Istri Tuan Arga

Istri Tuan Arga
37


__ADS_3

Disepanjang perjalanan Arga tak henti-hentinya memandangi wajah istrinya yang terlelap. Dia juga masih setia mengusap kepala Retha membuat sang empunya kepala lebih terlelap lagi.


Sesampainya dirumah Arga langsung menggendong Retha menuju kamarnya. Para maid yang melihat itu pun sontak bertanya-tanya apa dengan majikannya. Seolah Arga tahu dengan pemikiran sang maid Arga pun berkata " Dia sedang tidur, kelelahan." Ucapnya sembari menggendong Retha ke lantai atas.


Direbahkan tubuh Retha di atas ranjang king size milik mereka. Arga memandangi wajah istrinya yang sedikit pucat itu lekat lekat. Entah mengapa Arga merasa ada yang Retha sembunyikan darinya.


Tidak mau berpikiran lebih jauh lagi Arga pun meninggalkan Retha yang sedang terlelap. Dia menuju kamar mandi untuk membersihkan diri karena hari sudah mulai gelap.


Setelah selesai membersihkan dirinya Arga kembali menghampiri Retha. Dilihatnya sang istri tidak begitu nyaman dengan pakaian yang digunakan saat ini. Arga pun berinisiatif untuk mengganti pakaian istrinya. Saat sudah membuka semua pakaiannya, tiba-tiba saja itu membuat suhu badan Arga memanas. Cepat-cepat dia menyelesaikan pekerjaannya dan mengalihkan pikirannya.


"Oh Tuhan kenapa sedang tidur saja dia begitu menggoda, ah sialan!" Gumam Arga.


Kemudian dia melangkah menjauhi ranjang untuk mengambil benda laptop yang berada didalam meja kerjanya. Sebelum kembali ke kamarnya dia menyempatkan untuk meneguk air dingin guna menghilangkan rasa panas yang ada di dalam tubuhnya. Setelah selesai minum dia kembali masuk ke dalam kamarnya.


Dia duduk di atas ranjang bersampingan dengan istrinya yang sedang terlelap. Menyandarkan punggungnya di kepala ranjang. Dia mulai mengerjakan tugas yang sempat dia tunda tadi.


Tak beberapa lama kemudian terdengar suara lenguhan dari bibir istrinya.


"Hmmm" Lenguh Retha sembari menggeliatkan badannya guna mencari kenyamanan. Karena tidak mendapatkan kenyamanan yang dia cari, dia pun membuka matanya. Terlihat sosok yang amat sangat dia cintai terseyum kearahnya.


"Kenapa bangun?"


"Laper." Kata Retha sembari menampilkan gigi putih nan rapinya.


Arga pun melihat jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya. Masih pukul sembilan mungkin masih ada restoran yang masih buka, pikirnya.


"Mau cari makan diluar?" Retha menganggukkan kepalanya sebagai tanda persetujuan. Segera Arga berdiri dari tempatnya barjalan menuju walk in closet untuk mengambil jaket karena hari sudah malam pasti diluar dingin.

__ADS_1


"Pakai ini!" Kata Arga sambil menyerahkan jaket miliknya untuk sang istri. Tak lupa dia juga menggunakan sweater miliknya.


Retha pun berdiri di sebelah ranjang, matanya membulat ketika melihat pakaian yang dia gunakan. Dia terkejut karena sekarang dia sedang memakai piyama tidur dengan celana panjang seingatnya tadi dia masih menggunakan kemeja yang dia gunakan untuk ke kampus.


Seolah tahu apa yang dipikirkan istrinya Arga pun menjawab apa yang dipikirkan Retha. "Tadi aku yang menggantikan bajumu, tidak usah terkejut bukan kah aku sudah pernah melihat semuanya?"


Retha pun memutar bola matanya malas, selalu saja ada cara yang digunakan suaminya untuk menggoda dirinya.


"Menyebalkan, Ayo aku udah laper banget!"


Mereka berdua turun kebawah berjalan beriringan layaknya suami istri yang sempurna.


Sesampainya dibawah mereka langsung menuju garasi untuk mengambil mobil. Mobil yang mereka tumpangi pun melaju meninggalkan rumah.


"Kita mau makan dimana?" Tanya Arga memecah keheningan.


"Dimana?"


"Di jalan xxx nanti aku kasih tau tempatnya."


Arga pun menyetujui ajakan istrinya untuk makan di tempat favorit sang istri. Tak butuh waktu lama akhirnya mereka pun sampai di tempat tersebut. Arga tampak ragu dengan pemandangan yang ada didepannya. Retha pun seakan paham apa yang sekarang sedang ada didalam otak suaminya itu.


"Disini tempatnya bersih kok, rasanya juga enak, nggak kalah sama restoran bintang lima, maju dikit lagi nanti ada warung sate didepan, kita makan disana."


Mobil pun berhenti tepat didepan warung sate. Arga masih tak habis fikir kenapa istrinya mengajak dia makan di tempat seperti ini. Tempat yang terlihat tidak cocok untuk dirinya.


"Masih tetap mau didalam mobil apa ikut aku turun?" Tanya Retha sembari melepaskan seatbelt-nya.

__ADS_1


"Turun." Jawab Arga dingin. Retha memaklumi sikap Arga mungkin ini pertama kalinya Arga datang ditempat seperti ini.


Retha pun berjalan menuju tempat penjual sate langganannya.


"Bang sate dua porsi!"


"Eh neng Retha udah lama nggak kesini kemana aja?"


"Ada bang dirumah hehe..."


"Ya udah tunggu sebentar neng."


Retha pun kembali berjalan ke arah mobil karena ternyata sedari tadi Arga hanya keluar dari mobil dan mematung disebelah mobil miliknya.


"Ayo!" Ucap Retha sembari menggandeng tangan Arga menuju tempat duduk yang sudah disediakan. Mereka duduk lesehan dengan pencahayaan remang-remang. Walaupun dengan cahaya remang-remang dia masih bisa melihat bagaimana wajah dingin suaminya.


"Kau marah?"


"Tidak."


Retha pun menghembuskan nafasnya, sepertinya memang dia salah memilih tempat. Kemudian dia mengukupkan tangannya dikedua pipi Arga memandang lekat lekat manik cokelat milik suaminya.


"Maafkan aku!" Ucap Retha tulus.


"Hei kenapa kau minta maaf kepadaku, aku tidak sedang marah padamu. Aku hanya berfikir kenapa aku tidak jatuh cinta padamu sejak dulu." Sejenak Arga menghentikan ucapannya, memegang punggung tangan istrinya mengalirkan kehangatan. "Seharusnya aku yang meminta maaf padamu, aku jahat padamu mengabaikan Malaika sepertimu!"


Retha pun tersenyum hatinya menghangat mendengar ucapan suaminya.

__ADS_1


"Aku mencintaimu jangan pergi sampai maut memisahkan!" Ucap Arga sembari mencium kedua punggung tangan Retha.


__ADS_2