
Setelah menunggu kurang lebih tiga puluh menit akhirnya Orin pun turun dari lantai atas rumahnya. Meskipun dia terkesan tomboy tetapi dia tidak melupakan norma kesopanan. Karena ini adalah makan malam yang akan dihadiri oleh teman opanya dan dia tidak ingin terkesan jelek didepan orang lain akhirnya Orin pun memutuskan memakai sebuah gaun yang mampu membalut tubuhnya yang indah.
"Mom beneran nggak mau ikut?" Tanya Orin ketika sudah sampai di ruang keluarga.
"Iya sayang, daddymu banyak pekerjaan jadi mom tidak diperbolehkan untuk ikut."
"Cih, dasar daddy manja!" Cibir Orin dimana membuat semua orang tertawa.
"Ya sudah ayo berangkat nggak enak nanti temen opa nunggu lama!" Sela sang opa ketika Arga dan putrinya sudah mulai ingin adu mulut. Yah memang meskipun usia mereka bukan anak-anak lagi tapi mereka akan berubah menjadi bayi manja jika menyangkut tentang kasih sayang Retha.
"Re mau dibawakan apa nanti?" Tanya Oma Rani.
"Nggak usah ma Retha udah kenyang."
Akhirnya mereka pun pergi bertiga dan ditemani oleh sang sopir dari opa Johan. Mereka akan makan malam di sebuah restoran kelas atas tentunya. Setelah perjalanan tiga puluh menit mereka pun sampai di restoran tersebut. Restoran dengan tema vintage akan menemani makan malam mereka.
__ADS_1
"Ada yang bisa saya bantu tuan?" Tanya salah seorang pegawai ketika mereka masuk ke dalam restoran tersebut.
"Di mana meja reservasi atas nama Baskoro?"
"Oh tuan Baskoro disana tuan mari saya antarkan." Jawab pelayan tersebut dengan ramah.
"Mereka sudah datang?"
"Sudah sekitar lima menit yang lalu tuan."
"Maaf sedikit terlambat Bas, tadi cucuku masih tidur!" Ucap opa Johan ketika mereka sudah sampai di depan Baskoro teman lamanya dan seorang laki-laki muda.
"Nggak apa-apa Jo, aku dan cucuku juga baru sampai!" Jawab Baskoro laki-laki tua dengan rambut yang sudah dipenuhi uban tersebut.
Orin pun membulatkan matanya ketika melihat sosok familiar yang sedang duduk di depannya. Alex. Teman sekolahnya dan yang selalu mencari perhatian padanya.
__ADS_1
"Kenalin ini Orin, cucu perempuanku!" Ucap Oma Rani sembari memperkenalkan Orin pada Baskoro. Disini yang dapat Orin tangkap adalah mereka bukan hanya teman tapi layaknya sahabat yang sudah lama kenal.
"Orin tuan Baskoro." Kata Orin memperkenalkan dirinya dimana yang masih diselimuti oleh rasa terkejut tersebut.
"Panggil saja opa sama seperti Alex!" Orin pun hanya menganggukkan kepalanya. Kebetulan macam apa ini, kenapa Alex orang yang sangat Orin hindari malah datang dan sekarang sudah berada di depan matanya.
"Jadi ini cucumu Alex? Wah sudah lama nggak ketemu. Dulu terakhir ketemu waktu kamu masih taman kanak-kanak." Ujar Oma Rani sambil menatap kagum ke arah Alex.
Alex pun tersenyum merasa kikuk dengan suasana sekarang. Dia sendiri juga tidak tahu jika opanya akan mengajak makan malam Orin dan opa omanya.
"Orin kenalin dulu ini cucu opa Baskoro namanya Alex!" Kata Oma Rani memperkenalkan Alex pada Orin.
"Udah kenal." Jawab Orin dengan kesal karena merasa omanya membohonginya untuk kesekian kalinya.
"Iya Oma Orin ini satu sekolah dengan Alex." Jawab Alex.
__ADS_1
"Wah bagus dong kalo gitu, jadi Alex bisa jagain Orin kalau di sekolah." Orin pun mendengus kesal bisa-bisanya sang Oma berniat menjodohkannya dengan seorang playboy cap gajah ini. Big no! Orin akan menggunakan akalnya untuk menolak perjodohan lagi.