
"Sayang kau membuat kolam berenang kita menjadi kolam ikan ini?"
"Iya sayang, kau tidak marah kan? Habisnya kita juga jarang memakai kolam renang ini jadi daripada tidak terpakai aku pakai saja untuk kolam ikan." Kata Retha polos tanpa dosa.
Arga pun menghela nafas berat, dia ingin marah tapi melihat wajah istrinya itu dia mengurungkan niatnya untuk marah.
"Oh Tuhan dosa apa aku dimasa lalu hingga punya istri hamil yang seperti ini!" Batin Arga.
"Sebetulnya aku mau marah tapi mau bagaimana lagi semuanya juga sudah terlanjur kan?"
"Jadi kau mau marah, ya sudah marah sana. Kau sangat menyebalkan!" Retha pun hendak kembali masuk ke dalam rumah.
"Hey tadi kan aku bilang mau bukan berarti aku marah. Kenapa jadi sekarang malah kau yang marah?" Tanya Arga yang tidak habis pikir dengan istrinya itu. Seharusnya kan dia yang marah karena kolam renangnya dibuat kolam ikan, ini malah Retha uang marah padanya. Ya Tuhan... orang hamil memang sangat sensitif. Batin Arga.
"Tapi kau mau marah kan?" Tanya Retha dengan nada sinis.
"Tidak aku tidak marah. Terserah kau mau buat kolam berenang kita jadi kolam ikan maupun kolam buaya sekalipun aku tidak marah!"
"Ah terimakasih sayangku, kau memanglah yang terbaik!"
Arga hanya menganggukkan kepalanya pasrah. Dia harus lebih sabar lagi menghadapi sikap Retha yang sering berubah-ubah itu.
"Ayo kalau begitu kita langsung mancing saja!" Ajak Retha kemudian mereka duduk dipinggiran kolam.
Setelah duduk Arga memandang nanar pada kolam berenang yang semula airnya berwarna jernih sekarang menjadi keruh dan sudah benar-benar seperti sebuah tambak ikan.
"Ah setelah ini aku harus menyiapkan kolam lain dan menyuruh Yuda membersihkan kolam ini!"
"Sayang bagaimana kalau lebih baik kita membuat kolam lain saja untuk ikan-ikan ini!" Ucap Arga sambil melihat ratusan ikan yang ada dalam kolam itu.
"Wah sepertinya itu lebih baik aku setuju!"
Mereka pun memulai memancing bersama, bukan mereka lebih tepatnya hanya Arga saja karena tiba-tiba saja Retha berubah pikiran dan tidak mau memancing lagi.
Setelah mendapatkan cukup banyak ikan, mereka menyelesaikan sesi memancing untuk hari ini.
"Sayang kau masak ikannya ya aku dan baby-nya mau makan ikan buatanmu!" Kata Retha ketika mereka kembali masuk kedalam rumah dan menuju dapur.
"Tapi sayang kau tahu sendiri kan aku tidak bisa masak?"
Retha tahu itu jangankan untuk memasak membuat telur dadar saja Arga tidak tahu caranya.
"Nanti aku akan membantumu, ayolah sayang ini baby-nya yang ingin!" Kata Retha lagi dia selalu mengandalkan anak yang ada didalam perutnya untuk mengerjai Arga.
"Hem baiklah, sekarang apa yang harus aku lakukan?"
__ADS_1
"Pertama kau bersihkan dulu ikan nilanya!"
"Caranya?" Tanya Arga dengan wajah polosnya.
"Pakai ini dulu!" Perintah Retha sambil memberikan dua buah sarung tangan pada Arga.
"Tuan nyonya butuh bantuan?" Tanya Bi Tika selaku koki yang biasa menyiapkan hidangan untuk Arga dan Retha.
"Tidak bi kau bisa kembali ke rumah belakang saja!"
Arga hanya bisa mendengus kesal belum sempat dia menjawab tapi Retha sudah mengusir pelayanan tersebut.
"Setelah ini apa?" Tanya Arga ketika sudah selesai menggunakan sarung tangannya.
"Kau taburi garam dulu supaya ikannya tidak bergerak kemana-mana!"
"Garam yang mana?" Tanya Arga sambil mengangkat dua wadah yang berukuran sama namun beda warna itu.
"Yang rasanya asin, cepat cari sendiri sana!" Kesal Retha pada suaminya itu bagaimana bisa orang tidak tahu perbedaan bentuk antara gula dan garam itu.
"Yang ini!" Ucapnya setelah mencicipi garam yang ada diwadah berwarna hijau itu. Lalu dia menaburkan garam ke dalam ember berisi ikan nila itu.
"Lalu apa lagi?" Tanyanya penuh antusias sebetulnya bukan antusias tapi dia ingin pekerjaan memasaknya segera selesai.
"Ah sayang itu sulit sekali aku tidak bisa." Rengeknya sudah seperti anak kecil.
"Tidak sulit cepat baringkan ikan itu disana lalu kau bersihkan sisiknya setelah itu belah perutnya!"
Akhirnya dengan penuh kehati-hatian Arga pun melakukan apa yang diperintahkan oleh Retha. Ini pengalaman pertamanya membersihkan ikan seperti ini dulu jika dia ingin makan ikan dia langsung meminta pelayanan untuk menyiapkan semuanya.
Setelah cukup lama ikan itupun selesai dibersihkan. Lalu Retha menyuruh Arga untuk mencucinya.
"Tidak terlalu buruk meskipun bentuknya sedikit hancur!" Kata Retha setelah melihat hasil karya suaminya itu.
"Sekarang mau dimasak apa?"
"Emm ikan nila bakar kecap saja!"
"Bagaimana cara membuatnya?"
"Pertama siapkan dulu bumbunya bawang putih, bawang merah, ketumbar bubuk, jahe, kunyit, garam dan merica."
"Bisa saja kau yang menyiapkan bumbunya, aku semakin pusing tidak tahu yang mana!"
"Ck, kau ini menyebalkan sekali!" Gerutu Retha dengan cekatan dia menyiapkan bumbu-bumbunya tersebut.
__ADS_1
"Wah sayang kau memang yang paling hebat!" Ucap Arga ketika melihat tangan Retha yang lihai menyiapkan bumbu-bumbu tersebut lalu mengahaluskannya.
"Sekarang kau bakar ikannya lalu olesi dengan bumbu yang ini!" Lalu Retha pun hendak pergi dari dapur tersebut.
"Kau mau kemana?"
"Aku mau mandi dulu badanku sudah lengket sekali rasanya."
"Lalu bagaimana dengan ikannya?"
"Ck, kau panggang saja ikannya jangan lupa bolak-balik dan beri bumbu olesan ini!" Ucap Retha berlalu pergi dari dapur.
Setelah itu Arga pun melalukan apa yang diperintahkan oleh Retha. Saat sedang memanggang ikan tersebut tiba-tiba saja ponselnya berbunyi. Dan ternyata dari Dania sekertarisnya.
"Ada apa Dan?" Tanya Arga dengan ketus karena masih menahan kekesalannya pada Retha itu.
"Hey santai dong Ar, aku hanya mau bertanya bagaimana bisnis kita dengan Caroline dilanjutkan atau tidak?"
"Tidak usah, aku tidak mau singaku mengamuk lagi. Ini saja aku merasa sedang menjalani hukuman darinya!" Jawab Arga dengan lesu.
Dania pun terkekeh membayangkan wajah tertekan Arga karena hanya Retha lah yang mampu membuatnya seperti itu.
"Memangnya kau sedang melakukan apa?"
"Membuat ikan panggang, ah sudah aku tutup saja teleponnya!" Arga pun mematikan ponselnya dia tidak mau mendengar Dania mengolok-oloknya.
"Ya ampun aku lupa ikannya, gosong... bagaimana ini?" Dengan akalnya Arga pun melaburi ikan tersebut dengan kecap sebanyak-banyaknya.
"Sudah selesai?" Tanya Retha yang sudah kembali segar dengan pakaian baru.
"Sudah ini!"
Retha memicingkan matanya melihat ikan diatas piring itu.
"Bentuknya sangat buruk tapi aku belum tahu rasanya mungkin akan lebih enak dari bentuknya!"
"Emm tapi sebaiknya bagaimana kalau kita makan siang diluar saja, kau mau makan di restoran mana Italia, Perancis, Jepang, Cina atau mana?" Tanya Arga sebenarnya dia tidak tega jika Retha harus makan ikan gosong penuh kecap itu. Melihatnya saja Arga ingin muntah rasanya.
"Tidak aku mau yang ini saja! Ayo kita makan di meja makan saja, kau bawa kesana aku akan mengambil nasinya!" Kata Retha penuh antusias rasanya liurnya sudah ingin menetes melihat ikan itu.
"Sayang kemarin aku melihat restoran Jepang yang baru buka bagaimana kalau kita kesana?" Tawar Arga lagi.
"Tidak aku hanya ingin makan yang ini saja!"
***Wah gimana ya rasanya? Retha bakalan suka atau tidak ya? 😁
__ADS_1