Istri Tuan Arga

Istri Tuan Arga
S2-episode 26


__ADS_3

Saat melakukan pemanasan tiba-tiba saja dia merasakan pusing yang hebat pada kepalanya. Lama-kelamaan pandangnya mulai buram dan setelah itu Orin tidak tahu lagi apa yang terjadi....


****


Gadis cantik dengan wajah pucat itu perlahan mulai membuka kedua kelopak matanya. Melihat sekeliling dengan ekor matanya. Sebuah ruangan berwarna putih dan sepi. Sekelebat ingatan yang masih tersisa, dia tadi berdiri di tengah-tengah lapangan bersama teman-temannya tetapi kenapa sekarang berada di UKS sekolah.


"Udah bangun Rin?" Tanya seorang laki-laki dengan suara syarat akan khawatir.


"Lu Lex? Ngapain disini?" Tanya Orin balik. Sedikit was-was sebab disana tidak ada orang kecuali mereka berdua. Bukan dia berburuk sangka pada Alex tapi bukankah setan selalu ada dimana-mana? Orin hanya mengantisipasi untuk hal-hal kedepannya.


"Tadi gue bantuin lu bawa kesini!" Jawab Alex miris. Raut wajah Orin kental akan ketakutan, apa sebegitu menyeramkan dirinya dihadapan gadis cantik itu?


"Oh makasih Lex, gue udah baikan lu bisa balik ke kelas gih!" Usir Orin secara halus, tidak mungkin kan dia memaki Alex untuk segera pergi dari sisinya bagaimanapun juga dia masih mempunyai hati untuk tidak memaki orang yang sudah menolongnya.


"Lu beneran udah baikan? kalo masih ngerasa pusing mending kita ke rumah sakit atau nggak gue anterin lu pulang?"


"Gak usah lebay deh Lex, gue nggak apa-apa kok. Nih gue udah sehat lagi!" Jawabnya sambil menyandarkan tubuhnya di tembok sebab ranjang berukuran satu setengah meter tersebut tidak mempunyai kepala ranjang.


"Gue nggak lebay Rin, gue bener-bener khawatir sama lu!"


Orin pun menghembuskan nafasnya secara kesal sebelum menjawab ucapan Alex "Sekali lagi gue ucapin banyak terima kasih sama lu udah nolongin gue. Gue udah sehat lu nggak perlu khawatir lagi! Lagian Aneta bentar lagi ke sini kok!"


Akhirnya dengan berat hati Alex pun berdiri dari kursi yang sedari tadi dia duduki. Sebelum pergi dia mengusap puncak kepala Orin.


"Cepet sembuh Rin, kalo lu sakit gini siapa yang nyakitin gue?" Ucap Alex sambil tersenyum jenaka sekedar untuk menghibur Orin meskipun dirinya sendiri tidak tahu suka atau tidak Orin dengan lelucon yang dia ucapkan.

__ADS_1


"Thanks Lex!"


Alex pun keluar dari ruangan UKS tempat Orin berbaring untuk sementara. Kali ini Alex tidak terlalu memaksakan kehendaknya pada Orin, sepertinya dia memilih cara lain untuk mendapatkan Orin yaitu dengan cara lebih halus tidak seperti yang kemarin-kemarin terlalu mencolok.


Setelah kepergian Alex, Orin pun bisa bernafas lega. Bukannya apa-apa dia takut jika nantinya akan ada gosip yang tidak-tidak untuk mereka padahal sejak tadi mereka hanya mengobrol dan tidak melakukan apapun. Di zaman sekarang orang yang benar-benar suka dan dengan orang yang pura-pura suka sangat sulit dibedakan. Terkadang banyak orang yang terlihat baik didepan kita namun nyatanya ketika dibelakang kita orang tersebut mengumbar semua keburukan kita. Maka dari itu Orin lebih memilih untuk tidak terlibat dengan Alex.


"Aneta kemana sih nih! Udah tahu gue lagi sakit gini tuh anak malah kagak ada!" Kesal Orin pada sahabatnya itu. Orin pun segera meraih benda pipih yang berada didekat bantal yang tadi dia gunakan. Lalu melakukan panggilan pada seseorang di seberang sana.


"Lu gila ya Net? ninggalin gue berdua sama Alex disini?" Kesal Orin ketika sahabatnya itu baru saja mengangkat panggilan darinya.


"Sorry sorry Rin, habis tadi gue tuh juga sebel sama Alex dia tuh kuasain lu banget gitu! Ya udah karena gue sebel ya gue nggak ngikutin dia bawa lu ke UKS lah!" Jawabnya tak kalah kesal dengan Orin.


"Ya udah kalau gitu lu kesini deh! Tolong sekalian bawain kotak makanan gue yang ada di tas!"


"Laksanakan tuan putri!" Jawab Aneta kemudian memutuskan panggilan tersebut.


Saat ditengah perjalanan tiba-tiba saja ada seseorang yang menghentikan langkah Aneta.


"Aneta!" Teriak orang tersebut kemudian berlari menghampiri Aneta yang tengah berdiri mematung.


"Duh ngapain si killer panggil-panggil nih? Gue kan udah nggak bandel-bandel amat sekarang!" Batin Aneta ketika melihat Marcel lari tergopoh-gopoh menghampiri dirinya.


"Ya pak Marcel panggil saya?" Tanya Aneta dengan bodohnya tentu saja Marcel memanggil dirinya memangnya disini ada Aneta-Aneta yang lain.


"Tentu saja memangnya disini ada yang namanya Aneta selain kamu?" Jawab Marcel dengan dingin sambil mengatur nafasnya yang ngos-ngosan.

__ADS_1


"Tuh kan sewot banget sih nih orang! Untung ganteng kalo nggak mah udah gue buat kagak betah disini nih orang!" Gerutu Aneta dalam hatinya.


"Ya ada apa bapak memanggil saya?" Tanyanya dengan nada dibuat seramah mungkin.


"Kamu mau kemana?"


"Oh saya mau nganterin bekal Orin pak!"


"Sini biar saya saja yang nganter kamu kembali ke kelas! Ini masih jam pelajaran kan? Jangan terlalu banyak membolos ingat kamu sudah kelas tiga!" Ucapnya tak terbantahkan sambil meraih kotak makanan serta minuman yang dibawa oleh Aneta.


"Apa sih maksudnya nih orang nggak jelas banget!" Kesal Aneta dalam hati, tentu saja masih Aneta hanya bisa membatin dengan tingkah gurunya itu mana berani dia memakinya secara langsung.


"Ya sudah saya pergi mengantar ini dulu!" Kata Marcel sambil melenggang menuju ruang UKS tanpa memperdulikan tatapan terkejut sekaligus kesal dari Aneta.


Sedetik setelah Marcel berlalu Aneta baru paham dengan sikap Marcel, sepertinya laki-laki itu sedang melakukan PDKT istilahnya zaman sekarang itu.


"Emang gitu ya kalo orang dewasa jatuh cinta? Geli banget deh gue jadinya!" Kata Aneta kemudian dia pun berlalu kembali ke dalam kelasnya.


Sementara itu sepanjang perjalanan Marcel tak pernah menghentikan senyumnya itu, untung saja masih jam pelajaran sehingga tak banyak murid yang berada di luar kelas jika tidak mungkin sudah banyak yang mengatakan jika guru tampan mereka sekarang mengidap penyakit gila.


Setelah melewati beberapa lorong, akhirnya Marcel pun sampai di depan pintu UKS. Sebelum masuk dia sedikit merapikan kemeja yang digunakan padahal jika dilihat-lihat lagi kemeja itu pun tak ada kusut-kusutnya.


tok tok tok...


Marcel pun mengetuk pintu tersebut, didalam Orin yang mendengar itu pun segera menyuruh yang dia kira Aneta itu untuk masuk. Pintu pun terbuka dan masuklah seseorang yang tanpa Orin melihat langsung menyemprotnya dengan kata-kata kesalnya.

__ADS_1


"Lu kemana aja sih Nyet lama banget udah tahu gue laper Sampek pingsan gitu!" Kesal Orin tanpa melihat siapa yang dia aja bicara sebab masih fokus dengan ponselnya yang menampilkan beberapa wajah pria tampan itu.


"Ehem...!" Suara deheman itu pun seakan mengalihkan antensi Orin dari ponsel. Orin pun membulatkan matanya melihat laki-laki uang tengah berdiri tak jauh dari ranjang yang sedang dia tempati.


__ADS_2