
"Pagi Tante om?" Sapa Aneta yang kebetulan juga sedang berada di parkiran mobil.
"Eh iya pagi sayang!" Jawab mommy Orin kemudian menutup kembali pintu mobilnya. Sedangkan Daddy Arga hanya tersenyum menanggapi sapaan dari Aneta.
"Papá Sama Mama kamu mana?"
"Sudah ada didalam Tante, tadi Neta cuma mau ambil ponsel yang ketinggalan di mobil."
Aneta tampak mengerutkan keningnya, melihat Orin yang menekuk wajahnya. Sejak tadi gadis itu memilih diam dan tersenyum ketika Aneta menyapanya. Padahal jika dilihat-lihat gadis itu sudah tampil sangat cantik dan kebayanya sesuai dengan yang diinginkan tapi kenapa masih menekuk wajahnya.
"Ayo Tante masuk kedalam!" Ajak Aneta kemudian mereka pun masuk kedalam aula sekolah yang sudah disulap menjadi tempat perpisahan dengan dekorasi mewah. Bagaimana tidak mewah sekolah mereka termasuk dalam kategori sekolah elit yang ada di Jakarta tentu saja semua yang ada disana tekesan wow semuanya.
"Tuh muka kenapa lecek banget kayak duit seribuan jatuh di got?" Tanya Aneta ketika mereka sudah duduk bersampingan. Sementara para orang tua duduk terpisah dengan anak-anaknya. Mereka duduk bersebrangan dengan sang anak sebelah kanan dan para orang tua sebelah kiri.
"Lagi kesel."
__ADS_1
"Kesel kenapa sih? Muka udah cantik gitu juga!"
"Pak Marcel nggak bisa Dateng!" Jawabnya sambil mengerucutkan bibirnya.
"Kenapa?"
"Katanya ada meeting penting!" Jawab Orin lagi dengan lesu dimana membuat Aneta mengernyitkan keningnya tidak mengerti. Dia tahu Marcel sangat mencintai Orin dan menjadikan Orin adalah segalanya untuknya tapi kenapa dia tidak bisa menunda acara meetingnya dan datang diacara penting Orin.
"Selamat pagi semuanya!" Sapa Felys yang baru datang dan tersenyum tanpa dosa dimana membuat kedua sahabatnya ingin memukul kepalanya yang tidak pintar-pintar itu.
"Ck, kau tahu kan ini acara sangat penting jadi aku harus berdandan secantik mungkin!" Katanya kemudian duduk disebelah Orin.
Acara pun dimulai semua siswa-siswi mengikuti rangkaian acara tersebut dengan khidmat. Hari ini Orin cukup senang sebab masih mendapatkan juara tiga paralel. Semua teman-temannya memberikan ucapan selamat padanya tak lupa dengan kedua orangtuanya yang bangga dengan putrinya itu.
Acara pun selesai perlahan peserta acara meninggalkan aula sekolah. Sudah banyak orang berdiri di depan aula untuk berfoto-foto begitu juga dengan Orin dan sahabat-sahabatnya.
__ADS_1
"Selamat ya Rin, lu emang paling best!" Ucap Alex yang baru saja datang bersama dengan sahabat-sahabatnya.
"Thanks Lex!"
"Om tante gimana kabarnya?" Tanya Alex pada kedua orang tua Orin. Alex adalah teman lama Orin tentu saja mereka juga mengenal Alex dengan baik apalagi kakek nenek Alex bersahabat dengan opa dan opa Orin.
"Baik Lex, kakek sama nenek kamu dimana?"
"Beliau pulang dulu om, biasa sudah berumur kakinya mudah lelah!"
"Papa sama Mama kamu nggak pulang?" Tanya mommy Retha karena mereka sudah sangat lama tidak melihat kedua orang tua Alex.
"Biasa Tante mereka orang sibuk mana bisa nemenin anaknya wisuda!" Jawab Alex dengan tersenyum getir mengingat orang tuanya yang sangat sibuk dengan pekerjaannya sampai melupakan jika mempunyai putra yang tidak hanya membutuhkan uang tetapi juga membutuhkan kasih sayang dan perhatian orang tua.
"Selamat!" Ucap seseorang yang berada dibelakang Orin. Orang tersebut membawa sebuket bunga gerbera ditangannya. Orin tidak bisa melihat dengan jelas siapa orang itu, yang dapat Orin lihat hanya bayangan dari orang tersebut. Seorang laki-laki.
__ADS_1