Istri Tuan Arga

Istri Tuan Arga
S2-episode 53


__ADS_3

"Tu...Tuan!" Ucap seorang pria sembari berlarian tergopoh-gopoh.


"Tuan muda Arga!"


"Ya ada apa Pak Yas?" Tanya Daddy Arga sembari mengerutkan keningnya. Acara belum selesai tetapi kenapa sopirnya ini malah masuk ke dalam acara. Padahal dia tahu tata cara menjaga kesopanan.


"Ada apa pak Yas? Kau bisa tarik nafas dulu! Ucapkan secara perlahan jika seperti ini kami tidak akan mengerti!" Ucap mommy Retha yang mulai merasakan tidak enak. Mereka pun pergi menepi agar lebih leluasa dalam berbicara.


"Tu...Tuan, nona kecil tuan!" Kata Pak Yas sembari mengatur nafasnya yang terengah-engah.


"Orin? kenapa dengannya? apa dia berbuat sesuatu?" Tanya mommy Retha yang semakin khawatir melihat pak Yas yang sedari tadi tidak mengucapkan kalimatnya dengan benar.


"Seseorang mem...membawa no...na pergi tuan!"


"Apa maksudmu pak Yas?" Tanya Arga dengan suara menggelegarnya, dia mencengkram kerah baju pak Yas. Meminta jawaban yang mungkin akan menyayat hatinya.


"Nona kecil Orin di culik tuan!"


"Ya Tuhan...!" Mommy Retha sudah tidak bisa menahan berat beban tubuhnya sendiri hingga membuatnya oleng untung saja Daddy Arga dengan sigap menangkap tubuh istrinya itu.


"Kenapa bisa sampai seperti itu!" Teriak Daddy Arga dengan geram.


"Orin...hiks...hiks...hiks!" Mommy Retha terisak-isak membayangkan bagaimana keadaan putrinya.


"Hey tenangkan dirimu terlebih dahulu sayang! Aku akan mencarinya oke? Jadi berhentilah menangis seperti ini!" Ujar Daddy Arga mencoba menenangkan mommy Retha yang semakin kalut karena kehilangan putrinya.

__ADS_1


"Apa ada sesuatu yang terjadi tuan?" Tanya seorang wanita paruh baya. Dia adalah salah satu pengurus panti yang menerima donatur dari perusahaan-perusahaan.


"Tolong jaga istriku, aku akan mencari putriku!" Kata daddy Arga pada wanita tersebut. Dia yakin jika lebih baik istrinya tetap berada disana. Lagipula sekarang mereka tidak sedang membawa pengawal.


"Tidak, aku tidak mau. Aku akan ikut denganmu mencari Orin!" Jawab mommy Retha bersikeras untuk tetap ikut mencari Orin. Daddy Arga pun menghela nafasnya, mencoba untuk membuang mommy Retha mengerti. Dia tahu istrinya itu sama khawatirnya dengannya tapi jika membawa mommy Retha kemungkinan itu lebih membahayakan dirinya nanti. Lagipula dia sendiri masih belum tahu siapa gerangan orang yang berani menculik putrinya.


"Aku akan mengirim seseorang untuk membawamu pulang. Aku berjanji akan membawa kembali putri kita dalam keadaan baik-baik saja. Ku mohon saat ini bukan watu yang tepat untuk kita berdebat!"


"Baiklah." Jawab mommy Retha masih dengan isakanya. Memang benar yang dikatakan suaminya, saat ini bukanlah waktu yang tepat bagi mereka berdebat.


Sebelum pergi Daddy Arga terlebih dahulu mencium kening mommy Retha. Sekedar untuk menenangkan hati seorang ibu yang tengah kehilangan putrinya. Setelah itu daddy Arga berjalan menuju mobil mereka. Sebelumnya Daddy Arga tampak menghubungi seseorang terlebih dahulu.


"Antarkan seseorang untuk menjemput istriku dan kau cepat bawa anak buahmu ikut bersama. Akan ku kirim alamatnya!" Setelah itu daddy Arga memasuki mobilnya bersama dengan pak Yas yang sudah menunggunya sejak tadi.


"Kenapa kau baru mengatakan jika mereka membawa putriku ha?" Tanya Daddy Arga dengan kesal. Tentu saja siapa yang tidak kesal putrinya menjadi korban penculikan. Jika nanti dia tahu siapa penculik tersebut, pasti dirinya akan membuat mereka menanggung akibatnya.


"Kau masih ingat bagaimana ciri-ciri mobilnya? Atau plat mobil mereka?"


"Aku ingat mobilnya tuan, mereka mengendarai mobil berwarna silver dan beberapa stiker dibelakangnya."


"Cepat kejar mobilnya sebelum mereka melakukan apa-apa pada putriku!"


Mobil yang Daddy Arga tumpangi pun melesat jauh meninggalkan hingar-bingar acara amal. Saat ini mereka hanya bisa menggunakan insting dari pak Yas sebab anak buah yang sudah Daddy Arga kerahkan juga belum mendapatkan informasi apapun.


Saat itu Orin kecil mulai mengedipkan matanya, dia sudah sadar dari obat bius yang mereka berikan padanya namun sepertinya Orin masih belum mengingat apa yang terjadi padanya. Setelah beberapa saat, Orin baru mengingat jika tadi dirinya dibawa oleh dua orang tak dikenal. Akhirnya dirinya pun memberanikan diri untuk melihat sekitar. Terdapat tiga orang laki-laki dalam mobil tersebut, satu berada di sampingnya dan yang dua ada didepannya.

__ADS_1


Dalam keheningan mobil tersebut, Orin hanya mampu menitihkan air matanya. Dia takut jika dirinya mengeluarkan suara mereka akan menyakitinya.


"Lebih cepat lagi bodoh!" Teriak salah satu diantara mereka kepada temannya yang sedang mengemudikan mobilnya.


"Kau mau mati konyol! Matamu buta ha? Kau tidak lihat hujan turun begitu deras!" Kesal sang sopir pada temannya yang tidak tahu suasana itu.


Sementara itu Daddy Arga benar-benar marah pada dirinya sendiri. Sebagai seorang ayah dan juga kepala keluarga rasanya dirinya sudah sangat gagal. Dia tidak bisa membayangkan bagaimana putrinya sekarang. Berada diantara orang-orang yang tidak dikenal dan dengan suasana hujan seperti ini. Ahh rasanya Tuhan benar-benar memberikan hukuman padanya atas kesalahannya di masa lalu.


"Bagaimana? anak buahmu sudah menemukan keberadaan Orin?" Tanya Daddy Arga pada orang di seberang sana.


"Maaf tuan, kami masih terkendala di cuaca seperti ini!" Jawab seseorang diseberang sana.


"Arrgghh!" Daddy Arga pun menggeram kesal rasanya waktu berputar begitu lambat sama seperti anak buahnya itu. Untung saja Orin membawa ponselnya jadi dengan mudah anak buah Daddy Arga dapat melacak keberadaannya.


Sementara itu Orin tidak berhenti menitikkan air matanya, dia benar-benar takut.


"Hujannya semakin deras bagaimana ini?" Tanya sang sopir pada kedua temannya.


"Tetap lanjutkan, kau mau bos memenggal kepalamu jika kau tidak menuruti kata-katanya. Lagipula semakin cepat kita sampai sana, semakin cepat pula pekerjaan kita!" Jawab salah seorang diantara mereka.


Mereka pun kembali melajukan mobilnya dengan kencang membelah jalanan yang mulai digenangi oleh air hujan. Tampaknya malam ini langit ikut menangis sama seperti dengan Orin. Dia pun hanya mampu meringkuk di jok belakang. Dia merasakan pusing yang amat sangat pada kepalanya. Sebenarnya dia ingin menghubungi daddynya, tapi dia tidak mempunyai keberanian tersebut. Sekedar bergerak saja dirinya tidak berani. Dalam hati dia merapalkan doa pada Tuhan-nya, semoga daddynya dapat menyelamatkannya.


Dilain tempat tampaknya Daddy Arga sudah mendapatkan lokasi Orin dari anak buahnya. Meskipun belum sepenuhnya benar sebab mereka sendiri belum menjumpai Orin tapi setidaknya masih ada harapan untuk menemukan putrinya. Dia pun segera memberitahukan kepada pak Yas untuk mengemudikan mobilnya ke arah yang sudah dia tunjukkan.


Orin benar-benar tidak tahu sekarang dirinya berada dimana. Yang dia tahu mobil tersebut masih melaju dengan kencangnya sampai terdengar bunyi teriakan dari para lelaki tersebut.

__ADS_1


"AWAS!"


__ADS_2