Istri Tuan Arga

Istri Tuan Arga
42


__ADS_3

"Ini pantai Dreamland sayang. Ayo kita kesana!" Ucapnya setelah memberhentikan mobilnya di parkiran. Mereka pun berjalan menuju bibir pantai.


Sesampainya dipinggiran pantai Retha tak henti-hentinya berdecak kagum. Hamparan pasir putih yang luas dan laut biru yang menyejukkan mata. Retha pun bermain-main air layaknya anak kecil. Sedangkan Arga memilih diam mengamati sang istri.


Karena cuaca cukup panas Arga memilih berteduh ditempat duduk yang disediakan dipinggiran pantai. Berbeda dengan Arga Retha lebih memilih untuk tetap bermain dipantai. Cuaca panas tidak menyurutkan semangatnya untuk bermain air.


"Sayang ayo kita duduk disana?" Ajak Arga sembari menunjuk tempat duduk.


"Kau duluan lah kesana nanti aku akan menyusul."


Arga pun meninggalkan Retha yang masih asyik bermain air. Arga memilih duduk yang tidak jauh dari tempat Retha agar dia tetap bisa mengawasi istrinya.


Retha yang sudah lama bermain dipinggiran pantai merasa kelelahan, akhirnya dia berjalan menuju sang suami. Saat hendak kesana tiba-tiba saja ada seorang wanita dengan pakaian sexy berbincang-bincang dengan Arga.


Sungguh pemandangan itu membuat matanya merasakan sakit. Bukan saja matanya tapi juga hatinya. Bagaimana tidak wanita itu memeluk Arga dan yang dipeluk pun tidak merasa risih.


Saat tiba didekat Arga dan wanita itu, tiba-tiba wanita itu berkata "Sayang bukankah kemarin kau berjanji akan tidur dikamar hotel bersamaku?"


Arga pun terkejut dengan pertanyaan itu. Bukan hanya Arga, Retha pun tak kalah terkejutnya. Telinganya memanas mendengar ucapan wanita itu. Dia pun berpikir apakah wanita itu termasuk salah satu pacar Arga. Kalau dilihat-lihat lagi wanita itu memang cantik badannya putih mulus tanpa cacat sedikitpun. Tinggi badannya mungkin hampir sama dengan model-model atau mungkin dia memang seorang model.


Setelah sampai ditempat Arga dan wanita itu Retha hanya diam.


"Oh ini istrimu ya? perkenalkan aku Steffy kekasih Arga." Ucapnya sembari menjulurkan tangannya hendak bersalaman dengan Retha.


Retha yang mendengar itu berjalan mundur dan berlari entah kemana kakinya akan berlabuh. Dia melihat Arga mengejarnya dan wanita itu pun juga ikut berlari dibelakang Arga membuat Retha semakin geram.


"Stef lihatlah kau membuat istriku salah paham, dia pasti marah denganku!" Kata Arga pada Steffy. Steffy hanya mengangkat bahunya sebagai jawaban.


"Sayang tunggu aku bisa menjelaskan semuanya?" Ucap Arga sembari meraih lengan Retha.


"Tidak perlu menjelaskan apa-apa lagi Ar, semuanya sudah begitu jelas."


"Tapi ini tidak seperti yang kau pikirkan sayang."


"Memang kau tahu aku memikirkan apa? Sudahlah kembali ke kekasihmu itu dia pasti menunggumu."


"Kau salah paham sayang!"

__ADS_1


Steffy yang sedari tadi mendengar perdebatan mereka hanya tersenyum.


"Steff jelaskan padanya apa hubunganku denganmu yang sesungguhnya?" Pinta Arga pada Steffy.


"Baiklah kalau itu maumu sayang, aku dan Arga adalah sepasang kekasih dan lihatlah aku memakai cincin tunangan dari Arga."


Arga pun membelalakkan matanya mendengar pertanyaan Steffy. Sementara Retha terus meronta-ronta agar Arga melepaskan tangannya. Sungguh ucapan wanita tadi membuat hati Retha begitu sakit. Bagaimana pun juga Arga adalah suaminya tidak kah itu menyakitkan jika mengetahui bahwa suamimu memiliki kekasih lain.


"Hei Stef kau jelaskan yang sebenarnya jangan mengarang cerita seperti itu."


Steffy hanya tertawa mendengar ucapan Arga yang kesal terhadap dirinya. Sedangkan Retha jangan ditanya lagi dia sudah begitu muak dengan drama yang ada didepannya ini.


Melihat wajah Retha yang sudah merah padam menahan cemburu dan amarah akhirnya Steffy pun angkat bicara lagi.


"Lihatlah Arga istrimu begitu sangat mencintaimu, dia cemburu padaku."


"Bodoh!! bagaimana tidak cemburu kau bilang kau itu kekasihku, cepat jelaskan yang sebenarnya!"


"Baiklah." Steffy pun menjulurkan tangannya kembali pada Retha.


"Perkenalkan aku Steffy, sepupu Arga."


"Aku tadi hanya berniat menggodamu, sungguh aku bukan kekasihnya."


Retha pun kembali menatap tajam ke arah Arga.


"Dia benar sayang, dia adalah sepupuku dan kebetulan dia juga sedang berlibur disini."


"Benar begitu?" Tanya Retha kembali memastikan.


"Benar Retha, aku tadi hanya menggodamu. Aku hanya ingin tahu apakah kau benar-benar mencintainya, selama yang aku tahu tidak ada wanita yang benar-benar tulus mencintai suamimu itu mereka hanya menginginkan hartanya saja. Tapi suami bodohmu itu selalu saja percaya dengan mereka!" Jelasnya panjang lebar.


"Aku juga meminta maaf sudah membuatmu kesal." Ucapnya lagi.


Retha pun bingung harus bagaimana, sebenarnya dia sendiri juga malu. Bagaimana dengan tidak tahu malunya dia cemburu dengan sepupu suaminya itu.


"Ah iya kak aku juga minta maaf padamu!" Kata Retha.

__ADS_1


"Begini saja sebagai permintaan maafku, apakah nanti malam kau bersedia makan malam dengan keluarga kecilku?"


"Keluarga kecil?" Tanya Retha sedikit bingung.


"Iya, aku suamiku dan putraku."


"Jadi kak Steffy sudah menikah dan punya anak?"


"Iya putraku baru berusia lima tahun."


"Wah baiklah aku mau kak."


"Ehem." Arga pun berdehem karena sedari tadi dia didiamkan dan tidak dianggap.


"Ya sudah pasti Jerry dan suamiku sudah menunggu, aku kembali dulu ya jangan lupa nanti malam!" Ucapnya sambil berlalu meninggalkan Retha dan juga Arga.


Retha pun bergegas meninggalkan suaminya yang sedari tadi tersenyum menggodanya. Dia benar-benar malu dengan sikapnya sendiri tapi dia juga kesal pada suaminya kenapa tidak menjelaskan dari awal sehingga salah paham tersebut tidak ada.


"Sayang tunggu jangan marah padaku lagi!"


Retha hanya diam tidak menghiraukan Arga yang memohon padanya. Sesampainya dimobil Retha juga masih terdiam. Arga tidak kehilangan akal dia tahu akan kelemahan istrinya yaitu makanan. Berhubung ini jam makan siang dia pun bergegas meninggalkan pantai dan menuju restoran.


Setelah menempuh waktu yang cukup lama akhirnya mobil yang merek tumpangi memasuki sebuah restoran yang langsung berhadapan dengan pantai.


"Ayo!" Ajak Arga pada istrinya.


Mereka pun bergegas memasuki restoran tersebut. Retha begitu takjub dengan restoran tersebut terlihat begitu indah dan berkelas. Mereka duduk bersebelahan sembari menikmati angin laut yang menerpa tubuh mereka.


"Kau mau pesan apa?" Tanya Arga pada Retha sembari memberikan buku menu yang dibawa oleh pelayan.


Retha pun menyebutkan beberapa macam menu makanan yang menurutnya enak. Setelah pelayan selesai menulis daftar pesanan mereka, pelayan tersebut kembali ke dapur.


"Jangan marah!" Kata Arga sembari memeluk Retha dari samping dan membenamkan wajahnya diceruk leher Retha. Retha merasa kasihan dengan suaminya yang sedari tadi memohon maaf padanya.


"Iya aku tidak marah lagi!" Ucapnya lalu mengelus tangan suaminya yang melingkar diperutnya.


"Oh iya nanti kita makan malam dimana?" Tanya Retha.

__ADS_1


"Entahlah Steffy belum memberitahu tempatnya, mungkin di villa yang mereka tempati."


__ADS_2