
Hari ini adalah satu tahun usia pernikahan Arga dan juga Retha. Arga sudah menyiapkan kejutan untuk sang istri. Apalagi hari ini Retha dan juga Noel mengajaknya untuk mengunjungi taman bermain. Sebenarnya Arga akan membuat kejutan mewah di sebuah restoran untuk ulang tahun pernikahan pertama mereka. Tapi Retha bersikeras untuk berkunjung ke taman bermain dengan alasan ingin melihat Noel senang. Arga bukan tanpa alasan yang awalnya tidak setuju dengan permintaan Retha. Usia kandungan Retha sudah tujuh bulan dan itu membuat Arga khawatir jika mereka berkunjung ke tempat keramaian.
"Apa tidak sebaiknya kita makan siang di restoran atau hotel saja yang menyediakan tempat bermain anak?" Tanya Arga pada Retha yang sedang memakaikan baju Noel.
"Tidak Arga disana terlalu sedikit permainannya." Ungkap Retha yang masih sibuk dengan pakaian Noel.
"Lagi pula Noel juga belum pernah ke taman bermain sedangkan ke restoran kita sudah sering mengajaknya ke sana." Imbuhnya lagi.
Memang benar adanya sejak keberadaan Noel di keluarga kecil Arga dan Retha bocah kecil itu selalu diajak kemanapun mereka pergi. Tapi terkadang jika saat Retha dan juga Arga pergi tidak bisa membawa Noel ikut serta mereka memilih menitipkan Noel di tempat orang tua Arga.
Orang tua Arga sangat menyayangi Noel seperti cucu mereka sendiri. Mereka tidak pernah memandang Noel dengan sebelah mata karena anak buangan panti asuhan. Malah terkadang mereka memperlakukan Noel dengan manja. Membelikan mainan mainan baru padahal mainan lamanya saja masih banyak.
"Dad...!" Ucap Noel. Bocah kecil itu sekarang lebih cepat tanggap jika diajak bicara mungkin karena keberadaannya sekarang yang mendapat perhatian lebih dari segi apapun membuat bocah itu sangat pandai.
"Yes boy, what is wrong? do you want to go to a restaurant?"
"Yes!" Jawab bocah itu. Tentu saja Noel menjawab yes karena bocah itu hanya bisa mengucapkan dad, mom, yes dan no sesuai apa yang diajarkan oleh Retha dan juga Arga.
"Kau dengar sendiri kan sayang, dia mau ke restoran!"
"Hay kau ini bodoh atau bagaimana, jelas saja Noel menjawab seperti itu karena dia hanya bisa mengucapkan yes atau no saja." Kesal Retha pada suaminya itu.
__ADS_1
Akhirnya Arga pun hanya bisa pasrah menuruti permintaan sang istri. Sebelum berangkat dia mengirim sebuah pesan pada Leo jika semua rencana diubah dari restoran ke taman bermain dimana mereka akan berkunjung. Dengan sigap Leo menyiapkan semua kebutuhan boss mudanya itu.
Sebetulnya Leo sendiri agak kebingungan bagaimana dia akan memberikan kejutan pada nyonya mudanya itu. Jika di restoran dia tidak akan kesulitan cukup dengan lunch romantis diiringi dengan musik romantis serta tempat romantis sang nyonya muda pasti sudah senang. Bukankah wanita menyukai dengan hal-hal yang romantis.
Setelah mengirim pesan Arga segera bersiap-siap, dia sudah mandi sejak tadi pagi dan kini dia hanya tinggal ganti pakaian saja. Hari ini dia menggunakan pakaian kasualnya namun itu tidak mengurangi kadar ketampanan dari sang calon papa muda itu.
Sedangkan Retha hari ini dia memakai dress off shoulder warna biru laut yang dipadupadankan dengan slip on dari merk terkenal berwarna putih. Tak lupa dia juga memakai tas tentunya juga dari merk terkenal dan keluaran terbaru.
Mereka pun berangkat ke Dufan karena tempat itulah yang sangat ingin Retha kunjungi. Dulu sekali Retha pernah pergi ke Dufan itupun kakeknya yang mengajak namun setelah kakeknya meninggal hidupnya hanya diisi dengan kepiluan apalagi saat ayahnya memutuskan untuk menceraikan ibunya dan meninggalkan mereka tanpa harta sepeserpun.
Hari ini Arga ingin mengemudikan mobilnya seperti biasanya saat mereka sedang pergi bertiga Arga memilih untuk menyetir sendiri agar mereka memliki quality time sendiri tanpa gangguan orang lain. Namun kadang Arga juga berpikir jika dirinya bukanlah orang biasa pasti banyak musuh yang mengintai keberadaannya dan itulah yang terkadang membuatnya ragu untuk mengajak Retha ke tempat yang ramai.
Didalam mobil Retha hanya terdiam tanpa mengatakan sepatah kata. Dia sedang memikirkan ulang tahun pernikahannya. Bukannya tidak ingat sebetulnya dia ingat dari satu minggu yang lalu tapi dia memilih diam. Dia mengingat awal pernikahan mereka dimana Arga tak pernah menganggap dirinya sebagai istri itu membuat Retha menjadi ragu untuk mengatakan tentang ulang tahun pernikahan mereka.
"Tidak ada apa-apa." Bohong Retha dia tidak ingin mengucapkan apapun tentang ulang tahun pernikahan mereka.
"Oh iya bagaimana keadaan ibu?" Tanya arga sudah lama mereka tidak berkunjung ke rumah ibu Retha karena saat ini ibu Retha memilih untuk tinggal di Bandung jauh dari keramaian.
"Kemarin aku sempat meneleponnya beliau baik-baik saja, bagaimana kapan-kapan kalau kita berkunjung kesana sekalian liburan?"
"Tentu saja asal itu semua tidak membuatmu kelelahan." Jawab Arga.
__ADS_1
"Bagaimana sayang kau mau kan berkunjung ke rumah nenek?" Tanya Retha pada Noel yang sedang sibuk memakan biskuit dalam pangkuan Retha itu.
"Oh tentu saja kau pasti mau disana katanya sangat indah dan juga sejuk." Jawab Retha sendiri karena dia juga belum mengunjungi rumah ibunya secara langsung hanya lewat foto saja.
Setelah perjalanan cukup panjang mereka pun sampai di Dufan. Di sana tampak sudah banyak orang yang berkunjung. Mereka sedang mengantri untuk membeli tiket masuk tapi berbeda dengan Arga. Dia sudah lebih dulu menyuruh Leo untuk membelikan tiket untuk mereka. Jadi saat mereka tiba tiket pun sudah siap.
"Ini tuan tiketnya untuk tiga orang!" Ucap Leo penuh sopan.
Arga pun mengambil tiket itu lalu pergi masuk kedalam sana.
"Sini biar aku saja yang menggendong Noel!" Kata Arga saat melihat Retha sudah mulai kelelahan membawa bocah kecil yang sekarang mulai terlihat montok itu. Setelah menggendong Noel mereka pun berjalan menyusuri tempat bermain yang ada.
"Bagaimana apa kado yang aku minta sudah kau siapkan?" Tanya Arga pada seseorang di seberang sana melalui sebuah pesan singkat.
"Sudah tuan barangnya sudah ada padaku. Tempatnya di arah pukul dua dekat dengan permainan komedi putar. Disana saya sudah menyiapkannya!"
"Apa ada pekerjaan penting?" Tanya Retha karena dia melihat Arga sedari tadi tampak fokus dengan ponselnya.
"Eh tidak hanya jadwal meeting besok." Jawab Arga yang tampak sedikit gugup dia takut jika rencananya memberi kejutan pada Retha gagal
"Oh baiklah." Mereka pun masih menyusuri sepanjang perjalanan untuk mencari tempat bermain yang cocok untuk Noel.
__ADS_1
"Apa kau senang boy?" Tanya Arga pada Noel yang ada dalam gendongannya itu. Mereka sudah seperti induk kanguru dan anaknya saja. Bagaimana tidak Arga menggendong Noel tepat didepan dadanya dan menghadapkan tubuh Noel ke depan. Sedangkan Noel tampak sangat bahagia dia tertawa senang dan tangannya meraih seperti ingin menggapai semua benda yang ada didepannya.