
"Entahlah Steffy belum memberitahu tempatnya, mungkin di villa yang mereka tempati."
Tak lama kemudian makanan yang mereka pesan pun sampai. Mereka makan sembari bersenda gurau. Setelah selesai makan mereka bergegas kembali menuju villa untuk istirahat karena nanti malam mereka ada acara.
Setelah sampai di villa, Retha bergegas membersihkan diri terlebih dahulu sementara Arga masih menikmati pemandangan di sekitar villa.
Setelah mandi Retha merebahkan dirinya diatas ranjang. Tak butuh waktu lama Retha pun terlelap dengan cepat. Arga pun segera masuk untuk membersihkan diri. Melihat istrinya yang tidur dengan posisi yang menurutnya menggoda membuat hasratnya naik.
Arga berjalan ke arah ranjang mendekati tubuh Retha. Arga mulai meraba pipi Retha lalu menyusuri hidung mata dan tak lupa bibir manis yang membuat Arga menjadi candu.
"Engghhh," Retha melenguh, merasakan ada sesuatu yang menggangu tidur siangnya. Saat hendak bergerak tiba-tiba saja ia merasakan badannya seperti terhimpit sesuatu sontak dia membuka matanya. Matanya terbuka lebar melihat wajah Arga sudah dengan wajahnya.
"Sayang aku pengen yuk!!" Ucapnya sambil mengedipkan mata sebelah untuk menggoda Retha.
"Kamu mandi dulu sana!" Perintah Retha yang melihat Arga belum berganti pakaian berarti dia masih belum membersihkan diri.
"Nanti habis ini aku mandi, yayaya pliss!!"
Retha pun menghela nafas, dia tidak mungkin menolakkan ketika suaminya menuntut haknya.
"Iya jangan lama-lama nanti kita harus siap-siap buat makan malam sama kak Steffy,"
"Iya tenang aja aku bakal lakuin cepet kok." Ucapnya sudah tidak sabar menahan hasratnya. Retha hanya mendengus kesal pasalnya dia sudah hafal dengan tabiat suaminya yang mengatakan 'cepat' tapi akan berakhir setelah tiga jam bahkan lebih.
Kemudian Arga melancarkan aksinya, dia menciumi Retha dengan lembut. Ciuman ciuman lembut yang berakhir dengan lumatan yang menuntut.
Siang bergairah pun selesai entah sudah berapa kali Arga menyatukan diri dengan Retha. Retha yang kelelahan sudah tidak menghiraukan apa yang dilakukan oleh suaminya. Dia langsung tertidur pulas.
Sore hari tiba matahari sudah mulai menyembunyikan dirinya. Retha terbangun dengan keadaan tanpa sehelai benangpun. Ini bukan pertama kalinya jadi Retha sudah tidak terkejut lagi. Dilihatnya jam sudah menunjukkan pukul lima sore dia harus segera bersiap-siap untuk makan malam bersama kak Steffy dan keluarganya.
Retha segera membersihkan diri, setelah membersihkan diri dia menuju lemari pakaian untuk mencari gaun yang cocok. Dilihatnya semua gaun tidak ada yang cocok dengan keinginannya. Dia malu jika harus menunjukan tanda merah dilehernya.
Setelah lama memilih akhirnya dia memutuskan untuk memakai gaun warna hitam dengan panjang dibawah lutut. Setelah selesai memakai gaun dia menghampiri Arga yang masih tertidur.
"Ar bangun, nanti kita telat makan malamnya!" Kata Retha sembari menggoyangkan bahu Arga.
"Hemm" Ucap Arga dengan masih memejamkan matanya.
__ADS_1
"Ayo bangun, kalau kamu nggak mau bangun sekarang aku berangkat sendiri aja!"
Arga yang mendengar istrinya itu langsung membuka matanya dan duduk disisi ranjang.
"Iya iya aku bangun, tunggu sebentar aku mau mandi dulu!"
"Harusnya masih melanjutkan tadi gara-gara ajakan makan malam Steffy jadi tertunda deh!" Gerutu Arga sembari berjalan memasuki kamar mandi.
Tak butuh waktu lama akhirnya Arga selesai membersihkan diri. Dia pun keluar kamar mandi dan mencari pakaian yang cocok digunakan untuknya. Akhirnya dia memilih memakai celana jeans warna hitam yang lututnya sobek dikombinasikan dengan Hoodie warna hitam keluaran produk terkenal.
"Ayo berangkat!" Ajaknya pada sang istri.
"Emang udah tahu kak Steffy mau ajak makan dimana?"
"Udah tadi dia chat aku, kita diundang makan malam di villa yang mereka tempati."
Akhirnya mereka pun berjalan memasuki mobil yang akan membawa mereka ke villa Steffy. Tak butuh waktu lama ternyata villa yang ditempati Steffy tidak jauh dari villa yang ditempati oleh Arga dan Retha.
Mereka turun dari mobil tanpa permisi Arga langsung saja masuk menerobos ke dalam.
"Arga kau ini tidak sopan sekali, ucapkan permisi dulu sebelum masuk!" Seru Retha yang kesal dengan tingkah Arga.
Mereka berjalan masuk dan langsung menuju meja makan.
"Lihatlah Jerry siapa yang datang?" Ucap Steffy pada anak berusia lima tahun itu.
"Papa Arga...!" Ucapnya sembari berlari menghampiri Arga.
"Jangan berlari sayang nanti kalau jatuh bagaimana?" Kata Arga lalu menggendong bocah berusia lima tahun itu.
"Pa apa itu istrimu?" Tanya Jerry.
"Iya perkenalkan ini istriku, mama Retha, beri salam padanya!"
"Hai mama, perkenalkan aku Jerry aku anak mommy Steffy dan Daddy Justin, usiaku lima tahun aku sudah sekolah ditaman kanak-kanak, hob~." Belum sempat Jerry melanjutkan perkenalannya Arga sudah membekap mulut Jerry.
"Kenapa sekarang kau cerewet sekali sama seperti mommy mu!"
__ADS_1
"Hay sayang aku Retha suami papamu!"
Mereka bertiga pun berjalan menuju meja makan disana sudah ada Steffy dan Justin suami dari Steffy. Retha pun menghampiri Steffy untuk mengucapkan salam lalu memperkenalkan dirinya pada suami Steffy.
"Retha kamu pasti terkejut ya? kenapa Jerry panggil Arga dengan papa?" Retha pun tersenyum lalu mengangguk angguk kepalanya sebagai jawaban.
"Karena suamimu itu tidak mau dipanggil uncle atau paman, bahkan ketika aku memanggilnya om dia langsung marah."
"Tentu saja memangnya aku ini om-om apa?" Jawab Arga sinis.
Mereka tertawa terbahak-bahak dengan tingkah Arga yang berbeda seratus delapan puluh derajat ketika di kantor.
"Mama Retha cantik!" Celetuk Jerry.
Retha yang mendengar itupun menjadi tersipu malu.
"Iya istriku memang cantik Jerr, bagaimana masih cantikkan mommy mu atau mamamu itu?" Tanya Arga.
Tampak Jerry seperti orang yang sedang berpikir keras dengan mengetukkan jarinya dipipi lalu memandangi mommy dan mamanya secara bergantian.
"Sepertinya masih cantik istrimu pa."
"Hei bocah nakal, kau mau kumasukkan kembali ke asalmu ha?" Sungut Steffy.
"Sudahlah Steff anakmu itu berkata jujur kalau kamu memang lebih jelek dari Retha."
Retha hanya menunduk menahan malu. Mungkin saat ini wajahnya sudah Semerah tomat matang karena menahan malu.
"Benar mom yang dikatakan papa, mama memang sangat cantik tapi kau tetap nomor satu di hatiku." Ucapnya lagi sedikit merayu agar mommynya tidak murka.
"Sudah sudah jangan bertengkar, kita mulai saja makan malamnya." Kata Justin menengahi. Akhirnya Retha pun berani mengangkat kepalanya. Dia menoleh ke arah Jerry yang masih setia di pangkuan Arga.
"Jerry mau mama suapi?" Tanya Retha.
"Mau...mau... mana mungkin aku tidak mau disuapi oleh bidadari." Ucap Jerry penuh antusias.
"Hei bocah kecil kenapa kau sekarang sudah pandai menggombal?" Tanya Arga pada bocah kecil yang sekarang sudah duduk dipangkuan istrinya itu.
__ADS_1
"Papa bukannya papa yang mengajariku untuk merayu wanita?"