
Sesampainya di villa Retha langsung masuk kedalam dan menggandeng tangan Jerry membiarkan Arga mengangkat semua tas keperluan Jerry sendiri. Karena sudah malam semua pelayan pasti sudah pulang.
"Sayang kamu angkat sendiri ya tasnya Jerry aku mau langsung masuk!"
Arga tidak menjawab dia hanya melirik tajam pada istrinya. Dia tahu ini pasti balas dendam karena ucapan Jerry tadi.
Sesampainya didalam kamar Retha langsung menyuruh Jerry untuk membasuh wajah dan gosok gigi terlebih dahulu.
"Sayang kamu gosok gigi dan cuci muka dulu ya habis itu ganti pakaian tidurmu!"
Jerry hanya mengangguk sembari menunggu tas yang berisi peralatan mandi serta baju tidurnya.
"Lama banget sih pa?" Tanya Jerry ketika Arga baru saja masuk kedalam kamar mereka.
"Diam kamu bocah tengik!" Jawab Arga sinis.
Retha hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah suaminya itu. Bagaimana bisa dia begitu marah dengan anak kecil. Kemudian Retha mengambil alih tas yang dibawa Arga dan mencari peralatan yang dibutuhkan Jerry.
"Ayo Jerry kita ke kamar mandi dulu!" Ajak Retha sembari menggendong bocah kecil itu.
Retha mendudukan Jerry diatas wastafel. Lalu dia membasuh wajah Jerry dengan telaten. Setelah itu dia menggosok gigi Jerry. Saat sedang asyik menggosok gigi Jerry tiba-tiba saja Arga masuk kedalam kamar mandi.
"Kamu kenapa kesini?" Tanya Retha heran.
"Aku juga mau gosok gigi." Ucapnya sembari memperlihatkan deretan gigi putihnya itu.
"Gosok sendiri!"
"Oh jadi kamu lebih suka menggosok gigi Jerry dari pada aku, baiklah!"
Setelah mengucapkan itu tiba-tiba saja tangan Arga melingkar diperut Retha kemudian mencium leher jenjang milik istrinya itu.
"Arga apa yang kamu lakukan? Kamu gila ya disini masih ada Jerry!" Ujar Retha kesal.
"Salah sendiri kau tidak mau menggosok gigiku." Katanya dengan santai.
"Baiklah hentikan, ini aku akan menggosok gigimu setelah selesai menggosok gigi Jerry."
Kemudian Arga terseyum bangga pada Jerry, Bagaimana kau tidak bisa merebut perhatian istriku kan? pikir Arga.
Setelah menggosok gigi Jerry Retha beralih untuk menggosok gigi bayi besarnya itu. Selesai menggosok gigi mereka kembali ke dalam kamar untuk mengganti pakaian. Pertama Retha mengganti baju Jerry terlebih dahulu.
"Setelah ini ganti bajuku juga ya?" Tanya Arga pada istrinya itu.
"Tidak mau, kenapa hari ini kau menjadi manja sekali!"
"Oh jadi tidak mau, baiklah kalau begitu." Ucap Arga kemudian mendekatkan tubuhnya ke tubuh Retha. Retha pun membulatkan matanya bagaimana tidak tiba-tiba Arga mencium sekilas bibir Retha didepan Jerry.
"Aku bisa melakukan lebih dari ini!" Bisiknya di telinga Retha.
__ADS_1
"Cabul!" Pekik Retha.
Arga terkekeh melihat wajah merona Retha. Dia merasa berhasil menggoda istrinya hingga malu seperti itu.
"Sudah selesai! Sekarang Jerry berbaring dulu ya mama mau ngurusin papamu dulu!"
"Iya ma."
Setelah selesai memakaikan baju tidur Jerry Retha berjalan menuju walk in closet untuk mengambil baju tidur Arga dan dirinya. Retha mengambil sebuah piyama yang warna dan coraknya sama dengan miliknya.
"Pakai ini!" Perintah Retha. Arga menggelengkan kepalanya. Retha pun mengerutkan keningnya tidak mengerti apa yang dimaksud suaminya itu.
"Pakai kan, tadi kau juga memakaikan baju ke Jerry juga!"
"Ya Tuhan, suamiku cabul juga manja sekali ya!" Dengus Retha.
Setelah menyelesaikan pekerjaannya Retha kembali berbaring merebahkan dirinya disamping Jerry begitu juga dengan Arga dia merebahkan diri di samping Retha.
"Kenapa kau disini, tidurlah disamping Jerry!"
"Tidak mau!"
"Jerry tidur sekarang ya, besok pagi kita jalan-jalan!"
"Benarkah ma? Jalan-jalan kemana kita?"
"As you wish my boy." Ucapnya kemudian mencium kening Jerry. Jerry pun melingkarkan tangannya ke pinggang Retha. Arga yang melihat itu tidak mau kalah, dia juga melingkarkan tangannya ke perut Retha dan mengunci pergerakan kaki Retha.
"Ma bisa nyanyikan aku sebuah lagu pengantar tidur?" Pinta Jerry.
"Dasar manja," Sinis Arga.
"Husstttt diamlah kau ini!"
"Baik sayang aku akan menyanyikan sebuah lagu untukmu tapi kau harus segera tidur oke?"
"Oke ma!"
Kemudian Retha menyanyikan sebuah lagu sembari mengelus rambut anaknya itu.
Twinkle twinkle little star,
How I wonder what you are,
Up above the world so high,
Like a diamond in the sky,
Star light,
__ADS_1
Star bright,
The first star I see tonight,
I wish I may, I wish I might,
Have the wish I wish tonight,
Arga yang juga mendengar Retha bernyanyi itu pun merasakan kedamaian tersendiri. Suara merdu sang istri mampu menghipnotis tubuhnya. Tak butuh waktu lama Arga ikut terlelap.
Setelah keduanya terlelap Retha mencium kening Jerry dan kemudian berganti mencium kening suaminya. Dua jagoan hebat yang Retha miliki, sungguh indah bukan jika Retha memiliki anak sendiri. Dia tidak bisa membayangkan bagaimana cemburu suaminya terhadap anaknya sendiri.
****
Di pagi yang cerah, ditemani merdunya suara burung, Retha terbangun, dilihatnya sang matahari telah menunjukkan jati dirinya, terlihat kegelapan telah berganti menjadi cahaya.
Retha bangun dilihatnya dua malaikat kebahagiaannya masih terlelap dengan wajah damainya. Kemudian Retha beranjak dari tempat tidurnya untuk membersihkan diri. Setelah selesai membersihkan diri Retha begegas untuk membuat sarapan.
"Selamat pagi nyonya muda?" Sapa para pelayan yang ada di villa itu.
"Pagi, emm hari ini aku ingin memasak sarapan sendiri, apa boleh?"
"Tapi nanti jika tuan muda marah bagaimana? Lebih baik Nyonya muda istirahat saja biarkan kami yang membuat sarapan." Tolak halus dari salah satu pelayan itu.
"Tidak dia tidak akan marah, kumohon izinkan aku membuat sarapan sendiri, nanti kau bisa membantuku."
"Baiklah nyonya muda."
Retha pun bergegas untuk membuat sarapan. Hari ini dia akan membuat omelet sayur dan roti tawar isi sosis dan sayuran yang baik untuk kesehatan.
Setelah sarapan siap dia kembali kedalam kamar untuk membangunkan keduanya.
"Sayang ayo bangun katanya nanti mau pergi jalan-jalan!" Ucap Retha sembari mengguncang tubuh mungil Jerry. Tetapi bukannya bangun Jerry malah memasukkan tubuhnya lebih dalam ke selimut. Retha hanya menghela nafas.
"Suamiku ayo bangun sudah pagi, aku mau jalan-jalan!" Kata Retha dengan menepuk-nepuk pipi suaminya itu.
"Lima menit lagi!" Jawabnya tetapi masih dengan mata tertutup.
Retha pun mendengus kesal sulit sekali untuk membangunkan kedua laki-laki itu.
"Iya sudah kalau kalian tidak mau jalan-jalan, lebih baik aku berangkat sendiri bersenang-senang bertemu banyak bule ganteng!" Kata Retha dengan suara keras agar keduanya mendengar.
Seketika mereka berdua terbangun dengan mata yang menatap tajam pada Retha.
"Apa? Iya sudah lanjut tidur sana aku mau berangkat."
"Tunggu!" Ucap mereka bersamaan.
Mereka pun berlarian ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Tak butuh waktu lama mereka segera keluar kamar mandi dan memakai baju.
__ADS_1
"Ayo!" Ajak mereka bersamaan. Retha hanya menyebikkan bibirnya.
"Sarapan dulu, aku sudah membuat sarapan untuk kalian!"