
"Lihat aku, kita tidak sedang diculik tapi sedang liburan di Bali!"
Retha pun terkejut mendengar ucapan suaminya. Dia sedang berada di Bali bagaimana bisa? Dan itu artinya dia naik pesawat bukan? Pikir Retha.
"Kau gila!! bagaimana bisa kau mengajakku kemari tanpa persetujuan dariku?" Sungut Retha pada suaminya itu.
"Aku tidak butuh persetujuan darimu, sudah nikmati saja liburan kita?"
Retha berjalan menuruni ranjang dan pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Berdebat dengan suaminya pasti tidak ada gunanya dan semua sudah terlanjur, mau diapakan lagi.
"Sayang kau mau kemana?" Tanya Arga yang melihat Retha berjalan menjauhi ranjang. Retha tetap berjalan menuju kamar mandi tanpa menoleh ke arah suaminya.
Didalam kamar mandi dia merutuki dirinya yang tidak membawa pakaian bersih ke dalam kamar mandi. Dia juga teringat dia tidak membawa apapun ke Bali.
"Oh bodoh!! kenapa kau bodoh sekali Retha tidak membawa apapun ketika berlibur, tapi kan memang Arga tidak membahas apapun tentang liburan ini, dasar menyebalkan!"
Setelah selesai mandi Retha meraih handuk yang ada dikamar mandi itu. Melilitkan disekujur tubuhnya. Membungkus dari dada atas sampai pertengahan pahanya. Kemudian dia keluar kamar mandi.
Arga yang melihat Retha keluar kamar mandi terbelalak. Bagaimana tidak istrinya hanya dibalut handuk yang melilit ditubuhnya.
"Kau mau menggodaku ya sayang?" Tanya Arga dengan senyum menyeringainya.
"Siapa yang menggodamu bung, kau terlalu percaya diri." Ucap Retha kesal.
Arga pun terkekeh, "Aku sudah menyiapkan pakaianmu, carilah mana yang akan kamu pakai!"
Kemudian Retha berjalan menuju lemari yang berjajar disana. Dibukanya pintu lemari tersebut, dia begitu takjub lemari itu dipenuhi pakaian yang sepertinya sangat pas ditubuhnya.
"Aku mau mandi dulu, nanti kita sarapan bersama, kau bisa melihat-lihat pemandangan di luar selagi menungguku mandi."
"Hemm."
Setelah Arga masuk ke kamar mandi Retha segera mengambil pakaiannya. Dia secepat mungkin berganti pakaian sebelum Arga kembali dari kamar mandi. Selesai berpakaian dia mengeringkan rambutnya dan memberikan beberapa sentuhan make up ke wajahnya.
Mungkin dia memang kesal terhadap sikap Arga yang terlihat arogan tidak menerima pendapatnya tentang liburan ini. Tapi dia juga senang bisa berkunjung ke pulau Dewata apalagi dengan suaminya yang sudah menyiapkan segala keperluannya tanpa kurang sedikitpun. Dia juga kagum bagaimana suaminya tahu akan kebutuhannya.
Setelah selesai berdandan Retha berjalan keluar dia membuka tirai jendela yang menghalangi sinar matahari. Dia begitu takjub dengan pemandangan yang ada diluar jendela. Tampak lautan luas membentang sepanjang mata melihat.
Saat Retha tengah asyik melihat pemandangan diluar, tiba-tiba sebuah lengan kekar memeluknya dari belakang. Tanpa Retha menoleh dia sudah tahu siapa pemilik tangan itu. Dari aroma tubuh dan shampo yang dipakai dia sudah tahu jika itu suaminya.
__ADS_1
"Kau masih marah denganku?" Tanyanya dengan suara lembut.
Retha pun menghela nafas, dia masih marah atau tidak dia sendiri juga tidak tahu. Tetapi dia juga tidak mau mengecewakan suaminya yang sudah susah payah menyiapkan liburan mereka.
"Aku tidak marah denganmu, tapi lain kali jangan seperti ini."
"Baiklah."
"Bagaimana nanti caraku pulang Arga? Apa kau mau memberikan obat bius lagi padaku?" Tanya Retha penasaran.
"Entahlah jangan pikirkan itu, lebih baik kita nikmati liburan ini." Jawabnya sambil menciumi leher Retha.
Akhirnya mereka berdua menikmati pemandangan lautan dari kamar villa. Memandang takjub ciptaan Tuhan yang begitu indah.
"Ayo kita sarapan!" Ajaknya sembari membalikkan tubuh istrinya dan Cup Arga mencium sekilas bibir Retha.
Retha berdecak kesal dengan ciuman tiba-tiba dari Arga. "Ck, kau selalu saja mencari kesempatan."
Arga hanya terkekeh dengan ocehan sang istri. Di ajaknya sang istri menuju ruang makan. Disana sudah ada dua orang pelayan yang akan membantu mereka.
Retha mengernyitkan dahinya, dia merasa asing dengan makanan yang ada dihadapannya. Dia pernah melihat makanan itu tapi belum pernah mencobanya.
"Apa ini?" Tanya Retha pada pelayan tersebut.
"Ini bebek betutu nyonya muda, makanan khas Bali." Ucap salah satu pelayan itu.
"Apakah ini semua makanan khas dari Bali?" Tanya Retha kembali dengan wajah antusiasnya. Para pelayan tersebut menganggukkan kepalanya.
"Lalu yang ini apa?" Tanya Retha lagi sembari menunjuk sebuah makanan yang berisi beberapa tusuk sate.
"Ini sate lilit Nyonya muda."
"Sate lilit apa bedanya dengan sate yang lainnya?"
Arga hanya tersenyum melihat antusias sang istri bertanya tentang makanan yang ada didepannya.
"Sate lilit ditusuk menggunakan batang serai Nyonya muda. Bumbu-bumbu yang digunakan pun diantaranya jahe, kunyit, bawang putih, bawang merah dan berbagai bumbu lain."
"Oh lalu apa ini, bukannya ini juga sate? apa bedanya dengan tadi?" Beo Retha pada pelayan tersebut.
__ADS_1
"Ini sate plencing Nyonya muda. Sate ini mempunyai keunikan dalam bumbunya. Bumbu yang digunakan pada sate plecing diantaranya adalah cabai, garam, gula, tomat, jeruk limau, dan terasi."
"Ini apa tanyanya lagi?"
"Diamlah kau itu terlalu banyak bicara, makan lah setelah ini kita jalan-jalan." Ucap Arga menyela pertanyaan-pertanyaan yang mungkin akan timbul lagi dari mulut istrinya.
"Kau saja yang diam aku tidak sedang berbicara denganmu, lagi pula mereka juga dengan senang hati memberitahuku." Kata Retha sinis. Para pelayan hanya tersenyum mendengar pertengkaran kecil dari tuan muda dan nyonya mudanya ini.
"Ini bubur mengguh nyonya muda, Bubur mengguh merupakan bubur khas Bali yang terbuat dari santan dan beras yang dimasak hingga tercampur halus. Bubur mengguh disajikan dengan kuah kaldu ayam yang kental dan suwiran ayam serta tambahan urap sayur yang disajikan terpisah."
Retha pun mengangguk-anggukkan kepala sebagai tanda mengerti.
"Ah makanan ini sungguh menggoda seleraku saja, ingin rasanya aku memakan semuanya." Katanya sambil memasukan satu tusuk sate kedalam mulutnya.
"Kau itu memang rakus makanya aku menyediakan banyak makanan untukmu." Kata sang suami.
Akhirnya mereka pun menikmati sarapan dengan menu khas Bali yang memang sudah Arga pesan khusus untuk sang istri.
"Setelah ini kita mau kemana?" Tanya Retha setelah menyelesaikan sarapannya tanpa sisa.
"Terserah kau mau kemana?"
"Aku tidak tahu, aku ikut denganmu saja."
"Baiklah aku akan menunjukan padamu tempat yang indah, kau pasti suka."
Mereka pun bergegas keluar villa dan masuk ke dalam mobil. Tak lama kemudian mobil tersebut keluar dari villa dan menyusuri jalan. Mereka menikmati pemandangan pagi hari di pulau Bali.
Sekitar tiga puluh menit perjalanan akhirnya mobil yang mereka tumpangi sampai di sebuah pantai yang sangat indah.
"Wow ini sangat indah Arga!" Seru Retha kegirangan. "Pantai apa ini?" Tanyanya pada sang suami.
"Ini pantai Dreamland sayang. Ayo kita kesana!" Ucapnya setelah memberhentikan mobilnya di parkiran. Mereka pun berjalan menuju bibir pantai.
------
Maaf ya gaiss kalo aku ada salah penjelasan 🙏🙏
**HAPPY READING GUYSS
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE KOMEN DAN VOTE YA 💙💙💙**