Istri Tuan Arga

Istri Tuan Arga
S2-episode 44


__ADS_3

"Hanya sedikit kejahilan saja mom!" Jawabnya sambil mengedipkan salah satu matanya dimana membuat mommynya semakin gemas.


"Setelah ini kamu mau lanjut kuliah lagi apa langsung kerja?"


"Kata daddy sih disuruh buat lanjutin S2 disana sekalian mom habis itu baru deh di suruh magang jadi CEO dulu!"


"Maafin daddy sama mommy ya, karena kita kamu jadi nggak bisa buat meraih cita-cita kamu sendiri!" Ujar mommy Retha dengan sedih. Sebenarnya dia tahu anak laki-lakinya itu ingin menjadi seorang pilot dimana dia bisa terbang kemanapun.


"Tidak mom seharusnya aku yang berterimakasih pada kalian. Kalian begitu menyayangiku dan untuk itu aku tak keberatan jika Daddy maupun mommy menyuruhku untuk mengurus perusahaan."


"Oh iya mom katanya Orin udah pacaran emang bener?" Tanya Noel mengalihkan pembicaraan. Sebenarnya dia sangat tidak enak dengan Orin bagaimanapun juga Orin lah anak kandung mereka sedang dirinya hanya anak adopsi. Seharusnya Orin lah yang mendapatkan itu semua tapi gadis itu menolak dengan alasan tidak ingin hidupnya terlalu ribet harus berkutat dengan berkas-berkas.


"Iya katanya tapi Orin belum cerita sama mommy."


"Dan dia belum cerita aslinya gimana?" Mommy Retha pun menggelengkan kepalanya.


"Wah si om bener-bener nekat nih!"


Sementara itu Orin sudah menyelesaikan ritual mandinya, dia pun segera berganti pakaian sebelum ibu ratu benar-benar akan memanggilnya. Selesai berganti pakaian Orin pun sedikit mengaplikasikan make up tipis di wajahnya. Dan saat hendak menggunakan lipstik yang biasa dia gunakan...


"Kakak…!" Teriaknya lagi namun kini lebih keras dari sebelumnya. Untung saja tidak ada orang disekitarnya jika saja ada mungkin orang itu sudah rusak pendengarnya.


"Ah...kakak nyebelin banget sih inikan lipstik kesayangan aku!" Ucapnya dengan kesal. Huh dia benar-benar kesal dan harus membuat perhitungan dengan kakaknya itu.


Orin pun segera menyelesaikan acara bersiap-siap dan langsung turun ke bawah. Rasanya dia sudah lama tidak bergulat dengan sang kakak dan sepertinya kakaknya pun merindukan gulat mereka.


"Sayang kamu kenapa teriak-teriak sih! Ini di rumah bukan di hutan oke?" Peringat mommy Retha ketika melihat Orin turun dari lantai dua rumah mereka.

__ADS_1


"Kakak parah banget sih mom, masa dia matahin lipstik aku mana itu biasa yang aku pakai lagi!" Kesalnya kini dia mulai mempercepat langkahnya untuk segera sampai dibawah. Sementara itu Noel yang mendengar langkah kaki adiknya berlarian dia pun segera bangkit dari tidurnya sebisa mungkin untuk melindungi dirinya.


"Kakak pokoknya aku nggak mau tahu kakak harus gantiin!" Kata Orin dengan kesal dia pun ikut berlari untuk mengejar kakaknya yang berputar-putar di ruang keluarga.


"Awwww…!" Pekik Orin ketika merasakan tarikan di telinganya. Tak lama kemudian Noel pun merasakan hal yang sama sebuah tarikan di telinganya.


"Kalian ini kalo jauh pengen ketemu tapi kalo lagi deket gini pasti pada berantem!" Tegur mommy Retha yang tidak mengerti dengan tingkah kedua anak-anaknya itu.


"Kakak nakal mom!" Adunya pada sang mommy. Sementara yang diadukan hanya menyengir, wajahnya pun tidak merasa bersalah.


"Oke sekarang kakak minta maaf sama adiknya!" Perintah mommy Retha kini memandang tajam ke arah putranya itu. Bukannya takut Noel malah tertawa, menurutnya kedua wanita yang ada didepannya ini begitu sangat menggemaskan ketika marah.


"Iya-iya mom. Kakak minta maaf ya sayang?" Ucapnya sambil mengulurkan tangannya.


"Huh!" Orin tak menjawab dia malah membuang muka, Noel yang melihat itu pun dibuat gemas oleh adik satu-satunya itu.


"Orin!"


"Apa?"


"Nanti sepulang dari butik mampir dulu ke Mall buat beli lipstik lagi!"


"Apapun yang tuan putri inginkan hamba akan mengabulkannya!" Ucap Noel layaknya seorang prajurit yang tengah menghadap ibu suri dan tuan putri. Sementara itu Orin pun begitu bahagia rencananya hari ini dia akan menghabiskan uang kakaknya itu meskipun uangnya juga tidak akan ada habisnya dan mungkin hanya berkurang sedikit.


Mommy Retha hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah laku putra-putrinya itu. Meskipun sudah sama-sama besar tapi pertengkaran-pertengkaran kecil diantara mereka masih saja ada. Mommy Retha pun tersenyum penuh ironi, dulu dirinya masih membantu mereka untuk berjalan tapi lihatlah sekarang mereka sudah tumbuh dewasa bahkan tumbuh menjadi anak-anak yang cantik dan juga tampan.


"Ya sudah sana berangkat. Tante Vina pasti sudah nunggu kalian. Sekalian juga nanti ambil punya mommy sama daddy!"

__ADS_1


"Baiklah." Jawab mereka secara serempak.


Akhirnya mereka pun pergi ke butik sesuai yang diperintahkan oleh sang mommy. Sebelum pergi tak lupa mereka berpamitan dengan mommy Retha dan mencium pipi mommynya.


Hari ini Orin meminta untuk membawa mobil milik Noel saja dengan alasan sekedar memanasi sebab sudah lama tidak digunakan. Padahal dalam hati dia hanya ingin mengerjai kakaknya saja. Sebab dia sangat tahu jika mereka naik mobil miliknya maupun naik mobil mommy pasti ada saja alasan Noel agar Orin yang menyetir mobilnya. Namun jika menggunakan mobil milik Noel, Noel sendiri tidak mengizinkan untuk Orin menyetir sendiri sebab mobil Noel adalah mobil sport tentu saja berbeda kecepatannya dengan mobil biasa.


"Kak Jess nggak ikut pulang kak?" Tanya Orin ketika mereka mulai meninggalkan halaman rumah.


"Makasih pak!" Ucap Noel ketika salah satu penjaga di rumah mereka membukakan pintu gerbang.


"Kak…!"


"Tumben kamu nanyain Jessica?" Tanya Noel balik, dia sangat tahu adiknya itu kurang suka dengan wanita-wanita siapapun yang mendekatinya. Dengan Jessica saja Noel butuh menyakinkan Orin selama berbulan-bulan.


"Ya udah lah kak tinggal jawab aja." Jawabnya dengan kesal.


"Dia masih ada kuliah yang nggak bisa ditinggal. Lagipula dia juga baru semester awal masih perlu menyesuaikan dirilah. Kalau sering pulang nanti jadi malas buat balik lagi!" Jelas Noel panjang lebar. Beginilah Noel sebenarnya, dulu pria itu terlihat lebih dingin sejak kecil tapi lambat-laun dan sejak kedatangannya yang dekat dengan adiknya dan juga dirinya membuat Noel menjadi pribadi yang lebih ramah.


"Pacar cantik jangan sering ditinggal kak nanti hilang baru tahu rasa!" Peringat Orin layaknya dia adalah sang mommy. Noel pun hanya tersenyum sambil mengacak-acak rambut Orin dimana membuat gadis itu mengerucutkan bibirnya kesal. Noel tahu Orin tidak ingin dirinya sampai patah hati.


"Uhhh adik kakak sekarang udah gede ya udah bisa memberi nasihat ke kakaknya!" Ucapnya kini sambil mencubit pipi Orin.


"Awww sakit tahu kak!" Ucapnya dengan kesal lalu memukul tangan kakaknya yang mencubit pipinya.


"Iya-iya maaf sayangnya kakak. Kamu itu masih kecil mana tahu tentang pacaran!"


"Ih kakak kita itu cuma beda satu tahun oke? Jadi jangan berlagak seperti Daddy! Lagipula aku udah punya pacar kok!"

__ADS_1


UPS. Orin pun menutup mulutnya. Sebelumnya dia belum pernah bercerita tentang hubungannya dengan Marcel. Alasannya hubungan mereka masih baru dan Orin sediri tidak tahu harus memulai cerita dari mana.


"Wah wah sayangnya kakak udah punya pacar nih? Aduh siapa sih pangeran yang beruntung bisa dapetin hati tuan putri ini?" Tanyanya kini dengan diiringi kerlingan mata.


__ADS_2