Istri Tuan Arga

Istri Tuan Arga
61


__ADS_3

Setelah makan siang selesai Retha memutuskan untuk pergi membersihkan dirinya terlebih dahulu. Sementara Arga dia mendapat telepon dari sang sekertaris agar dia besok sudah masuk ke kantor.


Sebetulnya Arga masih ingin berlama-lama untuk cuti tapi apa boleh buat jabatan CEO membuatnya harus memendam dalam-dalam keinginan cuti itu. Lembar demi lembar kertas sudah bersiap untuk segera menyiapkan dihari esok.


Setelah mendapat telepon tersebut Arga segera menuju ke ruang kerjanya, ada sesuatu hal yang penting yang harus dia lakukan.


Saat sampai didalam ruang kerjanya dia segera menutup rapat-rapat pintunya. Dia takut jika seseorang mendengar pembicaraannya nanti apalagi jika yang mendengar itu Retha.


Segera Arga mengambil ponsel yang ada di saku celananya lalu menghubungi seseorang. Di dering pertama orang yang sedang ditelepon segera mengangkatnya.


"Ya ada yang bisa saya bantu tuan?" Tanya seseorang diseberang telepon sana.


"Pergilah cari orang IT yang hebat, retas semua ponsel laptop dan cctv yang ada di apartemen Ivanka." Perintah Arga lalu mematikan ponsel tersebut.


Arga berharap kali ini orang IT tersebut bisa membantunya untuk meretas semua benda milik Ivanka dan menghapus video skandal mereka.


Selesai menelepon dan mengecek beberapa berkas yang sudah diberikan oleh Leo beberapa saat yang lalu, dia berlalu kembali ke dalam kamar. Setibanya dikamar dia terkejut dengan pemandangan didepannya. Dimana Retha sedang tertidur dengan masih menggunakan bathropes yang membungkus tubuh mungilnya.


Arga hanya bisa menggelengkan kepalanya, dimana istrinya yang sangat suka tidur itu. Kemudian dia ikut berbaring disamping istrinya. Tak butuh waktu lama dia juga tertidur kembali.


*****************


Dua bulan kemudian.....


Setelah kepulangan mereka dari liburan, kini mereka disibukkan dengan pekerjaan masing-masing. Sebenarnya bukan mereka yang sibuk tapi hanya Arga saja. Sekarang perusahaan yang Arga pimpin berkembang pesat. Banyak kerjasama yang dia lakukan dengan perusahaan-perusahaan besar lainnya.


Sedangkan Retha dia tidak punya kesibukan apapun. Kesibukannya hanya menghabiskan uang Arga. Entahlah akhir-akhir ini dia merasakan ada yang aneh dengan dirinya. Sikap dan sifatnya saat ini berbanding terbalik dengan dia yang dulu.


"Sayang ayo sarapan dulu!" Ajak Retha pada suaminya yang sedang memakai jam tangan.


"Ayo!" Balas Arga kemudian mereka segera turun untuk sarapan bersama. Arga juga merasakan ada yang aneh dengan sikap Retha akhir-akhir ini. Dia lebih sering bergelayut manja dengan dirinya. Padahal dulu dia begitu sungkan jika harus menyentuh Arga terlebih dahulu. Tidak hanya itu Retha sekarang menjadi seorang yang konsumtif dengan membeli barang-barang padahal dia tidak membutuhkan itu. Tetapi Arga tidak ambil pusing, yang terpenting adalah membuat Retha-nya bahagia.


"Hari ini pulang jam berapa?" Tanya Retha membuka percakapan sambil menaruh telur mata sapi diatas piring suaminya itu.

__ADS_1


"Agak malam mungkin sayang, ada apa?"


"Yah aku sendiri dong, aku bosen sendiri terus!" Rengek Retha pada Arga.


"Nanti jika pekerjaanku bisa selesai lebih cepat aku akan pulang dengan segera."


"Janji?" Tanya Retha dengan senyum yang mengembang. Arga hanya menganggukkan kepalanya, sebenarnya dia tidak ingin berjanji tapi apa boleh buat dia juga tidak ingin membuat Retha bersedih.


Setelah acara sarapan selesai, Retha segera mengantar Arga sampai ke mobilnya. Tak lupa Arga mencium kening dan bibir Retha sekilas.


Selesai mengantar Arga sampai mobilnya, Retha kembali masuk ke kamarnya. Tidak ada yang bisa dia kerjakan, semua pekerjaan rumah sudah ada maid yang mengerjakan. Sesekali dia merawat bunga-bunga yang ada di taman belakang rumahnya. Tapi untuk saat ini Retha enggan melakukan hal itu.


Retha berguling ke kanan kiri untuk mencari kenyamanan sambil mencari hal yang menarik dari ponselnya. Hingga matanya menemukan sesuatu yang membuat moodnya yang tadi agak sebal karena Arga pulang malam berubah menjadi baik.


Dia segera mengganti baju rumahnya dengan dress selutut. Lalu memakai make up tipis tak lupa dia mengambil salah satu koleksi tasnya. Kemudian dia memakai sepatu flatshoes yang senada dengan warna dress-nya.


Kemudian saat Retha menuruni tangga dia teringat jika belanja sendiri pasti tidak seru, maka dari itu dia segera menelepon mama mertuanya untuk diajak belanja bersama.


"Pagi sayang, ada apa?" Tanya Mama Rani yang penasaran karena tidak biasanya menantunya itu menelepon.


"Emmm mama sedang sibuk tidak?" Tanya Retha kembali.


"Tidak sayang, ini mama sedang bersantai papamu tadi pagi sudah berangkat ke kantor jadi mama bisa bersantai."


"Belanja yuk ma? Tadi aku dapat email dadi store Gu**i mereka baru saja mengeluarkan produk tas terbaru!"


"Wah benarkah sayang? ayo kamu bisa jemput mama?"


"Baiklah ma!" Retha segera keluar rumah menuju mobilnya. Disamping mobilnya sudah ada sang sopir yang siap mengantar Retha kemana saja.


Setelah masuk kedalam mobil, sang sopir pun bertanya "Mau kemana nyonya muda?"


"Jemput mama dirumah utama ya pak!" Jawab Retha dengan ramah.

__ADS_1


Kemudian sang sopir mengarahkan mobil mereka menuju kediaman Tuan besarnya. Tak butuh waktu lama mobil mereka pun sampai gerbang utama. Setelah mendapat persetujuan dari penjaga mobil mereka pun masuk.


"Selamat pagi ma?" Sapa Retha.


"Pagi sayang, gimana kabar kamu? sekarang lebih berisi ya?" Goda mama mertuanya itu.


"Mama bisa aja." Kata Retha sembari menyembunyikan wajah merahnya.


"Ayo berangkat sekarang nanti keburu macet jalananya."


Mereka pun segera masuk kembali ke dalam mobil. Begini lah Retha sekarang dia tidak bisa melihat barang-barang baru yang ada di store branded. Dia sendiri juga tidak tahu kenapa sekarang berubah menjadi seperti itu.


Kadang dia juga merasa kelelahan pada tubuhnya padahal dia tidak sedang melakukan pekerjaan berat apapun. Dan sesekali dia juga merasa mual apalagi saat Arga tidak ada disampingnya dia merasa seperti Arga sudah tidak membutuhkannya lagi. Entahlah akhir-akhir ini suasana hati Retha juga kurang menentu.


Akhirnya setelah perjalanan cukup panjang, mereka pun sampai di salah satu mall besar yang ada di Jakarta. Mereka pun turun dan menuju salah satu store branded yang tadi Retha inginkan.


Sampai disana mereka pun memilih tas-tas dengan keluaran terbaru. Mama Rani begitu bahagia karena sekarang dia tidak perlu sendirian jika sedang ingin shopping.


Akhirnya Retha pun menemukan salah satu tas yang menjadi incarannya sedari dirumah tadi.


"Cuma satu aja re?" Tanya Mama Rani.


"Iya ma, aku cuma ingin yang ini aja." Jawabnya sambil menunjukkan sebuah tas kecil berwarna army itu.


"Ya sudah kalau begitu ayo kita bayar!" Kata mama Rani sembari menenteng dua buah tas yang kira-kira harganya seharga dengan mobil mewah.


"Biar mama yang bayar!" Ujar mama Rani lalu menyerahkan kartu kredit tanpa limitnya.


"Tidak usah ma nanti ngrepotin mama!" Ucap Retha tidak enak.


"Kamu itu kayak sama siapa aja sih re."


Kemudian setelah berbelanja mereka pun melanjutkan acara jalan-jalannya. Mereka melakukan perawatan wajah bersama lalu perawatan rambut dan tubuh. Sampai sore menjelang mereka baru pulang kerumah.

__ADS_1


__ADS_2