Istri Tuan Arga

Istri Tuan Arga
98


__ADS_3

"Kak Arga adalah segalanya untukku!" Ucapnya kemudian dia terdiam sejenak untuk mengamati perubahan mimik wajah Retha. Dan benar saja wajah Retha yang awalnya sudah mulai tenang dan baik-baik saja sekarang memerah seperti menahan amarahnya. Bella pun tersenyum sepertinya ucapannya sudah banyak mempengaruhi Retha dan Retha bukanlah tipe orang yang mampu mengendalikan mimik wajahnya.


"Segalanya apanya? Bukankah dulu Arga berpacaran dengan Ivanka lalu bagaimana dengannya, benar-benar hubungan orang kaya itu sangat rumit!" Batin Retha sembari memijat pelipisnya yang mulai berdenyut.


"Sama seperti kak Hans mereka menempati tempat tertinggi di hatiku!"


"Ha?" Retha semakin tak mengerti dengan jalan pikiran gadis cantik yang berada di depannya itu.


"Ya mereka adalah pahlawan untukku, selalu ada disaat aku membutuhkan mereka." Bella mulai menarik nafasnya terlebih dahulu sebelum melanjutkan ceritanya.


"Dari dulu orang tuaku atau orang tua kak Hans juga tidak pernah perduli pada kami. Mereka hanya memperdulikan hartanya saja."


"Kau tahu kak aku mempunyai orang tua yang lengkap tapi seperti tak memiliki orang tua!"


"Bagaimana bisa?" Tanya Retha kini dia mulai mengerti jika ada sebuah masa lalu dari mereka.


"Mamaku kembali bekerja setelah dua Minggu melahirkanku. Bukankah itu berarti mereka lebih mementingkan harta daripada anaknya. Sedangkan papa dia hanya beberapa kali saja menengokku. Menyedihkan bukan? Aku punya segalanya mobil, ponsel keluaran terbaru, pakaian mewah dan barang-barang mewah lainnya. Aku tidak pernah kekurangan benda-benda itu tapi aku kekurangan kasih sayang dari dua orang tuaku sama seperti kak Hans."

__ADS_1


"Lalu bagaimana hubungannya dengan Arga?"


"Dulu kak Arga adalah tetangga kami tapi waktu itu kak Arga pergi dan tinggal di Italia tapi saat memasuki sekolah menengah atas dia kembali lagi ke Indonesia. Kak Arga setiap hari datang ke rumah karena memang bersahabat dengan kak Hans. Lalu kami juga menjadi dekat karena tidak adanya orang tua yang dekat dengan kami. Sedangkan orang tua kak Arga beliau juga sama sibuknya dengan orang tuaku tapi mereka masih memiliki waktu untuk anaknya."


"Dan untuk Kak Arga adalah orang paling baik yang pernah aku kenal. Aku sudah menganggapnya kakakku sendiri sama seperti kak Hans. Dia selalu menuruti apapun yang aku inginkan. Mungkin itu sebagai gantinya karena mama dan papa tidak peduli padaku."


"Kau bayangkan saja, mereka setiap pagi sebelum aku bangun sudah bersiap untuk pergi ke perusahaan. Papaku seorang pengusaha properti sedangkan mamaku mempunyai beberapa butik yang tersebar di Indonesia. Bahkan saat aku sakit pun mereka malah menyuruh pelayan untuk mengantarku ke rumah sakit sedangkan mereka sibuk dengan meeting dan launching produk baru."


"Bahkan tak jarang aku juga menyuruh pelayan untuk mengambil raporku karena mama dan papa tidak memiliki waktu. Dulu aku sempat protes dengan tindakan mereka namun ku rasa percuma tidak berimbas apapun pada mereka."


"Bahkan kak Hans pun juga pernah melakukan beberapa tindakan yang di luar kebiasaannya seperti tawuran dan balapan motor agar mama atau papa memperhatikannya tapi ternyata sia-sia mereka malah mencabut fasilitas kak Hans. Bukankah itu sangat egois?"


"Kau tahu dulu badanku tak sebagus ini, aku sangat lah besar dan dekil, iyuhh banget pokoknya?"


"Ha? mana mungkin?" Tanya Retha yang tidak percaya dengan ucapan Bella.


Mereka terlihat mulai akrab, pada dasarnya Retha yang humble dan Bella yang ceria dan pandai bergaul membuat mereka dengan cepat saling mengerti satu sama lain.

__ADS_1


"Iya dulu aku sering kali di bully karena itu. Tapi kak Arga selalu memberikan diriku semangat untuk hidup dengan bahagia dan tidak memperdulikan omongan orang lain. Lalu dengan semangat kak Arga itu aku mulai mencoba untuk diet dan itu berhasil."


"Wow lalu kenapa dulu kau tidak datang ke pernikahan Arga?"


"Waktu itu kuliahku sedang tidak libur kak dan aku tidak bisa meninggalkannya begitu saja. Aku sangat ingin masuk jurusan itu. Sampai-sampai dulu aku berdebat dengan kak Hans juga kak Arga waktu aku mengutarakan keinginanku."


"Memang sekarang kau sedang kuliah dimana?" Tanya Retha penasaran dan Retha sudah bisa menebak jika Bella kuliah di tempat yang elit tentu saja.


"University of California, Los Angeles." Retha pun sedikit terkejut. Benar bukan tebakannya jika Bella sedang menempuh pendidikan di tempat yang menakjubkan itu.


"Lalu bagaimana dengan orang tuamu? Setuju dengan keputusanmu?"


"Mereka hanya menurut saja tanpa memikirkan bagaimana nantinya aku disana. Jauh dari kak Hans dan orang rumah."


"Bersabarlah Bel nanti jika sudah waktunya pasti mereka akan sadar dengan perbuatan-perbuatan mereka di masa lalu." Kata Retha hanya itu yang bisa dia ucapkan. Dia sendiri saja tidak memiliki orang tua yang utuh bagaimana mungkin dia berbicara seolah-olah menggurui Bella.


"Ku rasa tidak akan kak, mereka adalah penggila kerja akut. Waktunya banyak dihabiskan untuk bekerja. Kau tahu setelah kak Hans lulus kuliah dia ingin membuka usaha kuliner dan meminta bantuan dana kepada papa. Dan papa langsung memberikannya tanpa bertanya lebih dahulu untuk apa uang sebanyak itu."

__ADS_1


"Tapi aku masih bersyukur meskipun orang tuaku tidak peduli tapi lebih banyak orang disekitarku yang menyayangiku dengan tulus seperti kak Arga."


__ADS_2