Istri Tuan Arga

Istri Tuan Arga
85


__ADS_3

Pagi harinya Arga bangun terlebih dahulu, setelah mengumpulkan nyawanya yang terasa terpisah dengan raganya itu dia segera duduk diatas ranjang lalu mengambil ponselnya untuk menghubungi Leo sang asisten.


"Hallo?" Tanya Leo dengan suara serak khas bangun tidurnya.


"Leo kau baru bangun? dasar pemalas!" Sarkas Arga yang benar saja Leo baru bangun padahal biasanya pemuda itu selalu bangun lebih pagi darinya apa jangan-jangan akhir-akhir ini dia terlalu memberikan banyak perkejaan padanya.


"Eh itu tidak bos, ada perlu apa menelepon sepagi ini bos?"


"Carikan tiga perawat untuk merawat anak-anak di panti asuhan dan seorang security sepertinya mereka akan membutuhkan itu. Dan satu lagi urus hak adopsi Noel kau bisa datang ke panti untuk meminta datanya pada pemilik panti itu."


"Baik Tuan muda akan segera saya laksanakan."


Setelah memutuskan sambungan telepon dia segera pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri sebelum istrinya bangun dia bisa berendam sebentar.


Saat Arga masuk ke dalam kamar mandi Retha pun terbangun. Dia masih malas untuk sekedar pergi dari ranjangnya. Dia pun menghabiskan waktu untuk berguling-guling di atas ranjang sembari menunggu Arga selesai membersihkan diri.


"Sudah selesai?" Tanya Retha saat melihat Arga keluar dari kamar mandi dengan sehelai handuk kecil ditangannya.


"Kau sudah bangun?" Tanya Arga balik kemudian duduk di depan cermin sambil mengeringkan rambutnya yang basah sehabis keramas.


"Sudah sejak tadi." Kemudian Retha bangkit dan menyusul Arga untuk membantu mengeringkan rambutnya.


"Kau sudah mengurus hak adopsi Noel?" Tanya Retha sembari mengusap kepala Arga dan memberikan sedikit pijatan.


"Sudah tadi aku sudah menghubungi Leo untuk mengurus semuanya."


"Syukurlah kalau begitu kita bisa segera membawa Noel bersama kita, aku sudah tidak sabar akan hal itu."


"Tentu sayang, tapi kau sudah bilang kan pada Bu Ririn jika ingin mengadopsi Noel?"


"Sudah kemarin aku sudah bilang pada Bu Ririn tapi aku masih menunggu persetujuan darimu saja."


"Oh jadi sekarang hadiah apa yang pantas aku terima setelah membantumu?" Tanyanya sembari membalikkan badannya menghadap ke arah Retha.

__ADS_1


"Aku akan membuatkan sarapan spesial untukmu, bagaimana?" Tawar Retha yang tampak gugup karena Arga memandangnya begitu intens. Mereka bukanlah pengantin baru lagi tapi Retha tetap masih terlihat gugup jika Arga memandangnya seperti itu.


"Bagaimana jika aku memakanmu untuk sarapan hari ini?" Goda Arga pada istrinya itu dan benar saja sekarang pipi Retha sudah tampak merah karena menahan malu.


"Dasar mesum!"


"Hey sayang kembalilah kemari aku belum meminta hadiahku bukan?" Goda Arga lagi saat melihat Retha mulai menjauh dan masuk ke dalam kamar mandi.


"Tunggu saja aku akan memberimu hadiah nanti." Teriak Retha dari dalam kamar mandi. Dia tidak habis pikir suaminya yang dulunya dingin dan kaku padanya kini lebih terlihat menggemaskan.


Diluar Arga tampak tersenyum sendiri membayangkan apa yang akan Retha berikan padanya. Dia pun segera memakai setelan kemeja yang sudah disiapkan Retha sejak semalam. Setelah itu merapikan rambutnya dan memakai jam tangan.


Tak lama kemudian Retha keluar dari kamar mandi. Dia masih memakai bathrobe sambil menggosok-gosokkan handuk kecil di kepalanya.


"Apa hari ini kau sibuk?" Tanya Retha saat melihat Arga sudah rapi dengan setelan jasnya.


"Tidak tahu aku belum menanyakan jadwalku pada Dania, memangnya ada apa?"


"Baiklah kalau begitu hari ini aku tunda semua jadwalku dan kita pergi berbelanja setelah itu menjemput Noel, bagaimana?"


"Sangat setuju kalau begitu aku akan bersiap-siap dahulu."


Retha pun segera bersiap-siap untuk pergi dengan suaminya. Dia memakai dress dibawah lutut lalu menutup tubuh bagian atasnya dengan mantel karena dirasa hari ini cuaca cukup dingin. Setelah selesai bersiap-siap dia segera turun ke bawah menyusul suaminya yang sudah menunggu di meja makan.


"Apa kau hari ini benar-benar tidak ada pekerjaan penting?" Tanya Retha lagi pasalnya dia merasa tidak enak saja jika Arga harus menunda pekerjaannya hanya untuk menemani dirinya membeli perlengkapan bayi. Apalagi jika Arga ada rapat penting dengan perusahaan lain itu akan membuat Arga seperti orang yang seenaknya sendiri tanpa memikirkan perasaan orang lain.


"Tenang sayang hari ini aku hanya ada beberapa berkas yang harus aku tanda tangani dan itu bisa aku lakukan nanti setelah ini."


"Ya sudah."


Akhirnya mereka pun menghabiskan sarapan yang sudah dihidangkan para pelayan. Setelah itu segera bergegas untuk pergi keluar. Hari ini Arga meminta pak Yuda untuk menyopiri mereka. Sebelum itu Retha pergi menemui pak Alex untuk mengatakan sesuatu setelah selesai Retha segera menyusul Arga masuk ke dalam mobil.


"Apa yang kau katakan pada Alex?" Tanya Arga penasaran.

__ADS_1


"Tidak penting."


"Ya sudah kalau begitu ayo cepat pergi!"


Mobil yang mereka tumpangi pun segera meninggalkan halaman rumah menuju salah satu mall terbesar yang ada di kota itu. Sebetulnya tadi Arga sudah mengusulkan agar Retha membeli online saja tapi Retha tetap dengan keras kepalanya ingin memilih sendiri. Apa boleh buat akhirnya Arga hanya bisa menuruti keinginan istrinya itu padahal dia hanya tidak mau jika Retha terlalu lelah mengingat ada anak yang sedang ada dalam kandungannya.


Setelah perjalanan cukup lama akhirnya mereka pun sampai mall tersebut. Pak Yuda segera membukakan pintu untuk tuan dan nyonya mudanya.


"Ayo sayang!" Ajak Retha yang tampak sudah tidak sabaran.


"Jangan berlarian sayang nanti kau jatuh!" Tegur Arga pada Retha yang tidak sabaran itu.


Mereka pun menyusuri mencari toko bayi yang lengkap. Sampai tiba dilantai tiga dimana banyak perlengkapan bayi tersedia disana.


"Wah sepertinya aku menginginkan semua ini!" Kata Retha saat melihat baju-baju bayi yang lucu itu.


"Bagaimana jika kita membeli semuanya jadi kau tidak perlu memilih lagi?"


"Tidak mau kau ini pemborosan saja!" Kesal Retha pada suaminya yang seenaknya sendiri itu.


"Terserah kau saja!"


Kemudian mereka pun memilih beberapa pakaian untuk Noel. Tampaknya bukan hanya beberapa tapi semua jenis pakaian yang cocok untuk Noel mereka membeli semuanya. Setelah itu mereka tak lupa memberikan perlengkapan mandi serta kebutuhan lainnya. Setelah kebutuhan Noel terpenuhi mereka segera mencari untuk kebutuhan bayi mereka yang akan lahir. Karena sudah tahu jenis kelaminnya mereka pun segera pergi mencari perlengkapan bayi perempuan.


"Box bayi itu bagus sayang untuk putri kita!" Kata Arga sambil menunjuk sebuah box bayi berwarna pink itu.


"Tidak perlu sayang tadi kan kita sudah membelikan untuk Noel jadi Putri kita bisa memakainya juga kan sebentar lagi Noel sudah besar."


"Mana bisa seperti itu, box bayi Noel berwarna biru sayang itu tidak cocok dengan putri kita apalagi gambarnya robot itu lebih tidak cocok lagi."


Akhirnya Retha hanya bisa mengikuti kemauan Arga. Biasa urusan berbelanja yang sedikit ribet adalah perempuan tapi berbeda dengan mereka kali ini Arga lebih ribet lagi dengan pilihannya sendiri sampai membuat Retha pusing. Bagaimana tidak Arga membeli berbagai macam baju dengan model yang sama hanya dengan berbeda warna saja, bukankah itu sangat pemborosan.


Setelah semua kebutuhan terpenuhi mereka pun segera menjemput Noel ke panti asuhan karena tadi Leo sudah mengabari jika surat adopsi Noel sudah siap.

__ADS_1


__ADS_2