Istri Tuan Arga

Istri Tuan Arga
S2-episode 94


__ADS_3

Setelah menempuh perjalanan selama tiga puluh menit akhirnya mobil yang ditumpangi oleh mommy Retha dan juga Noel sampai di pelataran rumah sakit. Dengan perasaan campur aduk, mommy Retha segera berlari ke koridor rumah sakit untuk bertanya dimana sekarang kedua anaknya berada.


"Maaf sus saya mau tanya, dimana kamar korban kecelakaan yang baru saja datang?" Tanya mommy Retha dengan tergesa-gesa sebab tadi sejak di mobil Noel sudah menghubungi sang Daddy tapi tidak ada satupun panggilan yang dijawab dan itu membuat mommy Retha semakin khawatir.


"Apa yang ibu maksud korban kecelakaan dua orang, satu laki-laki remaja dan seorang gadis kecil?"


"Benar sus itu anak-anak saya!"


"Sebentar Bu!" Suster pun memeriksa data pasien yang baru saja masuk di layar komputernya. Tak lama kemudian sang suster berkata "Untuk anak ibu yang perempuan masih di UGD sedangkan anak laki-lakinya sekarang berada di ruang operasi."


DEG


Mendengar penuturan sang suster membuat mommy Retha shock berat hampir saja beliau tidak bisa menahan tubuhnya untung saja ada anak laki-lakinya yang siap menopang tubuhnya.


"Mom... mommy tidak apa-apa?" Tanya Noel khawatir sebenarnya dirinya sendiri juga khawatir dengan keadaan adik perempuan dan saudara laki-lakinya hanya saja dia pria datar yang tidak pintar mengekspresikan perasaannya.


"Ya mom hanya shock saja, sebaiknya kita segera pergi ke sana. Mommy sangat khawatir dengan keadaan mereka berdua!" Jawab mommy Retha kemudian mereka segera menyusul ke tempat yang sudah diberitahu oleh suster petugas resepsionis itu. Dan untung saja tempat mereka masih satu lantai yaitu lantai dasar hanya saja mereka berada di sisi yang berbeda.


Dengan sisa tenaga yang mommy Retha punya mereka menyusuri koridor rumah sakit tersebut. Sesampainya disana dia melihat seorang laki-laki tengah berjongkok di dekat sebuah pintu. Laki-laki itu tampak sangat kacau karena bisa dilihat dari pakaian yang digunakan sudah tidak berbentuk seperti tadi pagi. Bahkan dasinya pun sudah terlepas entah kemana dan kemejanya sendiri sudah keluar dari celana bahan yang sedang dipakai.


"Dad...!" Dengan suaranya yang lemah dan sisa tenaga yang dimiliki mommy Retha memanggil suaminya dan panggilan itu mengalihkan atensi pria yang sejak tadi hanya menatap lantai pijakannya.

__ADS_1


"Sayang...!" Jawabnya kemudian merengkuh tubuh ringkih istrinya untuk sekedar memberi kekuatan pada tubuhnya sendiri.


Mommy Retha yang mendapat sebuah sambutan berupa pelukan itu pun tidak lagi sanggup menahan laju air matanya. Sebenarnya sejak tadi dia sudah menumpahkan air matanya hanya saja tidak sederas saat sedang berada di pelukan hangat suaminya. Sementara itu Noel, pria kecil itu tengah mengintip disebuah ruangan yang dia yakini adalah ruang operasi. Tapi nihil dari luar dia tidak bisa melihat saudara laki-lakinya. Dia hanya bisa melihat beberapa orang yang memakai seragam yang sama.


"Bagaimana keadaan mereka?" Tanya mommy Retha ketika sudah bisa menetralkan rasa khawatirnya.


"Mereka akan baik-baik saja, operasi Angga mungkin masih beberapa jam lagi sebaiknya kita melihat kondisi Orin terlebih dahulu. Biar Leo yang menunggu disini!" Ucapnya entah sejak kapan asisten sigap itu sudah berada tak jauh dari Daddy Arga.


Mereka pun kembali berjalan menyusuri koridor rumah sakit untuk mencari lift yang akan menghubungkan tempat dimana kini Orin dirawat. Orin sudah dipindahkan ke ruang perawatan sebab lukanya tidak serius. Sesampainya di lantai yang dituju mereka bertiga segera masuk. Dilihatnya seorang gadis kecil tengah berbaring diatas ranjang wajah cantiknya terlihat sembab dan juga pucat.


"Orin baik-baik saja, dia hanya mengalami luka-luka sedikit dan kakinya agak bengkak karena tertimpa motor. Hanya itu saja tidak ada yang patah!" Kata Daddy Arga menjelaskan sesuai tadi yang juga dokter jelaskan padanya. Setidaknya untuk saat ini mommy Retha bisa bernafas sedikit lega mengingat tidak ada luka serius yang dialami putrinya.


"Mungkin sekarang dia masih terpengaruh obat bius yang tadi digunakan dokter waktu mengobatinya tapi sebentar lagi dia juga akan sadar! Dokter bilang psikologisnya baik-baik saja hanya shock sedikit atas kejadian itu!"


Langit sudah teramat gelap, sinar matahari yang sejak tadi berkilau memancarkan sinarnya sekarang sudah digantikan oleh cahaya hangat sang rembulan. Mereka semua masih setia menunggu di sekitar ruang operasi Angga. Begitu juga dengan Orin, gadis kecil itu tidak ingin tertinggal informasi sedikitpun mengenai Angga.


Sudah hampir empat jam mereka menunggu yang artinya sekarang sudah pukul sebelas malam tapi nyatanya ruang operasi itu belum juga terbuka dan lampunya pun masih menyala menandakan operasi masih berjalan. Leo dan salah satu orang suruhannya datang membawa beberapa kantung plastik berisikan makanan permintaan tuannya.


"Tuan ini makan malamnya sudah saya bawakan, sebaiknya tuan dan nyonya makan terlebih dahulu, begitu juga dengan tuan muda Noel dan nona Orin!"


"Aku tidak ingin makan paman Leo, aku hanya ingin kak Angga!"

__ADS_1


"Sayang makanlah terlebih dahulu! Nanti kak Angga tidak akan mau menemuimu jika kau tidak makan hmm?" Kini suara Daddy Arga menginterupsi putrinya agar mau makan.


Sementara mommy Retha hanya diam saja, pikirannya berkelana kemana-mana. Disaat seperti ini dia teringat akan janjinya dulu pada nenek Angga. Sebelum meninggal beliau menitipkan Angga padanya. Beliau juga bercerita bagaimana dulu bisa menemukan Angga dengan almarhum suaminya kala itu. Jujur mommy Retha akan merasa bersalah jika sesuatu terjadi pada Angga karena bagaimanapun juga Angga seperti itu karena menyelamatkan nyawa putrinya.


"Mom makan dulu ya! Angga pasti akan baik-baik saja. Dia pria kuat tantangan sebesar apapun pasti akan dengan mudah dilewatinya!" Kata Daddy Arga menenangkan. Bagaimanapun juga dia harus terlihat lebih tenang diantara dua perempuan yang begitu dia sayangi.


"Aku tidak berselera!"


"Jika mommy tidak makan nanti Orin juga ikut-ikutan tidak makan. Kasihan mom dia baru saja mengalami hal buruk!"


Akhirnya karena bujukan dan rayuan suaminya itu mommy Retha mau membuka mulutnya meskipun dia merasakan sulit ketika harus menelan makanan itu. Sementara itu Noel hanya diam mengamati semuanya, entah bagaimana perasaannya tidak ada yang tahu.


Saat tengah menikmati makan malam itu, lampu diruang operasi tampak padam menandakan jika operasi sudah selesai. Dan tak begitu lama seorang dokter keluar, dengan tergesa-gesa mereka segera menghampiri dokter tersebut.


"Bagaimana keadaan putra saya dok?"


"Maaf bapak ibu, kami sudah melakukan yang terbaik namun pendarahan yang ada di kepala putra anda sampai sekarang belum mau berhenti dan jika itu dibiarkan maka nyawa putra anda sangat mengkhawatirkan!"


Mommy Retha benar-benar lemas mendengar itu semua, sekarang putranya tengah bertarung dengan hidup dan matinya. Tidak. Angga harus tetap hidup.


"Bagaimana mungkin? Sekarang apa yang harus kami lakukan dok?"

__ADS_1


"Bapak bisa membawa putra anda ke rumah sakit yang lebih besar dan mempunyai alat yang memadai!"


Mendengar penuturan dokter itu, tanpa pikir panjang Daddy Arga segera meminta Leo untuk menyiapkan segalanya. Malam itu juga Daddy Arga membawa Angga ke rumah sakit di Italia. Beruntung mereka memiliki rumah sakit keluarga yang cukup besar disana.


__ADS_2