Istri Tuan Arga

Istri Tuan Arga
S2-episode 69


__ADS_3

Orin segera berlari meninggalkan sekolahnya, untung saja pak satpam sedang melakukan patroli keliling sekolah jadi dengan mudah dia pun membuka pintu gerbang dan keluar sebelum diketahui oleh siapapun.


"Huft...! Brengsek banget Alex gue bener-bener benci sama lu Lex!" Teriaknya kemudian dia duduk di tepi jalan guna menunggu mobil yang akan menjemputnya. Tak lama kemudian sebuah mobil berwarna silver berhenti tepat didepannya. Setelah sedikit mengajukan pertanyaan, Orin pun segera masuk ke dalam mobil tersebut karena ternyata itu adalah mobil suruhan Marcel.


Sementara itu setelah beberapa lama kepergian Orin, mobil yang ditumpangi Marcel pun tampak memasuki halaman sekolah. Dia tidak habis pikir, kira-kira siapa yang sedang bermain-main dengan hubungannya dan motif apa yang mereka lakukan untuk hal ini.


Tadi sebelum berangkat ke sekolah Marcel terlebih dahulu menghubungi Daddy Arga dan menceritakan ini semua. Dan Daddy Arga pun menyerahkan semua masalah ini padanya. Oh ya Tuhan seberuntung inikah dirinya?


Sesampainya di sekolah Marcel segera keluar dari mobilnya. Berbeda dengan sebelumnya jika Marcel keluar maka aura ramah serta senyum yang selalu mengembang pada bibirnya, meskipun dia lumayan dikenal sebagai guru killer dan juga dingin. Tapi kali ini hanya aura dingin yang nampak disekitarnya. Dia segera mengarah ke ruang kepala sekolah, sebelumnya dia sudah membuat janji terlebih dahulu dengan kepala sekolah dan meminta kepada kepala sekolah untuk tidak melakukan tindakan apapun terlebih dahulu.


tok...tok...tok


"Ya silahkan masuk!" Terdengar suara seorang perempuan dari dalam. Dengan langkah mantap Marcel pun melangkahkan kakinya memasuki ruangan tersebut. Kala itu dia sudah beberapa kali masuk ke dalam namun untuk kali ini karena hal yang berbeda.


"Selamat pagi Miss Amanda?" Sapa Marcel tak lupa dengan senyumnya yang menawan. Bagaimanapun juga meskipun Marcel sangat muak berada di dalam sini tapi apa boleh buat ini yang harus dia lakukan.


"Selamat pagi pak Marcel, silahkan duduk!" Ucapnya dengan ramah. Marcel sangat tidak mengerti dengan tingkah kepala sekolah tersebut sebab menurutnya Miss Amanda terlalu berlebih-lebihan padanya. Yang Marcel tahu kepala sekolah tersebut adalah seorang janda yang ditinggal mati suaminya beberapa tahun lalu. Dan jika dilihat-lihat usianya memang belum terlalu tua.

__ADS_1


"Terimakasih." Jawabnya kemudian duduk didepan kepala sekolah tersebut sembari menaruh berkas yang dia bawa diatas meja.


"Kita langsung ke intinya saja, apa anda masih berencana untuk mengeluarkan Orin?" Tanya Marcel langsung pada intinya.


"Sebenarnya ini berat pak Orin termasuk siswi yang pintar, tapi mau bagaimana lagi banyak orang tua wali murid menuntut untuk mengeluarkannya Orin." Jawab kepala sekolah tersebut tidak enak.


Marcel pun menghela nafasnya, semoga saja tidak hilang kendali untuk masalah ini. Sebenarnya Marcel sendiri sudah tahu berita ini sejak semalam beberapa orang guru dan kepala sekolah menghubunginya perihal hal ini. Marcel sempat shock membaca isi chat dari seorang wali murid yang mengatakan jika tindakan Orin tidaklah pantas.


"Begini Miss saya rasa tindakan Orin maupun saya tidaklah salah tapi bukan berarti benar. Apa menurut Miss dalam cinta mencintai adalah hal yang salah?" Miss Amanda pun menggelengkan kepalanya, sebab dia sendiri juga pernah muda dan merasakan jatuh cinta dan jatuh cinta bukanlah hal yang salah memang.


"Maaf pak tapi para wali murid mendesak saya untuk mengeluarkan Orin dari sekolah ini!" Ucapnya dengan jujur entah kenapa Miss Amanda merasakan hal lain dalam perbincangannya kali ini dengan Marcel.


Marcel memijat pelipisnya, memang ini bukan perkara mudah apalagi sudah sampai ke wali murid. Dan yang tidak Marcel mengerti kenapa wali murid itu bisa sejauh ini mengetahui perihal hubungannya. Mungkin jika masih sampai di telinga para murid masalahnya tidak akan serumit ini, apalagi mengingat bagaimana julitnya mulut wali murid tersebut terutama wali murid perempuan.


"Apakah tidak ada jalan lain Miss, dan kenapa harus Orin yang dikeluarkan, bukan saya saja?"


"Semua wali murid meminta jika yang dikeluarkan Orin saja pak."

__ADS_1


"Huft. Bukankah beberapa waktu lalu saya sudah mengajukan surat pengunduran diri tapi Miss Amanda menahan saya untuk tetap berada disini. Dan lagi bukankah Miss Amanda tahu sejak awal tujuan saya masuk ke sekolah ini untuk apa?" Miss Amanda pun semakin takut mendengar suara Marcel yang begitu dingin. Dia tahu betul jika tujuan awal Marcel datang kesini untuk lebih dekat dengan Orin dan itu sudah dibahas sejak awal Marcel menginjakan kakinya di sekolah ini bersama dengan Daddy Arga. Miss Amanda pun merasa dilema keputusan mana sekarang yang harus dia pilih. Jika dipikir-pikir lagi keluarga Orin juga sudah membantu banyak pada sekolah ini.


"Anda tahu bukan siapa keluarga Orin, mendengar kabar ini pasti mereka tidak akan tinggal diam." Miss Amanda kembali tersentak dengan ucapan terakhir Marcel. Dia tahu betul keluarga Orin adalah salah satu keluarga yang disegani di ibukota ini, seharusnya sebelum mengambil keputusan dia berpikir terlebih dahulu.


"Saya akan mengundurkan diri sekarang dan saya harap anda tidak mengeluarkan Orin dari sekolah, bagaimana pun caranya!"


"Masalah ini belum sampai di telinga orang tua Orin, jika mereka tahu entah apa yang akan mereka lakukan pada sekolah ini." Ucap Marcel untuk menakut-nakuti Miss Amanda dan benar saja wajah Miss Amanda kini sudah pucat pasi. Sebaiknya dia mengambil jalan yang menguntungkan saja lagipula kesalahan Orin bukan hal yang besar dan itu juga bisa dikatakan bukan kesalahan.


Sebenarnya Marcel berbohong mengenai ketidaktahuan keluarga Orin sebab Marcel sendiri sudah menceritakan masalah ini pada Daddy Arga. Awalnya Daddy Arga kesal sebab Miss Amanda memutuskan begitu saja untuk mengeluarkan Orin dari sekolah apalagi dengan alasan karena ketahuan berpacaran dengan salah satu gurunya sendiri. Apa salahnya berpacaran dengan gurunya sendiri? Toh selama ini baik Marcel maupun Orin tidak berbuat macam-macam yang nantinya akan merugikan pihak sekolah.


Dan Marcel sendiri juga tidak mengerti, kenapa orang-orang disini menganggap jika menjalin hubungan dekat dengan guru adalah hal yang salah padahal mereka saling cinta, lalu salahnya dimana? Ah mungkin karena Marcel terlalu lama berada di luar negeri jadi dia sedikit mengikuti cara pandang orang sana.


"Baiklah saya tidak akan mengeluarkan Orin dan untuk para wali murid tersebut saya akan menanganinya sebaik mungkin dan saya pastikan Orin tidak akan mendapatkan perlakuan buruk dari teman-temannya!" Ujar Miss Amanda, mau bagaimana lagi keluarga Orin bukanlah orang yang suka bermain-main dalam urusan apapun dan jika saja tadi terhasut oleh ucapan-ucapan wali murid tersebut bisa saja jabatan kepala sekolahnya yang menjadi taruhannya.


Marcel pun menyeringai puas, akhirnya masalah selesai walaupun dengan cara memberikan sedikit ancam pada kepala sekolah. Persetanan dengan itu semua yang terpenting adalah keselamatan Orin. Dan setelah ini pria itu akan menyusul Orin di kafenya.


"Baiklah kalau begitu saya pamit undur diri! Ini berkas pengunduran diri saya. Terimakasih selama ini sudah di terima baik di sekolah ini." Ucap Marcel lalu undur diri dari tempat duduknya dan pergi dari ruangan tersebut. Setelah ini dia harus mengintrogasi kekasihnya itu, kenapa selama ini menghindarinya.

__ADS_1


__ADS_2