagi tapi keromantisan mereka setiap harinya semakin bertambah saja.


Daddy Arga pun berjalan keluar rumah menuju garasi dimana ada putri tercintanya sedang tertidur.


"Sayangnya Daddy ternyata sekarang udah gede ya, uh badannya juga berat!" Monolog Daddy Arga pada dirinya sendiri ketika berhasil menggendong tubuh Orin. Setelah itu daddy Arga membawa Orin ke kamarnya dan membaringkannya ke ranjang kesayangan putri kecilnya itu. Tak lama kemudian mommy Retha pun ikut masuk ke dalam kamar. Dia hanya bisa menggelengkan kepalanya. Dari dulu Orin tetap saja seperti itu jika dirinya kelelahan, tidak perduli dimana tempatnya dia akan tetap memejamkan matanya.


"Ya udah yuk sayang kita keluar biar Orin bisa istirahat!" Ajak daddy Arga pada istrinya itu ketika dia sudah selesai melepaskan sepasang sepatu Orin.


Pagi harinya Orin terbangun karena cahaya sinar matahari yang mulai masuk lewat celah di kamarnya. Orin menggeliat kesana-kemari dan belum memiliki keinginan untuk beranjak dari ranjangnya. Tapi bunyi pesan masuk membuatnya mau tak mau harus mengambil ponselnya yang berada di atas nakas itu.


From: Aneta 🐮


Jangan lupa nanti malam dandan yang cantik, buat pak Marcel bertekuk lutut padamu!

__ADS_1


Orin pun mencebik kesal membaca pesan dari sahabatnya itu. Entah karena apa sekarang Aneta menjadi semakin gencar menjodohkannya dengan Marcel. Lalu Orin pun kembali meletakkan ponselnya dia tidak berniat untuk membalas pesan sahabatnya yang dia rasa tidak bermutu itu. Dia lebih memilih untuk memejamkan matanya kembali melanjutkan mimpi-mimpi indahnya.


__ADS_2