Istri Tuan Arga

Istri Tuan Arga
S2-episode 51


__ADS_3

Selesai membersihkan tubuhnya dan berganti pakaian, Marcel pun segera kembali ke kamar Orin. Dia sudah tidak sabar mendengarkan kabar lebih lanjut mengenai kondisi orang yang paling dicintainya. Sebenarnya Marcel sedikit tidak enak karena menggunakan baju serta celana milik Noel apalagi perbedaan tubuh mereka meskipun tidak banyak. Tapi apa boleh buat Daddy Arga sendiri yang menyuruhnya menggunakan pakaian milik Noel.


Saat memasuki kamar Orin, Marcel dibuat bungkam seketika melihat pandangan didepannya. Mommy Retha yang terisak di dalam pelukan daddy Arga. Sungguh saat ini Marcel merasa sangat bersalah atas apa yang terjadi dengan Orin. Tapi semuanya sudah terjadi dan dia sendiri juga tidak menginginkan hal ini terjadi.


"Bagaimana keadaannya dok?" Tanya Marcel pada dokter Febrian. Dokter Febrian adalah dokter baru yang menangani Orin beberapa tahun belakangan ini sebab dokter sebelumnya sudah tidak lagi bekerja sebab usianya yang sudah tidak muda lagi.


"Secara fisik kurasa dia baik-baik saja mungkin hanya lebam di beberapa tempat, dua sampai tiga hari lagi lebamnya juga akan hilang. Dan untuk luka goresan di lehernya tidak terlalu berbahaya sebab hanya sebuah goresan biasa besok pasti sudah kering." Dokter Febrian menghela nafasnya terlebih dahulu sebelum melanjutkan ucapannya.


"Tapi untuk psikis dan juga jiwanya aku rasa dia tidak baik-baik saja mengingat dulu yang pernah dia alami."


Marcel hanya diam mendengarkan begitu pula dengan Daddy Arga dan mommy Retha. Mommy Retha kini sudah tampak lebih tenang dari awal.


"Sudah beberapa lama ini, Orin sudah tidak pernah lagi berkunjung ke tempatku hanya menghubungiku lewat pesan, apakah dia baik-baik saja?" Tanya dokter Febrian kini mereka semua sedang duduk di sofa kamar Orin.


"Dia sendiri bilang jika dirinya baik-baik saja, aku menyarankan beberapa waktu lalu untuk mengunjungimu tapi katanya dia sudah baik-baik saja."


"Kurasa memang dirinya baik-baik saja. Berikan ini nanti jika dia sudah bangun. Aku masih ada urusan lain!"


Dokter Febrian pun pamit untuk menyelesaikan urusan yang lain. Daddy Arga pun mengantarkan dokter Febrian sampai di depan rumah sebagai tamu.


"Kau makan malam lah dulu Cel!" Perintah mommy Retha yang masih duduk di sofa. Rasanya kakinya terlalu lemas untuk sekedar menopang berat badannya.


"Aku masih belum lapar mom!" Jawab Marcel kini dirinya duduk disamping Orin. Dia menggenggam erat tangan Orin menyalurkan kehangatan dari tangannya sendiri.


"Tidak nak, kau bisa sakit nanti jika Orin tahu kau sakit dia pasti akan sedih. Sekarang aku akan minta pelayan untuk menyiapkan makan malam disini!"

__ADS_1


Mommy Retha pun keluar dari kamar Orin demi untuk memberikan calon menantunya makan malam. Dia tahu seberapa besar Marcel mencintai Orin dan begitu pula sebaliknya. Tak lama kemudian mommy Retha pun sudah kembali ke kamar Orin begitu pula dengan Daddy Arga.


"Malam ini tinggallah dulu disini!" Ujar Daddy Arga yang sekarang ikut duduk di samping Orin tetapi disisi lainnya.


"Tapi dad apa ini tidak akan terlihat mencurigakan?"


"Kurasa tidak kau tahu bagaimana keadaan Orin, gadis itu tidak akan berfikir sampai sana jika sedang seperti ini. Aku juga tidak ingin jika Orin sadar dan mencarimu dia akan hilang kendali seperti dulu yang pernah dia lakukan di rumah sakit."


"Baiklah dad." Jawab Marcel pasrah. Mau bagaimana lagi, dirinya sendiri sebenarnya juga tidak tega jika harus meninggalkan Orin dengan kurun waktu yang lama.


Tak lama kemudian beberapa pelayan datang dengan membawa beberapa nampan berisi berbagai macam makanan sesuai dengan perintah nyonya mereka.


"Makanlah dulu Cel, Orin akan baik-baik saja!" Suara Mommy Retha menginterupsi. Dirinya sendiri tidak tega melihat wajah Marcel yang tampak begitu sedih apalagi kesedihannya karena putrinya sendiri.


"Jadi apakah seperti ini rasanya ketika ditinggal orang yang kita cintai, apa dulu Orin merasakan hal yang sama denganku!" Batin Marcel sembari menikmati makan malamnya yang terasa hambar. Dia makan hanya untuk menghormati mommy dan Daddy Arga yang sudah menyiapkannya saja.


Mereka makan dalam keheningan, tak ada seorang pun yang mengucapkan sepatah kata. Mereka semua larut dalam pikiran masing-masing.


Akhirnya makan malam hambar itu pun selesai. Tak lama kemudian beberapa orang pelayan datang untuk membersihkan piring-piring kotor bekas makan para majikanya.


Drrrt...drrrt...


Ponsel Marcel pun berbunyi dilihatnya nomor seseorang yang menghubunginya. 'Paman Leo'. Marcel pun mengangkat panggilan tersebut sembari menepi di balkon kamar Orin. Setelah cukup lama Marcel pun kembali ke kamar Orin.


"Dad tadi paman Leo menghubungiku, beliau mengatakan jika orang-orang tadi sudah di masukkan ke penjara dan paman Leo juga memastikan jika mereka akan di penjara seumur hidup mereka!"

__ADS_1


"Jadi sebenarnya apa yang terjadi, mommy benar-benar bingung. Marcel kau dapat menceritakan bagaimana ini semua terjadi?" Tanya mommy Retha antusias sebab sejak tadi Marcel tidak menyinggung apa yang terjadi dengan Orin.


Marcel pun menceritakan semua yang terjadi pada Orin. Mommy Retha yang mendengar itu pun tak kuasa menahan tangisnya. Dia tidak bisa membayangkan bagaimana putri mereka ketakutan. Sampai Marcel menceritakan saat lengan bagian atasnya yang terkena pukulan salah satu dari mereka dan dimana itu membuat mommy Retha panik seketika.


"Coba sekarang mana lukamu?" Tanya mommy Retha setelah Marcel selesai menceritakan tentang apa yang terjadi tadi sore.


"Tidak perlu khawatir mom, ini hanya luka kecil." Jawab Marcel tentu saja mommy Retha tidak percaya begitu saja. Lagipula luka itu di dapatkan oleh Marcel ketika dirinya melindungi Orin.


"Tidak ada luka kecil maupun besar. Mereka semua sama-sama luka. Luka kecil bisa juga menjadi luka besar. Sekarang coba perlihatkan padaku!"


Akhirnya Marcel pun mengalah, dia menggulung lengan panjang kaos milik Noel sampai memperlihatkan lukanya yang sudah mulai membiru.


"Ini tidak sakit mom, hanya luka pukulan biasa. Dulu aku juga sering mendapatkannya." Ucap Marcel dirinya tidak ingin membuat mommy Retha khawatir.


"Ya Tuhan, kau bilang ini luka kecil? Bagaimana jika sampai lenganmu patah?" Gerutu mommy Retha meskipun begitu dirinya juga tetap mengobati luka yang ada pada Marcel.


"Terimakasih mom!" Ucap Marcel tidak enak sembari melirik Daddy Arga yang tampak cemberut itu. Sebenarnya dirinya bukan tidak enak pada mommy Retha dirinya lebih tidak enak pada Daddy Arga yang terlihat cemburu itu.


"Kau ini bilang apa, kau juga putraku jadi sudah sewajarnya aku menghawatirkan dirimu!" Marcel pun hanya diam, sudah lama dirinya tidak mendapatkan sentuhan kasih sayang dari seorang ibu. Bagaimana mau mendapatkan kasih sayang dari ibunya jika dirinya saja dibuang oleh ibunya sendiri.


"Sekarang istirahat lah dulu Cel, mungkin Orin tidak akan bangun malam ini. Tadi Febrian sudah bilang padaku jika dirinya menyuntikkan obat penenang pada Orin."


"Sebaiknya Daddy dan mommy beristirahatlah di kamar kalian, Orin biar aku yang akan menjaganya!"


"Baiklah!" Mereka berdua pun pergi meninggalkan Orin dan Marcel di kamar itu. Daddy Arga sudah sepenuhnya percaya pada anak-anaknya. Dari dulu Daddy Arga selalu menerapkan kepercayaan pada semua anaknya. Bukan tanpa sebab menurutnya jika kita terlalu menekan ataupun memaksakan kehendak kita maka anak-anak itu akan memberontak nantinya dan mereka juga akan melakukan kebohongan-kebohongan untuk menutupinya. Berbeda jika kita memberikan kepercayaan pada mereka, mereka seperti mendapat sebuah tanggung jawab yang harus mereka penuhi.

__ADS_1


__ADS_2