
Retha pun tampak kasian melihat tubuh Noel yang sedikit kecil itu. Muncul suatu ide dalam pikiran Retha.
"Ayo masuk ke rumah Re, disini panas kasihan kamu!"
"Eh iya Bu."
Mereka pun berjalan masuk ke dalam rumah. Tampak banyak anak-anak kecil yang bermain dan berlarian meramaikan suasana rumah.
"Suamimu tidak ikut Re?" Tanya Bu Ririn saat mereka sudah duduk di ruang tamu.
"Tidak Bu, Arga sedang sibuk bekerja nanti kalau ada waktu dia akan menyusul kesini!"
"Oh, bagaimana pernikahan kalian sekarang?"
"Puji syukur Bu Arga sudah tidak seperti dulu, sekarang dia sudah bisa menerima saya!" Jawab Retha dengan senyum mengembang diwajahnya. Dulu memang Retha selalu menceritakan apapun yang terjadi pada Bu Ririn.
"Wah Alhamdulillah kalau begitu Re." Retha pun mengangguk-anggukkan kepalanya sebagai jawaban.
Kemudian mereka pun larut dalam perbincangan sampai suara ponsel Retha menghentikan percakapan mereka.
"Sebentar Bu saya mau angkat telepon dulu?" Izin Retha pada Bu Ririn.
"Iya silahkan Re."
"Ada apa?" Tanya Retha pada seseorang diseberang sana yang sedang menelepon dirinya.
"Sayang maaf aku tidak bisa ikut ke panti asuhan, saat ini pekerjaanku sangat banyak!"
"Oh iya tak apa sayang, iya sudah sampai ketemu dirumah aku mau bantu-bantu Bu Ririn dulu!"
"Iya sayang hati-hati jangan sampai kelelahan. Aku mencintaimu!"
Retha pun mematikan ponselnya dan memasukannya ke dalam tas. Kemudian dia menghampiri Bu Ririn yang hendak memasak makan siang.
"Bu Ririn tidak usah memasak ya hari ini, Retha akan pesankan makanan dari luar saja biar ibu bisa istirahat!" Pinta Retha ketika melihat Bu Ririn yang tampak lelah. Bagaimana tidak lelah mengurus anak panti asuhan sebanyak itu hanya seorang diri.
__ADS_1
"Tidak perlu Re ibu sudah terbiasa seperti ini, nanti merepotkan kamu lho!"
"Tidak merepotkan sama sekali Bu." Retha pun keluar untuk mencari pak Yuda dan lak Alex yang menemaninya. Retha meminta mereka untuk membelikan makanan dari luar. Setelah selesai Retha kembali masuk ke dalam rumah. Di sana tampak Noel sedang bermain dengan Bu Ririn.
"Wah Noel sudah pintar bisa berdiri, ayo sayang sekarang jalan ke sini!" Ucap Retha saat melihat Noel sudah berdiri dengan kedua kakinya. Meskipun tubuh Noel lebih kurus dari anak usianya seharusnya tapi bayi kecil itu tetap aktif bergerak.
Noel pun tersenyum ke arah Retha dan mulai melangkahkan kakinya namun baru satu langkah dia sudah terjatuh.
"Oh sayang hati-hati ya!" Retha kemudian menggendong Noel dan Noel pun tampak gembira di dalam gendongan Retha.
"Mammmm mammamm!" Ucap Noel si bayi kecil itu.
"Wah kamu sangat pintar El, sekarang sudah bisa bicara juga ya!" Kata Retha sambil mencium seluruh wajah Noel dimana membuat Noel semakin geli.
Tak berasa waktu berlalu begitu cepat, sekarang sudah pukul empat sore Retha memutuskan untuk segera pulang ada yang ingin dia bicarakan dengan suaminya dan dia sudah tidak sabaran.
Setelah sampai dirumah Retha segera membersihkan diri dan membantu menyiapkan makan malam untuk Arga dan dirinya.
Selesai menyiapkan makanan Retha memutuskan untuk menunggu Arga pulang di ruang keluarga sambil melihat-lihat ponselnya.
"Wah sepertinya enak juga ya kalau punya dua bayi sekaligus!" Ucap Retha saat membaca sebuah laman di situs internet yang memperlihatkan dua orang bayi yang lucu-lucu.
"Kenapa?" Tanya Retha saat melihat Arga yang tampak aneh melihat kearahnya.
"Tidak apa, tumben menunggu disini biasanya di dalam." Ucap Arga sembari berjalan masuk ke dalam rumah dan menuju kamar.
"Ada yang ini aku bicarakan jadi cepat mandi dan makan malam bersama!"
"Kenapa tidak bicarakan sekarang saja?"
"Tidak nanti saja!"
Arga pun memutuskan untuk segera mandi karena dia sudah tidak sabar apa sebenarnya yang ingin dibicarakan oleh Retha. Setelah sepuluh menit berada dalam kamar mandi Arga segera keluar dan memakai pakaian santai. Dia segera keluar dan pergi ke meja makan karena Retha sudah menunggunya disana.
Di dalam meja makan Retha hanya diam saja dimana membuat Arga menjadi semakin bingung. Pasalnya sejak saat hamil Retha menjadi sedikit cerewet tapi kenapa sekarang malah diam saja.
__ADS_1
Sedangkan Retha dia memikirkan bagaimana jika Arga tidak setuju dengan permintaannya. Arga memang selalu menuruti apapun yang diminta oleh Retha tapi ini bukan permintaan biasa.
Setelah selesai makan mereka untuk membicarakan semuanya di dalam kamar saja.
"Bagaimana tadi di panti asuhannya?"
"Menyenangkan tapi kasihan bu Ririn beliau kelelahan mengurus semuanya sendirian. Emm aku boleh minta sesuatu?"
"Tentu apa sayang?" Tanya Arga sambil merebahkan kepalanya dipangkuan Retha.
"Bisa kau carikan perawat untuk merawat anak-anak di panti asuhan?"
"Tentu saja bisa sayang, kau mau minta berapa sepuluh atau lima belas?"
"Tidak perlu sebanyak itu sayang tiga saja kurasa sudah cukup."
"Baiklah besok aku akan meminta Leo untuk mencarikan perawat di panti asuhan."
"Aku ada satu permintaan lagi!"
"Katakan saja sayang!"
"Aku ingin mengadopsi Noel." Arga pun langsung duduk menatap dalam ke arah Retha.
"Kau yakin?" Tanya Arga meyakinkan Retha.
"Iya sayang."
"Tapi sebentar lagi kita akan memiliki anak sendiri sayang!"
"Aku tahu Arga tapi aku kasihan melihat Noel disana."
"Tapi bagaimana dengan Bu Ririn apa beliau mengizinkan?"
"Tentu sayang."
__ADS_1
"Iya sudah kalau begitu besok biar Leo mengurus hak adopsi Noel. Sekarang kita tidur sudah malam."
Kemudian mereka pun merebahkan diri. Arga memeluk erat tubuh Retha. Dan tak lama kemudian mereka menyelami alam mimpi bersama.