Istri Tuan Arga

Istri Tuan Arga
S2-episode 95


__ADS_3

Sudah dua Minggu Angga dirawat di rumah sakit keluarga Daddy Arga di Italia dan selama itu pula Daddy Arga harus bolak-balik Indonesia-Italia karena pekerjaannya. Dan sejak itu pula mommy Retha juga belum kembali, beliau masih senantiasa menunggu sang putra. Sudah banyak operasi yang dilakukan untuk Angga dari operasi berat dibagian kepala sampai operasi ringan di tulang kaki dan beberapa bagian wajahnya. Ya. Wajah Angga hampir lima puluh persen terkena luka itu.


"Bagaimana keadaan putra saya dok?" Tanya mommy Retha kepada dokter jaga yang kebetulan selesai memeriksa keadaan Angga.


"Emm bisa kita bicarakan di ruangan saya saja?"


"Apa ada hal penting dok?" Kini Daddy Arga yang bertanya. Lelaki itu tiba tadi malam setelah selesai mengerjakan pekerjaannya yang sedikit berantakan karena harus bolak-balik antar negara. Sebenarnya mommy Retha dan seluruh keluarganya disana sudah mengatakan jika Daddy Arga tidak perlu terlalu sering datang ke negara itu mengingat kesibukannya yang amat sangat padat tapi jiwa seorang ayahnya tidak mengindahkan hal itu.


"Ya dan saya rasa sangat penting."


Akhirnya mereka berdua pun berjalan mengikuti sang dokter ke ruangannya. Sebelum itu, mereka menitipkan Orin dan juga Angga pada Steffy dan suaminya yang kebetulan sedang datang berkunjung. Meskipun mereka semua tahu bahwa Angga bukanlah putra kandung mereka tapi mereka semua memperlakukan Angga sudah seperti layaknya keluarga sendiri.


"Silahkan duduk tuan dan nyonya!" Ucap dokter tersebut sedikit segan. Bagaimana tidak sekarang yang sedang berada didepannya adalah salah satu cucu pemilik rumah sakit tersebut. Tentu saja para dokter dan perawat yang ada merasa sedikit was-was jika saja mereka melakukan kesalahan yang tidak disengaja.


"Bagaimana dok? Apa ada luka yang parah dengan anak saya?" Tanya mommy Retha merasa tidak sabar dengan apa yang akan diucapkan oleh sang dokter.


Dokter itupun tersenyum "Jadi begini tuan dan nyonya, akibat benturan kerasa yang didapatkan oleh putra anda kepalanya mengalami pendarahan yang cukup hebat dan menimbulkan sedikit penggumpalan darah pada otaknya namun untung putra kalian ditangani cepat waktu jadi luka itu bisa segera diobati. Tetapi disini saya hanya ingin memberitahu dampak benturan kerasa dan pasca operasi yang bisa menimbulkan putra anda mengalami amnesia!"


"Amnesia dok?"


"Ya benar tapi saat ini dokter masih belum tahu apakah putra anda mengalami amnesia permanent atau hanya mengalami Transient Global Amnesia, dimana putra anda hanya akan mengingat masa lalunya!"


"Apakah itu semua bisa disembuhkan dok?"

__ADS_1


"Bisa hanya saja perlu proses dan kita tidak bisa memaksa pasien begitu saja karena itu hanya akan menimbulkan penekanan pada bagian otaknya dan akan melukainya."


"Lakukan yang terbaik untuk putra saya dok!" Pinta mommy Retha dengan tulus.


Setelah mendengar penuturan dari dokter mereka kembali ke ruangan Angga dan laki-laki itu masih belum juga membuka matanya. Mommy Retha tampak miris melihat kondisi Angga dengan hampir seluruh bagian tubuh dan wajahnya tertutup oleh perban.


"Bagaimana kondisinya Re?" Tanya Steffy yang sejak tadi menunggu Angga diruang perawatannya.


"Kata dokter Angga bisa saja mengalami amnesia karena benturannya yang cukup keras."


Sehari setelah dokter mengatakan perihal kondisi Angga, remaja laki-laki itu akhirnya mau membuka matanya. Dan hal yang paling menakutkan pun terjadi, dia tidak mengingat kejadian lima tahun belakangan ini. Yang dia ingat hanya masa kecilnya dan juga sebelum lima tahun itu.


Tetapi setidaknya mereka semua masih merasa lega atas kondisi Angga. Tuhan masih menyayangi laki-laki itu sehingga mengembalikan kesadarannya dan membiarkannya berkumpul dengan keluarganya. Daddy Arga juga bisa bernafas sedikit lega, setidaknya sekarang dia tidak perlu datang setiap hari kesana karena Angga hanya perlu perawatan saja.


"Mungkin lusa sudah bisa dibuka, menunggu lukanya kering terlebih dahulu!" Jawab dokter sambil tersenyum dan setelah pekerjaannya selesai dokter pun pergi meninggalkan ruangan itu.


"Bagaimana kondisimu sayang?" Tanya mommy Retha lembut, dia tidak ingin kejadian kemarin saat Angga baru saja sadar kembali terjadi. Kemarin laki-laki remaja itu kehilangan kendali atas dirinya sendiri, dia benar-benar terpuruk saat mengetahui sang nenek sudah tiada dan apalagi sekarang dia sudah tidak memiliki siapapun.


"Lebih baik." Jawabnya kemudian kembali memejamkan matanya. Rasanya dia tidak ingin berlama-lama dengan orang-orang yang mengaku sebagai keluarganya itu apalagi mereka adalah orang-orang kaya.


Sejak kecil dirinya memang tidak menyukai orang-orang kaya. Dulu pengalaman buruknya mengenai orang-orang kaya masih tersimpan apik di memori ingatannya. Dimana dulu dia selalu direndahkan oleh teman-temannya yang kaya. Mereka selalu mengunggulkan materi yang mereka miliki tanpa memperdulikan kebahagiaan hati mereka. Puncaknya ketika kakeknya sakit dan dia mencari pinjaman pada tetangganya yang kaya tapi naas mereka tidak mau memberikan pinjaman hingga membuat nyawa kakeknya melayang.


Mommy Retha hanya bisa menghela nafasnya, dia tidak bisa memaksa keadaan Angga. Jika mereka memaksa Angga pasti akan merasa kesakitan tapi dia juga tidak bisa melihat Orin yang tampak sedih karena Angga benar-benar tidak mengindahkan keberadaannya.

__ADS_1


Saat sedang berada dalam lamunannya, tiba-tiba mommy Retha dikejutkan dengan teriakan Angga. Laki-laki itu terkejut sembari memegangi kepalanya yang sakit.


"Kamu tidak apa-apa Ngga?" Tanya mommy Retha khawatir melihat wajah kesakitan Angga.


"Pergi, pergi aku benci kalian!" Teriaknya saat itu Orin yang berada disampingnya terkejut bukan main mendengar teriakkan Angga. Hatinya begitu sakit mendengar kata benci dari mulut orang yang selama ini dekat dengannya bahkan sudah diklaim menjadi calon suaminya kelak.


"Tenangkan dirimu sayang!"


"Pergi, aku tidak mau melihat kalian orang-orang kaya yang menyedihkan!"


Mommy Retha tak mampu menahan laju tangisannya. Dengan langkah gontai dia pergi meninggalkan ruangan Angga untuk memanggil dokter sembari membawa Orin menjauh. Dia tidak ingin putrinya merasa sedih atas kejadian itu.


"Mom Orin mau pulang, Orin benci kak Angga!" Ungkapnya sambil mengusap air matanya dengan kasar. Hatinya sakit mendapatkan penolakan dari Angga.


Mommy Retha yang begitu menyayangi Orin pun segera menghubungi suaminya yang saat itu sedang berada di Indonesia. Dia akan segera membawa pulang Orin untuk sementara. Sedangkan dengan Angga mereka akan berbicara perlahan padanya. Lagipula kemarin dokter mengatakan jika Angga hanya mengalami amnesia untuk sementara waktu.


FLASHBACK OFF


"Sudah sampai mbak!" Ucap sopir taksi online menyadarkan Orin dari lamunannya mengenai masa lalu.


Dengan kasar dia mengusap air mata tidak tahu diri itu dari wajahnya. Sungguh dia merasa dipermainkan oleh Angga ah bukan tapi Marcel. Lelaki yang akan menjadi calon suaminya ternyata menyimpan rahasia besar dibelakangnya.


Setelah memberikan uang pada sopir taksi online itu Orin segera masuk kedalam rumahnya. Untuk saat ini dia tidak ingin bertemu dengan siapapun termasuk orang tuanya sendiri. Dia merasa dibohongi oleh orang-orang yang amat sangat dia percaya. Mungkin jika dulu waktu masih kecil dan juga bodoh dia masih bisa dibohongi begitu saja namun sekarang dirinya sudah besar, bisa melihat dunia yang penuh dengan kepura-puraan.

__ADS_1


"Kok sudah pul-!" Belum sempat mommy Retha melanjutkan ucapannya Orin melewatinya begitu saja. Menimbulkan tanya dalam pikirannya. Tapi mommy Retha tak mau ambil pusing kala itu, beliau tetap melanjutkan pekerjaannya dan mengira mungkin Orin hanya kesal pada seseorang saja.


__ADS_2