Istri Tuan Arga

Istri Tuan Arga
S2-episode 72


__ADS_3

"Jadi karena hari ini kau membolos sekolah, mau ikut denganku?"


"Kemana?" Tanya Orin sembari membersihkan bibirnya dengan tissue.


"Rahasia. Kau mau ikut atau tidak? Kalau tidak, ya sudah pulanglah ke rumah dan dapat ku pastikan jika nanti telingamu akan lepas dari tempatnya karena mommymu!" Ucapnya sembari membayangkan wajah Orin yang akan dimarahi mommynya karena membolos. Dia jadi teringat dulu awal dia mengajar disana, Marcel memanggil mommynya ke sekolah dimana membuat gadis itu mendapatkan hukumannya.


"Aku tidak mau, baiklah aku akan ikut denganmu. Tapi bagaimana dengan bajuku? Aku masih memakai seragam sekolah?"


"Kita beli saja nanti dijalan." Jawabnya kemudian menggenggam tangan Orin untuk segera meninggalkan kafenya.


Marcel pun segera mengendarai mobilnya meninggalkan tempat itu. Pagi yang cerah menambah suasana menjadi semakin indah. Diliriknya jam yang melingkar dipergelangan tangannya, masih pukul sepuluh dan dia masih mempunyai banyak waktu untuk menghabiskan waktunya dengan sang kekasih.


"Kita nggak usah beli baju di mall ya? Nanti waktunya nggak keburu!"


"Emang kita mau kemana sih? Tempatnya jauh banget ya?" Tanya Orin yang masih penasaran kemana Marcel akan membawanya. Namun sampai sekarang gadis itu tidak mendapatkan jawaban seperti yang diinginkannya, Marcel hanya tersenyum untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang muncul dari bibir pink milik Orin.


Tak beberapa lama mobil mereka pun menepi di sebuah toko pakaian. Meskipun bukan toko yang ada di dalam mall tapi sepertinya kwalitasnya juga tidak jauh berbeda dengan yang dijual di dalam Mall sebab dengan terbuktinya pakaian-pakaian yang tersedia dari brand ternama.

__ADS_1


Orin tak membutuhkan waktu lama untuk mencari pakaian yang cocok dengannya sebab disini hampir semua pakaiannya merupakan seleranya. Pilihan Orin jatuh pada celana jeans serta sebuah sweter. Marcel menyarankan agar Orin membeli baju yang hangat saja sebab tempat yang akan mereka kunjungi adalah sebuah tempat yang memiliki suhu rendah dan sudah pasti sedikit bisa menebak bukan tempat itu dimana.


Setelah selesai membeli pakaiannya dan Orin juga langsung menggantinya dalam ruang ganti toko tersebut. Mereka pun keluar dari toko tersebut sembari bergandengan tangan, Orin benar-benar tidak mengerti dengan Marcel sejak tadi laki-laki itu seakan tidak mau jauh darinya. Padahal dia tidak akan kemanapun bukan?


Marcel pun segera kembali melajukan kendaraannya, dia harus segera tiba sampai disana. Setelah menempuh perjalanan yang cukup melelahkan, akhirnya mereka pun sampai di temani yang dituju. Tempat yang diciptakan oleh Tuhan agar dinikmati oleh umatnya. Kawasan Agrowisata Gunung Mas. Ya Marcel dan Orin sekretaris berkunjung di tempat itu.


"Sudah sampai!" Ucapnya tanpa melihat kesampingnya jika sekarang kekasihnya sedang tertidur.


"Oh ya Tuhan, kenapa dia mudah sekali tertidur hmm?" Katanya sembari merapikan rambut Orin yang menutupi bagian wajahnya.


Akhirnya Marcel pun memutuskan untuk keluar terlebih dahulu, rencananya dia tidak menyewa penginapan namun saat ini sepertinya Orin sedang membutuhkan waktu istirahat jadilah Marcel menyewa sebuah penginapan. Setelah mendapatkan kunci penginapan tersebut Marcel segera kembali ke dalam mobilnya, tujuannya untuk membangunkan Orin sebab dia tidak mau tujuannya datang kesini sia-sia karena Orin yang sudah dibangunkan.


"Ayo bangun kita sudah datang jauh-jauh kesini tapi kau malah menghabiskan waktumu untuk tidur!" Geurutu Marcel sebab gadisnya masih belum mau membuka matanya.


"Ayo bangun sayang!"


Karena mendapat gangguan yang bertubi-tubi, mau tidak mau Orin pun segera membuka matanya. Setelah kesadarannya penuh, Orin memandang takjub apa yang lihatnya. Sebuah pemandangan langka yang sangat jarang dia temui.

__ADS_1


"Ayo kita masuk ke villa yang sudah aku pesan terlebih dahulu!"


"Aku mau langsung jalan-jalan saja!" Katanya sembari menarik nafasnya dalam-dalam menghirup udara yang masih asri itu.


"Tidak, kau belum makan siang. Lagipula ini sudah waktunya makan siang!"


Akhirnya dengan terpaksa Orin mengikuti ucapan Marcel. Mereka pun sampai di depan villa tersebut. Villa itu bisa dikatakan mewah sebab terlihat dari bentuknya saja sudah memperlihatkan kemewahan yang tidak perlu diragukan lagi. Mereka segera memasuki villa yang sudah disewa. Orin dan Marcel segera mendudukkan diri mereka di ruang keluarga. Marcel tampak menggeliat guna merenggangkan otot-ototnya yang kaku. Seharusnya tadi dia membawa sopir, ah penyesalan memang selalu datang di akhir.


"Sebelum membangunkanmu tadi, aku sudah memesan makan siang kita!"


Orin hanya menganggukkan kepalanya, dia mendengar apa yang dikatakan Marcel tetapi pandangannya masih tidak teralihkan dari kebun teh luas yang dapat dia lihat dari jendela kaca yang besar. Tak beberapa lama kemudian, masuklah dua orang wanita yang dia yakini adalah pegawai villa tersebut. Mereka datang membawa troly yang berisikan makanan yang sudah di pesan.


Awalnya Marcel tidak ingin mengajaknya ke tempat ini namun ke tempat lain yang jaraknya tidak terlalu jauh dari tempat tersebut. Tapi ternyata tempat tersebut masih dalam pembangunan dan belum bisa dikunjungi. Jadilah Marcel membawa Orin ke tempat penginapan yang sudah mereka sewa ini.


"Emm kenapa banyak sekali?" Tanya Orin yang terkejut melihat dua orang tersebut menurunkan beberapa piring yang berisi makanan di depan mereka.


"Aku tidak tahu mana yang kau sukai saat ini, jadi aku berpikir untuk memesannya semua!" Ucapnya lalu tersenyum tanpa dosa. Orin tidak habis pikir jika mereka menikah lalu tinggal serumah bagaimana dengan bentuk tubuhnya, akankah melebar sesuai dengan banyaknya makanan yang selalu ada untuk dirinya.

__ADS_1


Karena memang Orin sendiri sudah lapar, dia pun segera mengambil sate yang ada didepannya. Lidahnya benar-benar merasa termanjakan hari ini. Tadi pagi dia memakan makanan manis yang cukup banyak dan sekarang dia juga harus menghabiskan makanan ini semua! Tidak. Bisa-bisa perutnya meletus.


__ADS_2