
Dua Minggu berlalu sejak kejadian penculikan tersebut, namun Orin masih tetap belum mau menjalankan aktivitasnya seperti biasa. Dua Minggu ini dia habiskan hanya duduk di dalam rumah dia masih enggan untuk menatap kembali dunia luar. Rasanya bayang-bayang penculikan hari itu masih terngiang-ngiang di kepalanya. Bahkan terkadang sampai mengusik mimpi-mimpinya.
"Sarapannya nona!" Ucap salah satu pelayan rumah Orin. Hari ini dia ingin menghabiskan sarapannya di balkon kamar sembari menikmati hangatnya sinar matahari.
"Taruh meja sini saja bi!" Perintahnya pada pelayan tersebut.
Kebetulan hari ini hari Minggu jadi dia tidak perlu mengadakan homeschooling dulu. Memang sejak kejadian tersebut Orin memilih untuk homeschooling saja, apalagi sebentar lagi dirinya akan lulus sekolah menengah atas.
Orin masih menikmati hangatnya sinar matahari pagi kala suara seorang laki-laki mengejutkannya.
"Kenapa belum sarapan?" Tanya laki-laki tersebut sembari berjalan ke arah Orin. Ya laki-laki tersebut adalah Marcel, kekasihnya. Beberapa waktu yang lalu Orin sudah menceritakan semuanya mengenai Marcel pada orangtuanya. Dan ketika Orin mengatakan untuk Marcel tinggal di paviliun samping rumah utama mereka pun tidak keberatan akan hal itu. Lagi pula mereka merasa bahwa Orin juga butuh teman.
"Sebentar lagi!" Jawabnya tanpa menoleh ke arah laki-laki tersebut.
"Aku ingin menunjukkan sesuatu padamu tapi kau harus habiskan dulu sarapanmu."
"Menunjukkan apa?" Tanyanya kemudian dia berjalan lalu duduk di kursi yang sudah di sediakan di balkon kamarnya.
"Sudah ku bilang sesuatu, aku akan menunjukkan secara langsung. Sekarang cepat habiskan sarapanmu!"
"Baiklah baiklah!" Ucapnya kemudian mulai menyantap sarapan paginya.
Adakah yang lebih membahagiakan selain menghabiskan waktu bersama orang terkasih? Itulah yang Orin rasakan. Semenjak kejadian penculikan tersebut, mereka pun semakin dekat. Setiap pagi Marcel datang sebagai guru untuk melakukan homeschooling pada Orin. Setelah itu Marcel jugalah yang menjaganya sepanjang waktu sebab mommy dan daddynya mempunyai pekerjaan sendiri.
"Sudah!" Kata Orin setelah menyelesaikan sarapan paginya. Marcel tampak mengernyitkan keningnya.
"Apanya yang sudah? Bahkan kau baru menghabiskan sepertiganya!"
__ADS_1
"Aku sudah kenyang pak!" Jawab Orin sembari meminum susu putihnya.
"Mana ada, ayo cepat habiskan! Tidak ada diet untukmu!" Ujar Marcel dengan kesal karena setiap hari Orin selalu mengatakan jika dirinya ingin diet. Mau diet apalagi padahal badannya sudah sekecil itu! Batin Marcel.
Meskipun kesal Orin tetap melakukan apa yang di perintahkan oleh Marcel. Dengan bibir yang dimajukan lima centimeter itu Orin kembali menghabiskan sarapan paginya.
"Anak pintar!" Puji Marcel kemudian mengacak rambut milik Orin.
"Daddy sama mommy tidak ada di rumah?" Tanya Marcel sebab sejak tadi dia tidak melihat dua orang tua kekasihnya itu.
"Mereka di Bandung ke rumah Nenek." Marcel pun hanya menganggukkan kepalanya.
"Sudah habis."
"Baiklah sekarang kita ke depan ya?" Kata Marcel kemudian menggandeng tangan Orin untuk mengikutinya.
"Iya hanya di sekitar sini. Jangan takut! Tidak semua orang bisa masuk ke kompleks ini kan!" Kata Marcel meyakinkan Orin saat melihat keraguan di mata gadis itu. Sebenarnya Marcel hanya tidak ingin Orin berlarut dalam ketakutannya.
"Emm aku di rumah saja ya!" Pintanya sembari memperlihatkan puppy eyes nya dimana membuat Marcel semakin gemas saja. Marcel pun menangkup kedua telapak tangannya di pipi Orin.
"Jangan takut sayang! Aku akan selalu ada di sampingmu!"Kata Marcel kembali meyakinkan Orin.
"Surprise!"
Orin pun membelalakkan matanya melihat kejutan yang diberikan oleh sang kekasih. Entahlah antara bahagia atau kesal, dia sendiri tak tahu.
"Kau memberikan aku kejutan ini?"
__ADS_1
"Tentu saja, apa ada yang salah?" Tanya Marcel tidak mengerti. Bukankah semua wanita menyukai kejutan, apa karena kejutannya bukan hal-hal mewah jadi Orin tampak seperti tak senang?
"Ti-tidak bukan salah hanya saja...!" Orin tak melanjutkan ucapannya, dia bingung bagaimana harus mengatakannya. Antara malu dan ah entahlah! Dia hanya menggaruk pelipisnya yang tidak gatal itu.
"Jangan bilang kau tidak bisa naik sepeda?" Tanya Marcel ketika melihat keraguan pada mata Orin ketika melihat dua sepeda di depannya itu. Awalnya Marcel ingin mengajak Orin berkeliling kompleks dengan mengendarai sepedanya. Sedikit jalan-jalan mungkin perlahan bisa mengurangi rasa takut Orin dan juga mengalihkan pikirannya.
"Aku bisa menaikinya hanya saja aku tidak mahir!" Akunya. Memang benar dirinya tidak terlalu bisa mengendarai kendaraan ramah lingkungan itu. Sejak kecil hidupnya hanya di habiskan untuk didalam rumah. Pernah sekali dia belajar mengendarai kendaraan tersebut lagi setelah kejadian penculikannya waktu kecil dulu tapi entah karena dirinya yang terlalu gugup sehingga tubuhnya menjadi kaku atau bagaimana membuatnya terjatuh dan mulai saat itulah dirinya sudah tidak mau mengendarai sepedanya kembali.
"Aku akan mengajarimu!"
"Tidak." Jawabnya dengan tegas, yang benar saja dirinya sudah sebesar ini tapi masih belajar mengendarai sepeda? Oh tidak, itu sangat memalukan.
Marcel pun menggelengkan kepalanya, diluar sana banyak anak yang pandai mengendarai sepeda tapi tidak bisa mengendarai mobil tapi gadis didepannya ini malah sebaliknya.
"Hey ayolah! Ini pasti akan sangat menyenangkan mengendarai sepeda di pagi hari. Kita bisa berolahraga sekalian kan?"
"Iya sudah kalau begitu aku minta bonceng padamu saja!"
"Mana bisa! Kau berat sekali nona. Aku mana kuat jika harus memboncengmu!"
"Enak saja aku tidak berat!" Kesalnya kemudian memukul lengan prianya itu. Kesal karena terus saja diejek akhirnya Orin pun mengambil salah satu sepeda gunung yang sudah Marcel siapkan itu.
"Cepat katanya kau mau mengajariku!"
"Baiklah!" Jawab Marcel menurut saja. Akhirnya Marcel bisa bernafas lega setidaknya Orin sudah lebih baik dari hari-hari sebelumnya. Pagi itu mereka habiskan untuk bersepeda di luar rumah, meskipun hanya baru diluar rumah dan masih di satu kompleks tapi itu sudah lebih baik. Setidaknya pagi ini Orin terus tersenyum karena kesulitan mengendarai sepedanya.
sorry temen-temen hari ini up sedikit ya soalnya aku lagi sibuk banget! Episode ini akan aku tambah besok pagi lagi ya ❤️
__ADS_1