Istri Tuan Arga

Istri Tuan Arga
102


__ADS_3

Didalam perjalanan tak henti-hentinya Arga memeluk istrinya itu. Raut wajah panik dan sedih sudah bercampur aduk. Panik karena dia sendiri tidak mengerti apa yang harus dilakukan agar Retha tidak terlalu merasakan sakit. Bahkan kelas senam yang dia ikuti dan Retha pun belum menjelaskan bagaimana cara untuk menolong istri yang akan melahirkan karena memang saat ini belum memasuki bulan kelahiran putri mereka. Sedih karena saat ini tidak ada orang-orang terdekat yang bersamanya. Mama dan papanya sedang pergi ke luar negeri sedangkan mertuanya memilih untuk tinggal di Bandung.


"Hey sayang buka matamu!" Ujar Arga sembari menepuk pipi Retha yang didudukan di pangkuannya itu. Saat ini Retha sudah benar-benar memejamkan matanya. Sepertinya dia pingsan karena tidak kuat menahan sakit serta nyeri yang amat sangat.


Tak disangka orang yang terlihat dingin serta kaku di depan banyak orang bisa menitikkan air mata ketika melihat orang yang dicintainya lemah tak berdaya.


"Sayang bukalah matamu, kita akan segera sampai!"


Akhirnya mereka pun sampai di rumah sakit yang di maksud. Di sana sudah ada Leo serta perawat dan juga dokter yang menunggu kedatangan mereka. Mereka segera bersiap ketika mobil Arga sudah sampai.


"Cepat lakukan yang terbaik untuk istriku!" Ucap Arga pada dokter dan juga perawat yang akan menangani Retha.


"Baik Tuan muda!"

__ADS_1


Mereka pun segera membawa Retha masuk kedalam ruangan.


"Maaf tuan muda anda tidak boleh masuk!" Kata salah satu perawat saat Arga hendak ikut masuk ke dalam ruangannya.


"Tapi dia istriku, aku juga tidak akan menganggu kalian. Aku hanya akan melihat saja!"


"Maaf tuan muda ini sudah prosedur dan harus dilaksanakan."


Akhirnya Arga hanya mengalah dia menunggu Retha di luar ruangan UGD. Tak beberapa lama akhirnya dokter kandungan yang ada di rumah sakit tersebut keluar.


"Lakukan yang terbaik untuk istriku, apakah dia sekarang sudah sadar bisakah aku datang untuk melihatnya?"


"Tentu tuan mari masuk, istri anda juga sudah sadar."

__ADS_1


Arga pun masuk ke dalam ruangan tersebut dengan perasaan bercampur aduk. Pasalnya Retha dulu sangat ingin melahirkan secara normal tapi sekarang di harus melakukan operasi Caesar untuk menyelamatkan anaknya.


"Sayang!" Kata Arga dia pun langsung memeluk tubuh Retha serta memberikan kecupan guna memperkuat Retha.


"Aku mau melahirkan normal saja!" Arga tahu membujuk Retha bukanlah hal yang mudah. Wanita itu memiliki kekeras kepalaan yang tinggi sulit untuk di rubah.


"Sayang dengarkan aku, ini semua yang terbaik untuk kalian jadi ku mohon untuk saat ini kita tidak ada pilihan lain!" Jelas Arga dia sangat tahu keinginan Retha yang ingin menjadi ibu seutuhnya dengan melahirkan secara normal serta merawat anak mereka sendiri tanpa bantuan orang lain.


Akhirnya Retha hanya mengangguk pasrah, dia hanya bisa berharap jika suatu hari nanti dia bisa kembali mengandung dan melahirkan secara normal.


Sebetulnya bukan tanpa sebab Retha mengalami kontraksi secara tiba-tiba sehingga dia harus segera melahirkan. Sepanjang pesta tadi Retha sudah merasa tertekan akan tatapan orang-orang yang ada di pesta tersebut. Meskipun Hans serta Bella memperlakukannya dengan baik tapi banyak juga yang memandang rendah dirinya. Apalagi dia dengan tiba-tiba muncul sebagai istri tuan muda dan sedang mengandung. Tentu saja itu membuat banyak orang berspekulasi buruk tentang dirinya. Banyak orang yang menjunjung tinggi suaminya tapi mereka tetap memandang sebelah mata pada Retha.


Retha hanya diam saja berusaha tidak memikirkan akan hal itu. Dia takut jika pemikirannya akan membawa dampak buruk pada kehamilannya.

__ADS_1


"Aku akan tetap mencintaimu sekarang dan selamanya!" Ucap Arga sembari mencium bibir Retha sekilas.


*Cephalopelvic disproportion (CPD) atau Disproporsi sefalopelvic (CPD) dalah ketika panggul ibu terlalu kecil untuk melahirkan bayi. Ini juga bisa terjadi jika kepala bayi terlalu besar untuk jalan lahir. Dalam kedua kasus tersebut, bayi tidak dapat melewati ****** dengan aman.*


__ADS_2