Istri Tuan Arga

Istri Tuan Arga
47


__ADS_3

Retha pun memutar bola matanya malas, bagaimana bisa manusia berbeda generasi itu mengungkapkan hal yang kompak seperti itu.


Mereka pun memesan beberapa menu makanan. Setelah selesai makan mereka akan melanjutkan mencari orang tua Renata. Setelah berkenalan cukup lama dengan gadis kecil itu ternyata bukan gadis pendiam dia sangat ceria sama seperti Jerry.


"Sayang kamu bisa sebutkan ciri-ciri mama dan papamu?"


"Ayah tadi memakai baju warna merah Tante kalau ibu pakai baju warna biru."


Retha agak kebingungan untuk membantu Renata pasalnya dia sendiri bingung bagaimana cara menyebutkan ciri-ciri orang tuanya sendiri. Mungkin karena dia masih kecil dan saking asyiknya bermain sampai tidak memperhatikan orang tuanya.


"Oh baiklah sekarang kita cari bersama-sama ya sayang?" Renata pun mengangguk-anggukkan kepalanya.


Mereka berempat keluar dari restoran tersebut dan menyusuri tempat-tempat yang kemungkinan di lalui oleh orang tua Renata.


Setelah cukup lama mencari akhirnya mata Arga seperti menemukan sosok dua orang laki-laki dan perempuan sepertinya mereka sedang mencari sesuatu. Baju yang mereka pakai pun sama dengan yang disebutkan Renata tadi.


"Rena itu ayah dan ibumu bukan?" Tanya Arga pada anak tersebut sembari menunjuk ke arah dua orang tadi.


"Iya itu ayah dan ibuku."


"Ayaaahhhh.....!"


"Ibuuuuuuu.....!" Teriak Renata. Kedua orang itu pun menoleh ke arah suara. Mereka terkejut anak yang mereka cari sudah ketemu.


"Kamu kemana saja Rena? Ibu dan ayahmu mencari-carimu sedari tadi." Kata ibu itu dengan nada yang begitu khawatir.


"Maaf Bu!" Ucap Renata sembari menundukkan wajahnya karena takut.


Ibunya pun duduk berjongkok menyamai tingginya dengan tinggi Renata.


"Lain kali jangan seperti ini lagi ya?" Renata hanya mengangguk. Kemudian ibu itu mencium pipi Renata.


"Terimakasih tuan dan nyonya sudah membantu anak saya!" Ucap laki-laki yang sepertinya ayah Renata itu.


"Sama-sama pak, jangan panggil seperti itu panggil saja saya Retha dan ini Arga suami saya." Jelas Retha.


"Saya Jerry om tadi saya yang menyelamatkan Renata. Tadi Renata didorong anak laki-laki lalu lututnya lecet tapi tenang saja aku sudah mengobati lukanya!" Ucap Jerry dengan percaya diri.


Retha terkejut dengan tingkah Jerry berbeda dengan Arga yang hanya tersenyum menahan tawa.

__ADS_1


"Wah terimakasih ya nak Jerry kamu baik sekali." Kata ibu Renata.


"Sekali lagi saya terimakasih sudah membantu anak saya, kami sekeluarga pamit pulang terlebih dahulu?" Ucap ayah Renata dengan sopan.


"Pa ma ayo kita antarkan mereka pulang, ini sudah sore pasti mereka kelelahan tadi mencari Rena?"


"Tidak perlu Jerry kami tadi bawa motor jadi tidak perlu diantar." Tolak ibu Renata.


"Tidak apa-apa Bu bapak, biar kamu antar kalian saja nanti motornya biar diantar sama orang suruhan saya." Kata Arga.


"Tidak usah nanti kami merepotkan kalian?"


"Tidak Bu kami tidak merasa direpotkan, lebih baik ibu dan keluarga ikut mobil saya saja jika tidak bocah nakal ini pasti akan mengamuk pada kami." Jelas Arga sembari tersenyum nakal pada Jerry. Jerry pun mencubit pelan lengan Arga. Dia merasa malu dengan perkataan papanya tadi. Tapi bagaimana pun juga pernyataan papanya tadi adalah sebuah kebenaran.


Akhirnya mereka pun menuruti permintaan Jerry untuk mengantar mereka pulang. Mereka keluar dari kebun binatang menuju ke tempat parkir. Sebelum pulang Arga menelefon salah satu anak buahnya terlebih dahulu untuk mengambil motor ayah Renata.


"Ayo Jerry duduk didepan!" Perintah Retha.


"Jerry duduk dibelakang ma sama Renata."


"Mana cukup sayang nanti sempit dong ayah dan ibunya Rena?"


"Tidak apa-apa nak Retha nanti biar Rena duduk dipangkuan saya saja." Ucap ayah Renata.


Akhirnya mobil yang mereka tumpangi meninggalkan pelataran parkir di kebun binatang. Mobil yang mereka tumpangi melewati jalan-jalan kecil yang masih asri dengan persawahan yang hijau.


Hingga matahari tenggelam mobil yang mereka tumpangi baru sampai disebuah pekarangan rumah sederhana namun kental akan adat Bali nya. Ukuran rumah yang sedang dan eksterior tidak terlalu ramai. Warna coklat tanah dan ukiran-ukiran cantik menghiasi tampilan luarnya sehingga semakin membuat lebih tradisional.


"Silahkan mampir terlebih dahulu, sudah malam kita makan malam bersama?"


Saat Retha hendak menjawab tiba-tiba saja Jerry sudah menyela ucapannya.


"Boleh boleh." Kata Jerry penuh antusias.


Retha pun mengernyitkan keningnya sungguh hari ini Jerry membuatnya bingung. Setelah itu mereka memasuki rumah keluarga Renata.


"Jerry sekolah dimana nak?" Tanya ibu Renata sangat diruang makan.


"Di Italia Tante."

__ADS_1


Ayah dan ibu Renata terkejut ternyata Jerry bukan dari Indonesia tapi Jerry lancar berbahasa Indonesia.


"Tapi lancar ya bahasa Indonesianya?"


"Iya Bu, soalnya dikeluarga kami meskipun sedang berada diluar negeri tetapi tetap tidak melupakan bahasa nenek moyang sendiri. Pasti para orang tua akan menyiapkan guru privat khusus bahasa Indonesia." Jelas Arga. Retha hanya menganggukkan kepalanya dia juga baru tahu tentang ini.


"Sebentar saya ambilkan makanannya dulu, ayo Rena bantu ibu!"


Ibu Renata dan Renata pun masuk ke dalam dapur untuk membawa makan malam. Keluarga mereka memang sangat sederhana, rumah sederhana tapi kehangatan dalam keluarga mereka sangat luar biasa.


"Maaf makanannya adanya cuma ini!" Ucap ibu Renata sembari membawa beberapa piring dari dalam.


"Tidak apa-apa Bu pasti ini enak." Kata Retha.


"Iya ini ada beberapa makanan khas dari pulau Bali, silahkan dicoba?"


Akhirnya mereka pun makan bersama dengan obrolan-obrolan ringan. Setelah selesai makan bersama Arga dan Retha serta Jerry pamit undur diri untuk kembali ke villa.


"Jangan lupakan aku ya, nanti kalau sudah besar aku akan kesini lagi, kamu jangan kemana-mana." Ucap Jerry pada Renata. "Dan jangan lupa simpan baik-baik sapi tanganku." Imbuhnya lagi.


Akhirnya mobil mereka melaju meninggalkan Renata dan keluarganya. Saat ditengah perjalanan Arga menyuruh Retha untuk bertanya jam berapa Jerry akan dijemput.


"Sayang kamu telfon Steffy, jam berapa dia jemput Jerrynya?"


"Iya iya."


Retha pun meraih benda pipih yang disimpan didalam tasnya itu.


"Kak Steffy?" Tanya Retha pada seseorang diseberang telepon sana.


"Iya Retha ada apa ya?"


"Kak Steffy mau jemput Jerry jam berapa?"


"Emm Maaf ya Re hari ini aku belum bisa jemput Jerry aku masih ada urusan dengan Justin. Tidak apa-apa kan kalau aku titip Jerry sementara dulu di kamu?"


"Oh tidak apa-apa kak justru aku senang ada temannya." Ucap Retha kemudian mematikan ponselnya.


"Bagaimana?" Tanya arga.

__ADS_1


"Kak Steffy hari ini belum bisa jemput Jerry katanya masih ada urusan." Ujar Retha sembari tersenyum kuda. Dia pasti tahu suaminya nanti akan kesal karena masih ada Jerry di tempat mereka.


"Pasti ini akal-akalan Steffy nenek lampir itu!" Gerutu Arga di sepanjang perjalanan.


__ADS_2