
"Wah wah sayangnya kakak udah punya pacar nih? Aduh siapa sih pangeran yang beruntung bisa dapetin hati tuan putri ini?" Tanyanya kini dengan diiringi kerlingan mata.
"Apa sih kak! Sana nyetir yang bener!" Jawab Orin kemudian mengalihkan pandangannya keluar mobil. Dia tidak ingin sang kakak melihatnya yang salah tingkah dan raut wajah yang memerah.
Sedetik kemudian dia jadi teringat akan sosok yang beberapa waktu ini mengisi hari-harinya. Sebelum berangkat Orin sudah menjelaskan mengenai kedatangan kakaknya lalu dia juga berpamitan akan pergi dengannya. Dan yang membuat Orin senang adalah laki-laki itu sangat pengertian. Dia mengizinkan apapun yang dilakukan oleh Orin asalkan Orin tahu batasannya.
Tak lama kemudian mobil mereka pun sampai di depan sebuah butik dengan cat berwarna cream dimana menambah kesan mahal. Setelah memarkirkan mobilnya, Orin dan Noel pun segera masuk ke dalam butik tersebut. Dari luar saja sudah bisa di tebak jika butik tersebut bukanlah butik abal-abal. Dilihat dari gaun-gaun ataupun pakaian lain yang berjajar disana bisa ditebak jika harganya bisa mencapai puluhan juta.
"Selamat datang di butik kami!" Ucap salah satu pegawai sembari membukakan pintu untuk mereka.
"Apa Tante Vina ada?" Tanya Orin. Dia sedikit melirik ke arah kakaknya yang tampaknya tidak tertarik dengan wanita-wanita pegawai yang menatapnya dengan kagum.
"Ada non, beliau ada di ruangnya mari saya antarkan?" Ucap pegawai tersebut lalu berjalan mendahului Orin dan juga Noel. Mereka melewati beberapa anak tangga sampai akhirnya tiba di depan sebuah pintu berwarna putih. Sebelum masuk pegawai tersebut lebih dulu mengetuk pintu, menunggu sang empunya ruangan mempersilahkan mereka masuk.
"Ya masuk!" Ucap seseorang dari dalam sana.
"Maaf Bu mengganggu sebentar, ada yang sedang mencari!" Kata pegawai tersebut pada seorang wanita yang usianya mungkin sama dengan mommy Retha. Orang yang di panggil 'bu' tersebut mendongakkan kepalanya melihat siapa yang mencarinya. Setelah mengetahui dua orang yang sedang berdiri didepan mejanya itu wanita tersebut pun tersenyum.
"Orin?" Sapa Tante Vina. Beliau pun berdiri dari tempat duduknya. Menghampiri dua anak temannya yang sedang berdiri dihadapannya itu.
__ADS_1
"Iya Tante." Jawab Orin dengan tersenyum.
"Ini Noel?" Tanyanya kini berpindah berdiri disamping Noel yang sedang berdiri itu.
"Iya Tante."
"Ya ampunn kalian berdua sekarang sudah besar semuanya ya! Sini sini duduk disini!" Ajak Tante Vina, menyuruh mereka untuk duduk di sofa ruangannya. Noel dan Orin pun menurut apa yang diucapkan oleh Tante Vina.
"Ren tolong buatkan tamu saya minum!" Perintah Tante Vina pada pegawai yang sejak tadi masih berdiri disamping pintu menunggu perintah selanjutnya dari atasannya itu.
"Baik Bu!" Jawab pegawai tersebut, sebelum undur diri dia sedikit membungkukkan tubuhnya tanda menghormati orang-orang yang ada disekitarnya.
"Iya dong Tante kita kan tumbuh dari benih premium." Jawab Orin.
"Haha kamu bisa saja deh Rin. Oh iya tante mau ngucapin selamat ya buat Noel bentar lagi sudah mau jadi CEO nih!" Noel pun tersenyum kikuk. Inilah yang tidak dia sukai. Mereka saja tidak mengerti jika sebenarnya dia sendiri terpaksa melakukan hal ini. Menurutnya usianya masih sangat muda dan pengalamannya pun masih sedikit belum pantas mendapatkan hal ini. Apalagi kemampuannya sendiri yang menurutnya masih banyak kekurangan.
"Eh itu nggak kok Tante masih lama. Masih lanjutin S2 juga."
"Eh iya bentar Tante suruh pegawai Tante buat ngambil pesanan kalian!" Tante Vina pun kembali ke mejanya. Mengambil gagang telepon lalu tampak sedang menelepon seseorang. Setelah selesai menelepon Tante Vina pun kembali ke tempat tadi dia duduk.
__ADS_1
"Tadi mommy kalian sudah bilang ke Tante buat ngambil pesanan kalian semua!"
"Iya tan, tante dateng kan pas acara itu?"
"Iya Tante bakalan datang kok."
*******************************
Akhirnya hari-hari yang mereka tunggu pun tiba. Hari ini hari dimana Noel akan diperkenalkan oleh seluruh penjuru dunia sebagai pengganti daddynya yang akan memimpin perusahaan Haidar grup. Meskipun Noel akan melakukan tugasnya itu beberapa tahun lagi tapi menurut keluarga hal ini sangat lah penting. Mereka hanya ingin Noel dikenal sebagai orang yang benar-benar tanggung jawab.
Semua orang di rumah bahkan sudah sibuk dengan urusannya masing-masing apalagi dengan daddynya yang menyiapkan semuanya. Meskipun mommynya juga ikut membantu tapi Daddy Arga hanya mengizinkan sang mommy untuk membantu hal-hal yang ringan seperti mencicipi beberapa makanan dan minuman yang disediakan untuk nanti malam. Sementara Daddy Arga mengurus semuanya mulai dari tempat lalu tamu-tamu undangan meskipun dibantu oleh asisten Leo tapi pekerjaan ini juga menguras tenaga dan pikirannya.
Sementara itu Orin juga mempersiapkan dirinya. Pagi ini dia memutuskan untuk memanggil beberapa orang salon ke rumahnya. Hari ini dia ingin memanjakan tubuhnya untuk nanti malam. Tentu saja nanti malam adalah acara spesial jadi dia juga harus tampil maksimal.
Awalnya dia sempat ragu untuk mendatangi acara nanti malam tapi apa boleh buat, acara nanti malam adalah acara terpenting untuk kakaknya. Dimana sang kakak akan dikenalkan sebagai pemimpin perusahaan mereka dimasa mendatang. Sudah banyak acara perusahaan yang tidak pernah dia datangi padahal banyak teman maupun rekan bisnis daddynya yang mencari sosok putri keluarga Winata tapi mereka tak pernah menemukannya di acara-acara pesta tersebut. Kenangan masa lalunya memang belum sepenuhnya hilang jadi dia sendiri masih membutuhkan waktu untuk menyesuaikan dirinya.
Tak lama setelah para pegawai salon tersebut datang, turunlah sang kakak dari kamarnya. Hari ini selain dirinya sendiri Orin juga meminta kakaknya untuk melakukan perawatan. Malam ini kakaknya adalah bintangnya. Jadi bintang harus tetap terlihat terang meskipun banyak bintang yang lainnya.
"Kakak lama banget sih!" Keluh Orin pada sang kakak. Pasalnya sudah sejak tadi mereka menunggu Noel tapi Noel sendiri tak kunjung menampakkan batang hidungnya. Noel pun mencebik kesal padahal dia sudah menolak permintaan adiknya untuk melakukan perawatan tapi Orin sendiri memiliki seribu satu cara agar dirinya tak bisa menolak. Jadilah sekarang dia dengan langkah malas menghampiri adiknya yang sedang melakukan perawatan wajah serta kuku kaki dan tangannya.
__ADS_1
"Masih ada sedikit urusan tadi!" Jawab Noel sekenanya. Kemudian laki-laki itu duduk di tempat yang sudah disediakan. Mulailah mereka para pegawai salon tersebut melakukan beberapa treatment pada Noel. Sungguh Noel merasa tidak nyaman dengan ini semua. Ini pertama kalinya dirinya melakukan perawatan seperti ini. Sungguh dia sangat merasa tidak enak. Jika bukan karena adiknya tersayang, dia pasti tidak mau melakukan kegiatan membuang-buang waktu seperti ini. Menurutnya lebih baik menghabiskan waktunya dengan membaca buku tebal sekalipun daripada harus melakukan perawatan seperti ini.