
Pagi harinya Orin terbangun karena suara berisik dari jam alarmnya. Dengan malas dia pun pergi ke kamar mandi dan bersiap-siap untuk pergi ke sekolah. Setelah melewati tiga puluh menit ritual mandi akhirnya dia pun keluar dan segera berganti pakaian. Selanjutnya dia segera turun sebelum ibunda ratu atau mommynya berteriak mengganggu pendengarnya.
"Selamat pagi semua?" Sapa Orin kemudian duduk di tempat yang biasa dia tempati untuk makan.
"Pagi sayang!"
"Pagi anak mommy!" Jawab Retha sambil menuangkan segelas susu hangat ke gelas Orin.
"Ah ya tadi pagi sopir Oma nganterin handphone sama tas kamu terus mommy tanya ke Oma katanya kamu pulang duluan, emang kenapa sih sayang?"
"Oma sama opa ngeselin banget mom dad, kalian tahu mereka mau jodohin Orin lagi. Dan yang buat Orin kesel tuh laki-laki yang mau dijodohkan sama Orin nggak banget deh!" Jawab Orin dengan kesal tapi tak mengurangi nafsu makannya.
"Terus kamu kemarin pulang sama siapa?"
"Ah itu anu...!" Ucap Orin dengan gelagapan. "Sama temen mom kemarin kebetulan banget pas Orin keluar buat cari taxi eh ada temen Orin yang lewat." Jawab Orin berbohong, dia malu jika harus mengatakan pulang bersama dengan gurunya itu.
"Cewek apa cowok?" Tanya daddynya yang sejak tadi sibuk membaca koran hariannya.
"Pasti cowok dong sayang mana mungkin cewek keluyuran malam malam gitu." Jawab Retha kemudian ikut duduk didepan Orin.
"Ih mommy apaan sih sok tahu deh!" Cibir Orin dengan pipi memerah. Ini pertama kalinya Orin pulang diantar oleh laki-laki.
"Emang bener kan? Orang tadi malam mommy lihat kamu pulang kok!"
"Eh yang bener mommy lihat Orin pulang tadi malam?" Tanya Orin penasaran. Semoga saja mommynya hanya berbohong, dia akan sangat malu jika itu adalah kebenaran.
"Tidak. Mommymu berbohong orang tadi malam dia aja tidurnya pulas banget Rin." Jawab daddy Arga sebelum mommy Retha menjawab.
"Ih mommy tuh nggak bakat banget ya bohong!" Ledek Orin dia sekarang merasa menang.
"Mom aku mau bawa bekal dong hari ini, mommy siapin ya?"
__ADS_1
"Tumben anak cewek setengah cowoknya Daddy minta dibawain bekal? Biasanya kalau dibawain bekal yang paling anti banget!" Tanya Daddy Arga penasaran karena yang dia tahu anak ceweknya itu memang paling tidak suka jika dibawakan bekal.
"Iya Orin lagi malas buat jalan ke kantin." Bohong Orin karena bukan itu alasan sebenarnya dia membawa bekal. Tapi karena dia tidak ingin saja bertemu dengan Alex.
"Ya udah tunggu dulu, mommy buatin. Oh ya ponsel kamu ada di meja ruang keluarga."
"Iya Orin ambil ponselnya sama tas dulu ya mom!"
Setelah mengambil tas dan ponsel dia segera menuju ke ruang makan lagi untuk mengambil bekal serta berpamitan dengan kedua orang tuanya. Lalu dia segera menancapkan mobilnya menuju ke sekolah. Saat itu dia belum sempat untuk memeriksa ponselnya lagi.
Sampai di sekolah dia bisa bernafas dengan lega pasalnya masih ada lima menit sebelum bel berbunyi. Sekilas dia melihat sosok yang tadi malam bersamanya. Entah kenapa jantungnya berdegup kencang ketika melihat sosok itu berbincang-bincang dengan murid lain. Terkesan hanya biasa saja tapi itu terlihat sangat berkharisma.
"Tumben lu kagak telat? Akhir-akhir ini gue perhatiin lu juga kagak pernah telat lagi!" Tanga Aneta yang sudah duduk disampingnya.
"Iya tadi mommy bangunin gue tepat waktu."
"Ye biasanya juga tante selalu bangunin lo tepat waktu tapi kadang lu nya aja yang nggak bangun-bangun!"
"Oh ya lu tadi malam katanya mau ngomong sesuatu, apaan?" Tanya Aneta yang teringat jika tadi malam Orin menghubunginya dan ingin membicarakannya sesuatu hal yang katanya sangat penting itu.
"Ya elah Rin, kayaknya lu lagi sakitnya? ditanya bukanya jawab malah senyum-senyum sendiri dan lagi kenapa tangan lu pegang-pegang bibir tuh?"
"Enak aja gue kagak sakit tahu!"
Tiba-tiba saja saat Orin hendak bercerita tentang pertemuan Oma dan opanya tadi malam dengan keluarga Alex, Bima sang ketua kelas datang menghampiri mereka berdua.
"Eh Rin lu beneran di jodohin sama Alex ya?" Tanya Bima tiba-tiba.
"Enak aja, mana mau gue dijodohin sama playboy cap kapak kayak Alex." Jawab Orin dengan ketus baru saja dia ingin bercerita pada Aneta.
"Emang bener Rin lu di jodohin sama Alex? Kenapa nggak cerita sama gue sih?"
__ADS_1
"Kagak gitu Net, jadi gini tadi malam gue emang makan malam sama Alex dan opanya. But that's just dinner is not about matchmaking."
"Dan lu tahu itu semua dari mana Bim?"
"Dari Instagram Alex lah. Orang dia tadi pagi post foto ada lu juga." Jawab Bima apa adanya.
"Emang iya Net? Dia post foto gue?" Tanya Orin dengan ketidaktahuannya itu.
"Mana gue tahu sih Rin, kan gue juga kagak follow si Alex."
"Ya udah ah bentar gue mau samperin Alex dulu!"
Dilain tempat Alex dan teman-temannya sedang berbincang-bincang di dalam kelas sambil menunggu guru yang akan datang.
"Eh Lex lu beneran emang dijodohin sama Orin?" Tanya Adam teman sebangku Alex. Vanessa yang sejak tadi diam pun jadi ikut menguping pembicaraan para laki-laki itu.
"Iya lah lu kagak lihat di foto itu ada gue sama opa terus Orin sama opa omanya juga." Jawab Alex dengan percaya dirinya.
"Tapi kan dari yang kita tahu nih Orin nggak suka sama lu terus zaman sekarang juga siapa sih yang mau dijodohin, ya nggak temen-temen?"
"Iya bener banget tuh Lex!" Jawab Briyan teman satu gengs Alex.
"Buktinya gue mau kok."
"Iya itu karena lu dijodohinnya sama Orin, coba sama yang lain lu mana mau!" Timpal Adam kemudian mereka pun tertawa bersama. Vanessa yang mendengar itu pun semakin jengkel dibuatnya. Dia merasa sudah kalah jauh dengan Orin. Mereka sudah pertemuan keluarga sedangkan dirinya Alex saja sangat sulit untuk dia dekati. Dengan tekad yang bulat Vanessa tidak akan pernah menyerah untuk memperjuangkan cintanya pada Alex.
"Lex gue mau ngomong sama lu!" Kata Orin yang tiba-tiba saja sudah berdiri dengan tangan dilipat didada.
"Eh my future fiancé?"
"Jangan panggil gue calon tunangan because it's all only in your dreams!"
__ADS_1
"Oke oke, mau ngomong apa?" Tanya Alex mengalah entah kenapa dia yang biasanya tampil garang jika dihadapan Orin menjadi sosok yang lemah lembut.
"Gue nggak mau ngomong disini! Ikut gue sekarang!"