Istri Tuan Arga

Istri Tuan Arga
79


__ADS_3

"Oh suamiku aku tidak tahu jika kau sedang ada tamu!" Ucap Retha penuh penekanan apalagi di kata 'suamiku' lalu memandang tajam pada wanita itu sepertinya mode istri kejamnya harus dia lakukan.


Sontak Arga pun langsung berdiri dari sofa. Dan...


pyarrrr...


Gelang wanita yang tersangkut pada lengan jas Arga pun terputus. Itulah sebabnya kenapa tangan wanita itu menempel pada Arga.


"Maaf untuk gelangnya nanti akan saya ganti dan dikirim oleh asisten saya. Dan untuk kerja sama perusahaan biar nanti sekertaris saya yang menghandle. Sekian terimakasih anda bisa kembali." Ujar Arga pada wanita itu.


"Oh iya terimakasih pak Arga atas waktunya saya pamit undur diri terlebih dahulu!" Kata wanita itu lalu melirik sinis pada Retha. Retha pun mendengus kesal pasalnya wanita itu sangat cantik dan seperti wanita-wanita berkelas lainnya.


"Terimakasih nona sudah berkunjung di kantor suami saya, dan perkenalkan saya istrinya!" Kata Retha sambil mengulurkan tangannya pada wanita itu.


Akhirnya wanita tersebut pun keluar dari ruangan Arga berjabat tangan dengan Retha tanpa memperkenalkan dirinya sendiri. Kini tinggal Retha dan Arga yang ada disana. Retha pun langsung duduk di kursi kebesaran Arga dia tidak mau duduk di sofa bekas wanita tadi.


"Hey baby lihat daddymu baru saja mommymu keluar dari rumah sakit tapi dia sudah menyakiti hati mommy!" Ujar Retha pada sang anak sembari mengelus perutnya yang sedikit membuncit.


"Tidak seperti itu sayang, tadi itu Clarissa dari JRC group menawarkan kerja sama. Dan untuk gelang tadi itu tidak sengaja gelangnya tersangkut pada jasku!"

__ADS_1


"Wow ketidaksengajaan yang menguntungkan. Baby lebih baik kita pulang saja ya kita cari Daddy baru, oke?"


"Tidak...tidak enak saja sudah sampai sini mau pulang begitu saja!" Geurutu Arga.


"Maafkan aku sayang aku tidak bermaksud seperti itu!" Ucap Arga sambil mengatupkan kedua tangannya di depan dada.


"Emm bagaimana baby daddymu dimaafkan atau tidak?"


"Oh seperti itu ya baik nanti mommy akan bicarakan pada daddymu!" Kata Retha pada sang baby yang masih ada dalam perutnya.


"Ini kata baby-nya ya kau akan dimaafkan tapi ada syaratnya!"


"Kau harus ikut senam hamil denganku!" Jawab Retha dia tahu bahwa Arga pasti tidak mau karena menurutnya senam hamil hanya untuk wanita saja sedangkan untuk pria tidak perlu.


"Sayang kau tahu kan bahwa aku tidak punya banyak waktu jadi kau sendiri saja ya!"


Retha pun mulai menangis "Lihat baby hiks... daddymu tidak mau hiks... ikut, ayo lebih baik kita pergi dari sini saja cari Daddy baru!" Kata Retha lalu berdiri dan hendak berjalan ke arah pintu. Tapi dengan segera Arga menarik tangan Retha dan membawanya dalam pelukannya.


"Sayang jangan menangis seperti ini, oke... oke... aku akan ikut senam hamil denganmu tapi jangan bersedih lagi!"

__ADS_1


"Benar?" Tanya Retha dengan mata berbinar.


"Tentu sayang, sekarang duduk dulu dan kenapa kau datang kemari bukannya aku menyuruhmu untuk istirahat dirumah saja?"


"Oh jadi kau menyuruhku istirahat dirumah lalu kau sendiri bermesraan dengan wanita lain disini, jadi itu maumu?" Tanya Retha dengan raut kesal diwajahnya.


"Bukan sayang kau kan baru sembuh jadi lebih baik istirahat terlebih dahulu aku tidak mau terjadi apa-apa padamu!"


"Aku sudah sembuh Arga lihat kan aku sudah tidak sakit lagi?"


"Terserah kau saja, jadi tadi apa yang kau bawakan untukku?" Tanya Arga sembari melirik ke wadah kotak makan yang ada diatas meja kerjanya.


"Tidak ini untukku, kalau kau mau pesan makananmu sendiri sana!" Ketus Retha dia masih saja sebal dengan suaminya itu. Padahal dia sendiri tahu jika yang menggoda adalah wanita tadi tapi kan dia sebagai istri pasti tetap saja merasakan api cemburu.


"Kau ini bagaimana bukannya ini untukku?"


"Tadinya seperti itu berhubungan aku sedang marah padamu jadi ini untukku sendiri."


"Iya sudah kalau begitu aku akan pesan makanan pada OB jangan makan dulu nanti kita makan sama-sama."

__ADS_1


Akhirnya Arga pun memesan makan siang pada OB dan segera memakannya bersama Retha.


__ADS_2