Istri Tuan Arga

Istri Tuan Arga
S2-episode 93


__ADS_3

Sebagai manusia kita hanya mampu mengikuti takdir yang sudah digariskan oleh sang pencipta. Kita tidak pernah tahu bagaimana Tuhan menuliskan takdir kita. Jodoh dan maut bahkan sudah Tuhan rencanakan sejak kita dilahirkan. Sebagai manusia kita hanya bisa berharap yang ditakdirkan oleh-Nya adalah sesuatu yang memang terbaik untuk kita.


"Jangan buru-buru tidak akan ada yang memintanya darimu!" Ucap Angga sembari membersihkan bekas es krim yang belepotan di sekitar bibir Orin. Angga geli sendiri dengan apa yang dilakukannya, padahal teman-teman sekolahnya banyak yang lebih cantik dari Orin dan tentunya lebih dewasa. Tapi entah kenapa rasanya jantungnya hanya mau berdegup kencang saat bersama Orin. Sungguh lucu rasanya dia seperti pedofil yang menyukai anak kecil.


"Emm nanti bawa pulang satu buat kak El ya kak?" Pinta Orin meskipun mereka tidak terlalu dekat tetapi mereka tetap menyayangi satu sama lain. Terkadang Orin juga merasa kasihan dengan kakak laki-lakinya itu, setiap hari Noel selalu mengikuti hal-hal yang memang harus dia lakukan sebagai penerus klan Winata.


"Iya kakak sudah pesankan kok, rasa vanilla topping coklat kan?" Orin pun mengangguk tanda setuju. Sedangkan hubungan Angga dan Noel sendiri memang dekat tapi hanya saja karena jadwal Noel yang padat membuat mereka jarang untuk menghabiskan waktu bersama. Terkadang jika Noel libur les mereka akan melakukan kegiatan bersama di rumah seperti bermain PS dan menonton bioskop dengan genre action kesukaan mereka.


"Kakak ambil dulu pesanannya, kamu tunggu sini!" Angga berdiri dari duduknya perlahan meninggalkan Orin yang masih sibuk mencecap rasa manis serta dingin dari lelehan es krim tersebut. Tak lama kemudian Angga sudah kembali dengan membawa satu kantong plastik disebelah tangannya.


"Ayo kak kita pulang!" Ajak Orin setelah dia selesai menghabiskan satu mangkok es krim berukuran jumbo itu.


"Iya sayang." Jawab Angga kemudian mereka berdua berjalan meninggalkan kedai tersebut menuju parkiran motor. Karena tadi mereka terburu-buru dan Angga hanya mempunyai satu buah helm jadilah Angga memakaikan helm miliknya untuk Orin.


Suasana sore ini terlihat begitu ramai sebab depan kompleks merupakan jalan raya penghubung provinsi. Perlahan Angga mulai melajukan kembali motornya untuk meninggalkan pelataran kedai es krim tersebut. Angga mengendarai motor kesayangan dengan santai, menikmati hembusan angin sore serta langit senja bersama gadis kecilnya. Namun entah bagaimana, secara tiba-tiba sebuah truk melaju dengan kecepatan tinggi dari arah berlawanan. Truk tersebut terlihat oleng, bahkan sudah memakan separuh badan jalan dari arah lawan.


BRAKKKK


Kecelakaan pun tidak dapat terelakkan, motor yang mereka tumpangi terpelanting cukup jauh. Tidak hanya motor mereka saja yang menjadi korban kebrutalan truk tersebut, banyak mobil dibelakangnya yang menjadi korban kecelakaan beruntun itu.


"Mommy...!" Rintih Orin sambil memegangi kakinya yang terjepit badan motor. Gadis itu sudah meneteskan air matanya. Sementara itu Angga masih mengumpulkan kekuatannya akibat shock dengan apa yang terjadi barusan.


"Aww!" Pekiknya ketika merasakan kakinya juga terhimpit dengan badan motor. Tak hanya itu saja dia juga merasakan pusing pada kepalanya. Dan entah bagaimana semuanya menjadi gelap, dan suara tangisan serta rintihan seorang gadis kecil yang dia dengar menjadi penghantar tidur lelapnya.


Sementara Orin masih merasakan sakit pada kakinya, gadis itu menangis sejadi-jadinya. Tak lama kemudian beberapa orang datang membantu mereka para korban. Mereka segera menyingkirkan motor yang menimpa kakinya dan juga kaki Angga. Orin begitu terkejut melihat keadaan Angga, kakak laki-lakinya itu tergeletak tak berdaya dengan darah yang mengalir dari kepalanya. Tak hanya itu saja dia melihat beberapa bagian wajah Angga juga terdapat luka yang menganga mungkin akibat hantaman truk tersebut tepat pada wajahnya.


Setelah kejadian itu, Daddy Arga yang baru sampai di rumah segera kembali ketika mendapat kabar dari satpam kompleks yang mengatakan jika kedua anaknya terlibat kecelakaan di persimpangan jalan tak jauh dari gerbang kompleks. Tanpa menunggu mommy Retha yang masih di dalam, dengan kecepatan penuh dia segera menyuruh sopirnya untuk kembali ke tempat kejadian.


Sementara itu ditempat kejadian, tampak sudah mulai ramai sebab karena kejadian tersebut arus kendaraan menjadi tersendat. Tak lama kemudian beberapa polisi juga sudah datang mengamankan pelaku, si sopir truk yang mengendarai truknya dengan ugal-ugalan hingga menimbulkan kecelakaan beruntun.


"Hwaa...!" Orin masih menangis dengan keras merasakan sakit pada kakinya. Sedangkan Angga, laki-laki yang baru menginjak dewasa itu masih tergeletak tak berdaya, tidak jauh dari tempat Orin sekarang.


Tak lama kemudian Daddy Arga pun tiba, beliau segera mencari putri kesayangannya.


"Sayang kamu nggak apa-apa kan?" Tanya Daddy Arga sambil memeluk Orin yang masih menangis.

__ADS_1


Daddy Arga membelalakkan matanya melihat kaki Orin yang mengeluarkan darah, meskipun tidak banyak tapi itu pasti terasa menyakitkan untuk sang putri. Dan Daddy Arga semakin shock ketika melihat keadaan Angga yang sudah bersimbah darah. Laki-laki itu hanya membuat Daddy Arga semakin ketakutan jika sesuatu hal buruk terjadi padanya.


"Fer cepat bawa Angga ke mobil, telepon ambulance juga untuk korban yang lain!" Teriak Daddy Arga pada Fery, salah satu sopirnya.


Dengan cekatan Fery segera membawa tubuh lemah Angga masuk kedalam mobil. Daddy Arga sudah tidak memperdulikan bagaimana keadaan mobilnya nanti karena banyaknya darah yang keluar dari tubuh Angga. Sementara itu Daddy Arga segera membopong tubuh Orin masuk kedalam mobil. Setelah itu mereka segera melajukan kembali mobilnya ke rumah sakit terdekat.


Kembali Angga menyelamatkan nyawa putrinya. Laki-laki itu mengorbankan keselamatannya sendiri demi nyawa Orin. Jika saja saat itu Angga yang menggunakan helm mungkin nyawa Orin yang terancam tapi laki-laki itu lebih mengutamakan keselamatan Orin.


Daddy Arga tidak dapat membendung air matanya. Melihat kedua anaknya yang menjadi korban kecelakaan sungguh mengiris hatinya. Meskipun Angga bukan anak kandung mereka, tapi keberadaannya sudah membuat perbedaan.


"Lebih cepat lagi Fer!" Teriaknya pada sang sopir.


"Angga... hei buka matamu!" Kata Daddy Arga sambil menepuk pelan pipi Angga. Namun Angga tidak bergeming sedikitpun membuat Daddy Arga semakin cemas. Apalagi darah yang keluar dari kepalanya terus saja keluar.


"Hei... buka matamu Angga, kau harus buka matamu! Lihat disini ada Orin dan Daddy!"


"Hiks... buka matamu nak!"


Sementara itu di rumah mommy Retha yang baru saja menyelesaikan ritual mandinya tampak mengernyitkan keningnya, heran. Sudah pukul enam, seharusnya Daddy Arga sudah kembali tiga puluh menit yang lalu dan juga Orin serta Angga seharusnya juga sudah kembali sejak lama.


"Jangan berteriak sayang nanti tenggorokanmu sakit. Ada apa hem?" Tanya mommy Retha sambil memberikan putranya itu minum karena melihat Noel yang tampak kelelahan.


"Mom Orin dan kak Angga hiks...!"


"Ada apa dengan mereka?" Tanya mommy Retha lagi keheranan. Dia sangat tahu jika putranya itu bukan tipe laki-laki cengeng seperti ini tapi mengingat jika sekarang putranya menangis, apa jangan-jangan ada sesuatu hal yang terjadi?


"Tarik nafasmu! Katakan dengan pelan-pelan!"


"Mom kak Angga dan Orin terlibat kecelakaan di jalan besar." Kata Noel dengan satu tarikan nafas.


Mommy Retha bergeming, rasanya dunianya berhenti begitu saja mendengar penuturan dari sang putra.


"Ayo mom! Kita ke rumah sakit tadi Daddy Arga sudah menghubungiku! Daddy Arga membawa mereka ke rumah sakit!" Kata Noel, laki-laki itu mulai berjalan keluar memanggil salah satu sopir untuk membawa mereka ke rumah sakit. Setelah mempersiapkan mobilnya, Noel kembali masuk kedalam rumah. Menuntun sang mommy yang tampak lemah, bagaimana tidak bagi mommy Retha anak-anak adalah segalanya untuknya. Mereka luka sedikit saja mommy Retha sudah sangat khawatir bagaimana dengan ini?


.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Hay guys jadi kali ini aku mau kasih kalian sedikit pengumuman ya!!!


Sebentar lagi season 2 akan segera tamat juga mungkin tidak sampai tahun baru sudah selesai.


Jadi setelah tamat aku mau lanjutin ke ceritanya Noel tapi dengan judul berbeda ya ok!


TERIMAKASIH BANYAK ❤️❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2