Istri Tuan Arga

Istri Tuan Arga
70


__ADS_3

Mereka pun menunggu dengan harap-harap cemas. Pasalnya sudah sejak siang hari tadi dan sekarang sudah menunjukkan pukul sepuluh malam tapi para dokter dan juga perawat belum juga kunjung keluar dari ruang operasi tersebut.


"Ibu bisa pulang dulu besok pagi kembali lagi kesini, mama juga istirahat dirumah aja biar Arga yang nunggu Retha!" Pinta Arga pada dua orang perempuan paruh baya yang duduk dikedua sisinya.


"Tidak nak, ibu mau nunggu Retha dulu!" Jawab Bu Mira, ibu dari Retha yang sudah datang dari sore tadi.


"Benar apa yang dikatakan Arga Mir, kita istirahat dirumah saja dulu besok pagi baru kita kesini lagi!" Bujuk Mama Rani sebetulnya dia juga enggan untuk meninggalkan rumah sakit apalagi dari tadi tidak ada kejelasan dari para dokter apa yang terjadi pada menantunya tapi dia juga tidak boleh egois kesehatan Bu Mira juga harus dia pikirkan.

__ADS_1


"Tapi nanti bagaimana dengan Retha?" Tanya Bu Mira cemas, bagaimana tidak putri tersayang sedang berjuang antara hidup dan mati didalam sana.


"Pasti Retha akan baik-baik saja Bu, ibu tidak perlu khawatir!" Jawab Arga meyakinkan ibu mertuanya itu.


Akhirnya Bu Mira pun bisa pasrah, beliau pun ikut pulang bersama papa Johan dan mama Rani. Papa Johan memutuskan agar Bu Mira ikut tinggal bersama mereka untuk beberapa waktu. Menurutnya itu lebih efektif dan efisien karena tempat tinggal papa Johan tidak begitu jauh dengan rumah sakit Retha berada sedangkan rumah Bu Mira membutuhkan beberapa waktu agar tiba sampai disana.


Arga merutuki kebodohannya yang terlalu lalai dalam menjaga Retha dan menanggap remeh rubah gila itu. Bagaimana tidak setelah kejadian kecelakaan itu namanya menjadi trending topik di halaman berita gosip maupun bisnis. Skandal pengusaha muda dengan selingkuhannya, bukankah itu menjijikan. Ivanka benar-benar membeberkan hubungan mereka kepada wartawan dan setelah itu dia melarikan diri ke luar negeri. Mau tidak mau Arga harus membuat video klarifikasi dari rumah sakit karena dia tidak bisa meninggalkan Retha sedetikpun.

__ADS_1


Dan lebih membuat jengkel Arga lagi adalah Ivanka yang ternyata sudah matang untuk melakukan rencana ini. Bahkan anak buahnya sudah kehilangan jejak Ivanka karena dia sekarang sudah berada di dalam perjalanan ke Amerika. Tetapi Arga tidak mau menyerah begitu saja dia tetap menyuruh anak buahnya untuk mencari Ivanka sampai dapat. Wanita licik nan gila itu harus mendapatkan hukuman atas perbuatannya.


Arga kini menatap kosong ke arah depan. Bayangan bagaimana senyum Retha ketika menyambutnya pulang bekerja tercetak jelas dalam ingatannya. Senyuman manis yang tidak pernah terlepas dari bibir tipis Retha.


"Maafkan semua kebodohanku, aku terlalu takut jika kamu pergi dariku tapi ternyata aku salah. Sekarang karena kebodohanku kau harus mengalami hal ini!" Lirihnya sembari mengusap air matanya yang menetes membasahi pipi dan rahang kokohnya.


Tak beberapa lama kemudian seorang perawat pun keluar dan diikuti beberapa dokter. Arga tidak mengetahui siapa saja dokter tersebut karena hanya Dokter Kenan lah yang dia kenal. Dokter Kenan teman sebangku Arga semasa sekolah menengah pertama.

__ADS_1


"Bagaimana kondisi Retha?" Tanya Arga begitu dokter Kenan sudah berada


__ADS_2