Istri Tuan Arga

Istri Tuan Arga
S2-episode 32


__ADS_3

Sepanjang perjalanan pulang tak henti-hentinya senyum dibibir Orin luntur. Apalagi jika mengingat sorot mata yang memancarkan kesungguhan dari Marcel. Tidak hanya itu ucapan bi Ira juga mampu menghangatkan hatinya. Entahlah perasaan apa itu yang terpenting tidak ada hari sebagai ini.


"Tapi ntar kalo gue ngasih jawaban gimana ya ngomongnya?"


"Iya saya mau pak! Masa gitu kok kayak majikan sama bawahan."


"Ah b*go banget sih gue! Harusnya tadi gue langsung jawab aja ya? Tapi gue sebagai cewek juga harus punya harga diri dong!"


"Tau ah pusing!" Monolog Orin sepanjang perjalanan pulang ke rumahnya.


Tak lama kemudian mobil mini Cooper berwarna putih tersebut memasuki halaman rumah mewah.

__ADS_1


"Sore non?" Sapa salah satu penjaga yang memang selalu standby di pos tersebut.


"Sore pak!" Jawab Orin dengan senyum manisnya. Itulah yang paling disukai oleh para penjaga maupun asisten rumah tangga yang biasa membantu mommynya. Meskipun mereka dari keluarga terpandang dengan harta melimpah tapi orang tua mereka selalu mengajarkan kebaikan siapapun orang yang lebih tua dari kita sebagai yang lebih muda kita harus saling menghormati.


Setelah memarkirkan mobilnya di garasi Orin pun keluar dari mobil tersebut. Berjalan memasuki rumah yang membuatnya nyaman.


"Bi Mommy di rumah nggak?" Tanya Orin ketika bertemu salah satu asisten rumah tangganya.


"Oh terimakasih bi." Orin pun berjalan menuju kamarnya yang ada di lantai dua. Sebelum menemui mommynya lebih baik dia mengganti sepatu dan menaruh tasnya jika tidak mommynya pasti akan mengamuk.


"Sore mom?" Sapa Orin mengejutkan mommynya yang tengah menikmati sinar matahari sore sembari di temani secangkir teh hangat dan beberapa camilan. Seperti itulah sore rutin yang dimiliki mommy Retha menikmati senja di belakang rumah.

__ADS_1


"Sore sayang, kok nggak ganti baju sekalian?" Tanya sang mommy ketika melihat putrinya masih mengenakan seragam sekolahnya. Mommy Retha merupakan sosok jiwa ibu-ibu tanah air yang sesungguhnya.


"Nanti mom sekalian mandi." Jawab Orin kemudian ikut duduk di samping sang mommy dan merebahkan kepalanya dipangkuan sang ibu. Menelusupkan wajah cantiknya di perut mommy Retha.


Mommy Retha tidak mengerti kenapa putrinya seperti ini. Yang mommy Retha tahu jika Orin maupun Noel melakukan hal ini mereka pasti sedang sangat bahagia atau tidak pasti sedang sedih.


"Ada apa sayang?" Tanya mommy Retha sambil membelai rambut putrinya yang sekarang sudah panjang itu. Padahal rasanya baru kemari dia mengajari Orin berjalan tapi sekarang lihatlah putrinya sudah tumbuh besar menjadi gadis manis meskipun terkadang manja.


"Tidak ada mom, aku hanya ingin seperti ini." Jawabnya sambil tetap menenggelamkan wajahnya diperut sang mommy dimana dulu tempatnya tumbuh dengan sang mommy yang selalu membawanya kemana-mana.


Mommy Retha pun hanya diam tidak lagi bertanya tapi tetap sambil membelai rambut Orin. Bahkan sekarang dia sudah lupa kapan terakhir kalinya Orin melakukan hal ini padanya. Yang mommy Retha ingat kalau tidak salah sewaktu Noel pergi untuk melanjutkan pendidikannya ke luar negeri. Noel dan Orin sudah seperti kakak beradik yang sesungguhnya meskipun mereka tidak punya ikatan darah sekalipun. Mereka selalu kompak untuk saling melengkapi. Ah tidak bukan saling melengkapi tapi lebih tepatnya Noel yang banyak mengalah dari sang adik.

__ADS_1


"Mom, apa Orin boleh pacaran?"


__ADS_2