Istri Tuan Arga

Istri Tuan Arga
S2-episode 91


__ADS_3

"Mau makan dimana?" Tanya Marcel saat mereka keluar dari butik sembari menggenggam tangan Orin erat seakan-akan jika genggaman tangan mereka terlepas maka Orin akan hilang.


"Di sini saja, ada restoran seafood enak." Jawab Orin sembari masih terus berjalan menuju tempat yang akan mereka kunjungi.


Hari ini rencananya setelah mereka melakukan fitting baju, mereka akan memesan souvenir. Sebenarnya souvenir sudah urusan mommy Retha sebab mommy Retha juga ingin menjadi bagian dari pernikahan putrinya tapi tentu saja mommy Retha juga harus menunggu persetujuan dari calon mempelai.


Mereka pun tiba di tempat yang dimaksud, sebuah restoran yang letaknya masih satu mall dengan butik hanya saja berbeda lantai. Restoran tersebut adalah tempat favorit Orin dan juga Noel jika mereka memutuskan untuk makan diluar.


"Mau pesan apa?" Tanya Orin pada Marcel setelah mereka mendapatkan tempat duduk.


Belum sempat menjawab, ponsel Marcel berbunyi membuat empunya ponsel mau tidak mau harus mengangkatnya.

__ADS_1


"Sebentar aku ada telepon, pesankan saja aku sama seperti yang kamu pesan! Ini uangnya ada di dompet!" Ucap Marcel kemudian meninggalkan Orin beserta dompetnya. Marcel melupakan sesuatu yang ada didalam dompet tersebut karena panggilan yang masuk dalam ponselnya.


Orin pun mengangguk kemudian memesan beberapa menu yang memang menjadi favoritnya. Sebenarnya Orin merasa tidak enak karena harus membuka dompet orang lain meskipun Marcel sudah menjadi calon suaminya.


Sementara itu Marcel berjalan menjauh dari Orin untuk mengangkat panggilan tersebut. Bukan karena apa, yang menelepon adalah orang suruhannya yang dia tugaskan untuk mengurus honeymoon mereka dan itu akan menjadi kejutan Orin.


Orin tampak mengerutkan keningnya setelah membuka dompet tersebut. Dia mengenal foto yang ada di dompetnya. Foto satu orang anak kecil perempuan dan seorang anak laki-laki remaja. Itu foto dirinya dan juga kak Angga. Orin semakin membulatkan matanya ketika melihat nama dari pemilik dompet tersebut.


Ini sangat menyakitkan untuk Orin, orang yang selama ini dia percaya ternyata menyimpan rahasia besar dibelakangnya. Sungguh Orin tidak berdaya, antara benci dan cinta yang dia rasakan tampak abu-abu sebab memang pada dasarnya benci dan cinta itu berbeda tipis. Dia sangat mencintai Marcel tapi dia membenci Angga yang sialnya mereka adalah orang yang sama.


Orin tampak merutuki kebodohannya, kenapa dia bisa masuk kembali kedalam perangkap yang dibuat kak Angga ah bukan pak Marcel. Entahlah siapa itu pada intinya saat ini Orin benar-benar kecewa.

__ADS_1


"Ini uangnya, saya bisa pinjam kertas dan penanya sebentar!" Pintanya pada waiters perempuan yang sejak tadi menatap bingung pada Orin.


"Bisa kak, silahkan!"


Orin segera menulis beberapa kata disana setelah selesai dia mengembalikan barang-barang tersebut pada sang waiters kemudian berdiri dan berkata "Kamu tunggu disini sampai laki-laki yang masuk bersamaku kembali!" Ucapnya kemudian meninggalkan tempat tersebut dengan perasaan bercampur aduk.


Setelah sepuluh tahun lamanya dia kembali bertemu dengan kak Angga, kenapa dia tidak menyadari jika mereka adalah orang yang sama. Dengan segera dia meninggalkan restoran tersebut. Entah bagaimana hubungan mereka kedepannya yang terpenting hari ini dia ingin pergi dari tempat itu.


Sepanjang perjalanan menaiki taksi online yang sudah dia pesan pikiran Orin benar-benar kalut. Pikirnya kembali menerawang kejadian sepuluh tahun yang lalu. Dimana kejadian tersebut membuat hati Orin kecil sakit dan menimbulkan kebencian pada kak Angganya.


flashback...

__ADS_1


__ADS_2