Istri Tuan Arga

Istri Tuan Arga
88


__ADS_3

Arga pun langsung membawa Noel masuk ke dalam kamar mereka untuk segera membersihkan diri. Di usia Noel yang masih kecil mereka tidak tega jika harus memisahkan tempat tidur Noel. Jadi mereka membawa box tidur Noel ke dalam kamar mereka agar mereka bisa tahu kapan Noel bangun.


"Sekarang Noel mandi dulu sama mommy yuk!" Ajak Retha sambil mengangkat tubuh Noel dari gendongan Arga.


"Sayang tolong siapkan air di bak mandi Noel ya, ingat jangan terlalu dingin dan juga panas!"


"Iya sayang." Jawab Arga.


Retha sengaja mengurus Noel sendiri bersama dengan suaminya. Dia hanya ingin Arga terbiasa dengan adanya anak kecil sehingga nanti jika Retha sudah melahirkan dia terbiasa dengan adanya anak mereka.


Arga segera masuk ke kamar mandi lalu mengisi bak mandi Noel dengan air hangat. Setelah dirasa airnya pas dia segera kembali untuk memberitahu Retha. Sedangkan diluar Retha sudah mulai melepaskan pakaian Noel dan bayi itu tampak tersenyum senang.


"Sudah?" Tanya Retha saat melihat Arga keluar dari kamar mandi.


"Sudah, tapi kurasa sebelum itu lebih kau cek terlebih dahulu!" Kata Arga yang tampak ragu dengan kemampuannya karena ini baru pertama kali untuknya.


Retha pun tersenyum kemudian berucap "Mau memandikan Noel bersama?"


Arga pun mengangguk-anggukkan kepalanya, ini pertama kalinya dia melihat anak kecil mandi. Sedangkan Retha dia sudah seperti ibu sungguhan. Bukan tanpa sebab Retha bisa dengan mudah mengambil peran ibu dari Noel, dulu dia sering memandikan adiknya merawat adiknya saat adiknya masih kecil dan ibu mereka pergi bekerja.


Arga mengekori Retha masuk kedalam kamar mandi. Dia melihat dengan seksama bagaimana cara Retha memasukkan Noel ke dalam bak mandi lalu membasuhnya dengan air.


"Mau ikut memandikan?" Tawar Retha pada Arga yang masih memperhatikannya.

__ADS_1


"Lain kali saja." Jawabnya dia masih belum terbiasa jika harus memegang bayi secara langsung.


Setelah selesai memandikan Noel Retha segera menggendong Noel dan memakaikan baju untuk anak itu.


"Tolong ambilkan minyak telon sayang?" Pinta Retha pada Arga.


Arga pun berjalan ke arah dimana almari dimana semua barang-barang Noel sudah disimpan disana. Arga tampak mengernyitkan keningnya disana terdapat banyak botol dengan ukuran yang sama hanya saja warna dan bentuknya berbeda. Karena tidak tahu dan tidak membaca tulisan dalam kemasan itu dengan teliti Arga pun segera mengambil acak salah satunya kemudian menyerahkan pada Retha.


"Ini!" Ucapnya sambil menyodorkan sebuah botol pada Retha.


"Sayang kau tidak membaca tulisannya? ini bukan minyak telon tapi minyak wangi."


"Benarkah? Apa bedanya?" Tanya Arga yang tidak mengerti itu.


"Jelas beda Arga tulisannya saja sudah beda." Kesal Retha karena Arga tidak mengerti juga.


Setelah selesai memakaikan baju pada Noel mereka pun segera makan malam karena memang ini sudah jam makan malam. Selesai makan malam Retha segera menidurkan Noel di box bayinya.


Di negara bagian lain tepatnya dimana Ivanka tinggal dia sedang meratapi nasibnya menikah dengan laki-laki kaya namun jatuh miskin setelah menikah dengannya. Apalagi dengan kondisinya yang sekarang sedang hamil besar dan sebentar lagi akan melahirkan.


Awalnya Ivanka memang sengaja menyakiti Retha agar dia bisa menggantikan posisi Retha dan anaknya mendapat ayah yang layak untuknya. Namun semua rencananya gagal begitu saja karena Retha masih hidup dan dia tidak dapat kembali ke Indonesia jika ingin masih hidup.


Lalu disaat masa terpuruknya datanglah seorang pengusaha kaya keturunan Jerman-Indonesia yang menjanjikan hidup mewah untuknya. Dan lebih membuatnya bahagia laki-laki itu mau menerima anaknya.

__ADS_1


Tapi sayang seribu sayang orang tua laki-laki tersebut tidak mau menerima Ivanka. Pasalnya mereka sudah tahu asal-usul Ivanka yang sebenarnya. Itu membuat Ivanka semakin menyesali perbuatannya terdahulu. Jika saja dia tidak terlalu ingin hidup mewah mungkin nasibnya tidak akan seperti ini. Namun sekarang nasi sudah menjadi bubur dia tinggal menikmati hasil yang sudah dia tanam.


Orang tua dari laki-laki itu mengusir Ivanka mentah-mentah saat mereka selesai mengumandangkan janji suci di atas altar. Dan juga mencoret daftar nama suami Ivanka dari keluarga mereka.


Dan disinilah sekarang Ivanka tinggal apartemen kecil dan sempit bersama suami dan calon anaknya. Awalnya Ivanka hanya memanfaatkan laki-laki itu saja namun lama-kelamaan ternyata dia juga mencintai suaminya dan bahkan sudah melupakan cita-citanya untuk menikah dengan Arga.


"Kau baru pulang ini sudah larut malam?" Tanya Ivanka saat melihat suaminya baru saja masuk kedalam apartemen mereka.


"Hari ini ada lembur dan aku juga membelikan susu ibu hamil untukmu." Jelasnya kini suami Ivanka hanya staf biasa disebuah perusahaan yang tidak terlalu besar.


"Kenapa membeli baru lagi yang kemarin saja masih." Kata Ivanka dia bukannya tidak mau jika dibelikan apa-apa oleh suaminya hanya saja dia tidak mau hidup terlalu boros dan menyesal dikemudian hari lagi.


"Yang kemarin tinggal sedikit sayang dan kau tidak perlu khawatir, aku mendapat bonus dari perusahaan." Katanya dia tidak mau jika istrinya terlalu berfikir dan akan mengganggu kandungannya.


"Baiklah terserah kau saja, sekarang mandilah aku akan memanaskan lauk-pauknya lagi."


Frans suami Ivanka pun menuruti permintaan sang istri karena dia sangat mencintai Ivanka meskipun masa lalu Ivanka yang tidak baik. Dia pasti yakin jika suatu saat Ivanka berubah dan benar saja sekarang Ivanka sudah berubah tidak hanya mengejar materi dari seseorang saja.


Setelah selesai mandi dia segera menghampiri Ivanka yang sudah menunggunya di meja makan.


"Bagaimana kapan kita akan kembali ke Indonesia?" Tanya Frans sebenarnya dia sudah sering mengajak Ivanka untuk kembali ke negara kelahirannya dan Frans sang suami akan mulai bisnisnya lagi di Indonesia karena jika dia tetap berada di Jerman dia akan kesulitan untuk mendirikan perusahaannya. Sedangkan Ivanka dia ingin kembali ke Indonesia untuk meminta maaf pada Arga serta istrinya namun dia masih ragu bagaimana jika Arga tidak menerima maafnya dan malah membunuhnya. Dia tidak siap untuk itu.


"Setelah melahirkan kita semua akan kembali ke Indonesia dan memulai hidup baru disana." Ucapnya yang hanya bohong belaka karena dia memang belum siap untuk kembali. Dia hanya menjawab seperti itu supaya suaminya tidak khawatir padanya.

__ADS_1


"Baiklah aku akan selalu siap kapanpun kita akan kembali."


Disini mereka sudah tidak memiliki harapan untuk hidup yang layak lagi. Keluarga Frans merupakan salah satu orang yang kaya di negaranya. Mereka bisa saja membungkam para rekan bisnisnya untuk menolak karyawan baru jika itu adalah Frans. Jahat memang tapi Frans tidak pernah memperdulikan itu. Yang ada dalam pikirannya hanya membuat Ivanka dan bayinya merasa aman kelak.


__ADS_2