Istri Tuan Arga

Istri Tuan Arga
68


__ADS_3

Tetapi saat Retha hendak menyebrang jalan tiba-tiba saja ada pengendara motor yang melaju dengan kecepatan tinggi. Retha tidak sempat menghindar dan...


BRUUGGHHH


Tubuh mungil Retha tertabrak pengendara motor yang sedang melaju dengan kecepatan tinggi. Orang-orang sekitar berteriak riuh melihat tubuh Retha tergeletak lunglai diatas aspal.


Pak Yuda terkejut bukan main, nyonya mudanya tertabrak motor saat sedang bersamanya entah apa yang akan dilakukan tuan mudanya jika terjadi sesuatu pada nyonya mudanya itu. Pak Yuda pun berlari menghampiri tubuh Retha yang sudah tergeletak di aspal. Dilihatnya wajah Retha pucat pasi banyak aliran darah yang hampir menutupi seluruh wajahnya. Dia pun segera menelepon tuan mudanya.


"Hallo tuan muda?"


"Ada apa?" Tanya Arga yang tampak malas mendengar perkataan pak Yuda itu.


"Maaf tuan nyonya kecelakaan sekarang sedang ada di depan supermarket xx"


Mendengar itu tubuh Arga tiba-tiba merasa lemas seketika. Rasanya kakinya seperti tak bertulang hingga sulit untuk berjalan. Kepalanya seperti dihantam palu besar yang membuatnya pening seketika.


Setelah mendapat kesadaran penuh dia segera berlari menuju tempat yang pak Yuda maksud tadi. Pikirannya sungguh kacau dia hanya berharap tidak terjadi apa-apa kepada Retha-nya.

__ADS_1


Saat diluar pintu hotel, sepertinya Dewi Fortuna sedang memihak padanya. Leo yang sedari tadi sudah ditunggu-tunggu pun datang. Dengan segera dia meraih kunci yang sedang dipegang oleh Leo.


"Cepat hubungi Jo suruh dia cari Ivanka sampai ketemu. Kau handle rapat hari ini Retha sedang kecelakaan!" Ucap Arga lalu berlalu meninggalkan Leo yang masih bertanya-tanya itu. Apa hubungannya Retha yang sedang mengalami kecelakaan dengan Ivanka terapi Leo tidak mau ambil pusing dia segera menghubungi Jo untuk mencari Ivanka.


Untung saja jarak antara hotel yang Arga akan tempati untuk rapat dengan supermarket tempat Retha kecelakaan tidak jauh sehingga dengan segera dia bisa sampai ke tempat kejadian. Arga sudah tidak memperdulikan umpatan orang-orang kepadanya karena menyetir dengan kecepatan tinggi. Yang ada dalam pikirannya hanya keselamatan Retha.


Sesampainya di sana Arga melihat banyak orang yang sedang mengerubungi sesuatu dan Arga yakin jika itu adalah Retha. Dengan segera dia berlari ke arah itu setelah menghentikan mobilnya disembarang tempat.


"Bangun sayang bangun!!!" Ucap Arga sambil menggoyangkan bahu Retha. Tangisan Arga lolos begitu saja melihat istrinya terkulai lemas dengan darah yang hampir menutupi seluruh bagian wajahnya. Arga segera mengangkat tubuh Retha dan membawanya ke dalam mobil.


"Yuda cepat bawa mobil ke rumah sakit!" Perintahnya sambil merebahkan tubuh Retha di pangkuannya. Kini lengan kirinya sudah penuh dengan darah yang keluar kepala Retha.


"Sayang ayo bangun!" Ucapnya lalu membelai pipi Retha.


"Sayang katanya kau mau naik pesawat lagi, ayo sekarang kau bangun dulu!"


"Sayang aku tidak mau sendirian bukannya kau bilang akan selalu bersamaku!"

__ADS_1


Arga membulatkan matanya ketika melihat darah mengalir dari pahanya. Dia tidak mengerti apa yang sedang terjadi pada istrinya, dia hanya berharap semoga istrinya tetap baik-baik saja.


Dijalan tak hentinya Arga mengumpat dan merutuki sopirnya yang dirasa tidak becus menyetir itu. Akhirnya dengan kecepatan penuh mobil pun sampai di rumah sakit.


Dengan segera Arga membawa tubuh Retha keluar dari mobil dan memanggil perawat serta dokter untuk membantunya.


"Sayang kau harus kuat, tidak akan kubiarkan kamu pergi!" Ucapnya ketika dokter dan perawat membawa brankar Retha.


Saat ditengah perjalanan, tiba-tiba ada seseorang yang datang menghampiri mereka.


"Retha?" Ucap dokter Kenan membelalakkan matanya ketika melihat tubuh Retha besimbah darah. Kemudian sang dokter pun melihat laki-laki yang sedari tadi menggenggam tangan Retha.


"Arga?" Tanya sang dokter itu.


Arga yang merasa namanya dipanggil pun segera menoleh. Betapa terkejutnya dia melihat seseorang yang memakai seragam putih yang tidak asing menurutnya.


"Ken? Kenan?"

__ADS_1


"Cepat bawa ke ruang operasi!" Perintah Dokter Kenan pada perawat itu. Saat sampai didepan ruang operasi Arga yang hendak masuk pun dilarang oleh dokter Kenan.


"Kau tunggu saja diluar, percayakan Retha padaku!"


__ADS_2