
"Wah nyonya Retha tampak bahagia sekali, ada apa ini?" Tanya dokter Sintia selaku dokter kandungan Retha.
"Hari ini aku akan pulang dok!" Jawab Retha dengan senyumnya.
"Wah selamat kalau begitu nyonya Retha. Bagaimana kalau kita mulai periksa kandungannya sekarang dan setelah itu anda bisa beristirahat?"
Kemudian Retha pun berbaring ditempat bankar yang sudah disediakan. Setelah itu dokter pun mulai memeriksa keadaan janin Retha.
"Bagaimana dok apa ada masalah dengan kandungan saya?" Tanya Retha dengan cemas.
Sang Dokter pun tersenyum mengerti akan kekhawatiran Retha karena ini kehamilan pertamanya jadi wajar jika dia khawatir berlebihan.
"Janin yang ada dalam kandungan anda sangat sehat, dan ini lihat dia sudah mulai berkembang dengan baik!"
"Apa jenis kelaminnya dok?" Tanya Arga kemudian.
"Untuk saat ini masih belum bisa dilihat jenis kelaminnya tuan!"
Retha pun kembali duduk diatas kursi rodanya dan berbincang-bincang lebih dahulu sebelum kembali ke kamar rawatnya.
"Emm dokter Sintia bagaimana cara mengatasi morning sickness?"
"Begini nyonya Retha anda bisa mengonsumsi jenis makanan yang berbeda yang bisa membuat anda nyaman. Seperti makan biskuit di pagi hari atau minum jahe hangat. Dan jangan mengonsumsi makanan mentah atau setengah matang karena itu akan menimbulkan resiko keracunan makanan pada janin anda."
__ADS_1
"Oh ya nyonya Retha meskipun sedang hamil muda anda juga tidak boleh lupa olahraga ya?" Ujar sang dokter memberitahu.
"Kau dengar kan sayang meskipun hamil kau tidak boleh malas-malasan!" Kata Arga karena sering melihat jika Retha hanya menghabiskan sebagian waktunya untuk tidur diatas ranjang.
"Mana bisa aku olahraga kan ini masih di rumah sakit nanti kalau sudah dirumah pasti aku akan olahraga." Kata Retha mencari pembelaan pada dirinya sendiri.
"Kau ini memang alasan saja!"
Setelah selesai berbincang-bincang mereka pun undur diri karena sudah siang dan waktunya makan siang untuk Retha serta istirahat.
*******
Malam harinya mereka sudah sampai di rumah. Sebetulnya Mama Rani dan juga ibu Retha meminta mereka untuk tinggal bersama saja tetapi baik Arga maupun Retha juga menolak karena mereka ingin hidup mandiri tidak bergantung pada orang tua. Lagipula dirumah Arga juga banyak pelayan yang pastinya akan membantu mereka.
"Sayang sekarang selama kamu hamil kita tidur dibawah saja ya karena aku takut kalau kamu harus kecapekan naik turun tangga atau kalau mau tetap diatas juga tidak apa-apa nanti aku buatkan life untukmu!"
Retha pun berjalan memasuki kamar yang akan mereka tempati untuk beberapa waktu yang akan datang. Setelah itu dia pun berbaring dan segera memejamkan matanya karena rasa kantuk sudah menyerang.
Berbeda dengan Retha, Arga masih sibuk dengan berkas dan juga laptopnya karena mulai besok pagi dia harus kembali ke kantor. Setelah menyelesaikan beberapa berkasnya dia ikut berbaring bersama sang istri.
Pagi harinya Retha terbangun lebih dahulu, sekarang dia sudah tidak merasakan nyeri maupun sakit kepala lagi. Menurutnya saat ini kepalanya lebih ringan daripada biasanya.
Dia pun segera membersihkan diri lalu membantu para pelayan untuk membuat makanan meskipun mereka tidak mau dibantu tapi Retha dengan keras kepalanya tidak dapat dibantah lagi.
__ADS_1
"Sudah rapi mau kemana?" Tanya Retha ketika Arga keluar dari kamar dengan setelan jasnya.
"Hari ini aku harus kembali ke perusahaan sayang!"
"Jadi kau tidak mau menemaniku dirumah?" Tanya Retha sambil mengambilkan Arga nasi goreng buatannya.
"Nanti malam pasti aku akan menemanimu!"
Retha pun mengerucutkan bibirnya, padahal dia masih ingin bersama suaminya tapi apalah daya dia juga harus mengerti akan kesibukan suaminya.
"Kenapa kau hari ini tampan sekali?"
Arga tampak menyatukan kedua alisnya, tidak mengerti akan ucapan Retha.
"Apa maksudmu sayang? biasanya aku juga seperti ini!"
"Tidak...tidak biasanya kau tidak setampan ini atau jangan-jangan kau mau bertemu dengan selingkuhanmu ya?"
"Uhuk...uhuk...!" Arga pun tersedak makanannya dia tak habis pikir dengan pola pikir orang yang sedang hamil kadang semengerikan itu. Apa dia tidak mengerti seberapa khawatir dirinya ketika Retha mengalami kecelakaan, dasar wanita bisanya menuduh saja. Batin Arga.
"Tidak ada sayang, jangan memikirkan hal-hal yang tidak perlu seperti itu. Aku akan berangkat sekarang karena sebentar lagi akan ada meeting."
Retha hanya menganggukkan kepalanya, dia juga tidak mengerti kenapa dia menjadi pencemburu seperti itu.
__ADS_1
Setelah mengantar Arga sampai ke depan Retha pun kembali masuk ke dalam kamarnya. Dia pun teringat akan perkataan dokter Sintia jika dia harus rajin berolahraga. Akhirnya dia memutuskan untuk mencari-cari olahraga yang cocok untuk ibu hamil.
Akhirnya dia mencoba untuk melakukan yoga sendiri didalam kamarnya. Setelah tiga puluh menit melakukan yoga dia sudah merasa bosan jika hanya melakukan kegiatannya sendiri. Retha pun memutuskan untuk pergi ke perusahaan Arga sekedar mencari teman berbincang disana.