
"Arga...." Teriak Retha dari arah depan. Mendengar istrinya berteriak pun Arga segera menghampirinya.
"Ada apa?" Tanya Arga dengan raut wajah panik dan kebingungan.
"Didepan banyak orang-orang aneh aku takut!"
"Orang aneh?"
"Iya didepan banyak mobil dan juga orang-orang besar yang aneh!" Kata Retha sembari bergidik ngeri.
Arga tampak berpikir apa yang dimaksud istrinya itu. Kemudian dia paham siapa yang dimaksud orang-orang besar yang aneh itu. Arga hanya bisa menggelengkan kepalanya sambil tersenyum.
"Itu orang-orangku sayang mereka akan menemanimu berbelanja." Kata Arga sambil menarik tangan Retha menuju depan villa.
"Orang-orang aneh bin ajaib itu akan menemaniku berbelanja?" Tanya Retha kembali meyakinkan jika pendengarannya tidak salah. Arga hanya mengangguk sebagai jawaban.
Mereka sampai didepan pintu villa, tampak orang-orang tadi langsung menundukkan sedikit kepalanya sebagai tanda hormat.
"Kau gila ya? Kau kira istrimu ini istrinya presiden ha?" Kata Retha sambil berbisik-bisik agar orang-orang aneh yang ternyata adalah pengawal yang diminta oleh suaminya itu.
"Lebih dari istri presiden." Ucap Arga acuh. "Jangan membantah atau kau tidak aku izinkan untuk pergi keluar?" Ancam Arga pada istrinya itu.
"Tapi yang benar saja Arga, lihatlah mereka tampak aneh sekali wajah datar tanpa ekspresi lalu pakaian serba hitam lengkap dengan kacamata, mereka kira ini sedang suasana berkabung." Kesal Retha pada suami yang seenaknya itu.
"Itu seragam khusus mereka sayang, mereka semua sudah terlatih jadi aku bisa lebih lega jika kau bersama mereka."
"Ck, lain kali kau belikan mereka baju ganti jangan warna hitam terlihat menyeramkan sama seperti wajah mereka." Kata Retha sinis.
Arga terkekeh mendengar ucapan istrinya itu. "Lantas aku harus memberikan mereka pakaian yang bagaimana?"
"Berikan saja pakaian warna pink agar terlihat lebih cerah." Ujar Retha sambil cekikikan membayangkan para pengawal dengan otot-otot yang besar memakai pakaian berwarna pink.
__ADS_1
"Kau ini..." Kata Arga sambil menarik hidung Retha.
Kemudian Arga memanggil dua orang pengawal wanita yang sedari tadi berdiri di samping mobil Aston Martin one-77 itu.
"Kemarilah!" Panggil Arga pada dua pengawal wanita itu. Mereka pun berjalan menghampiri Retha dan juga Arga. Lalu mengangguk-anggukkan kepalanya sebagai tanda hormat.
"Selamat pagi tuan muda dan nyonya muda?" Ucap mereka bersamaan dengan wajah datarnya.
"Selamat pagi!" Jawab Retha sambil tersenyum manis. Berbeda dengan suaminya itu, Arga hanya menganggukkan kepalanya dan memasang ekspresi datar pada mereka.
"Hari ini kalian akan menemani istriku berbelanja oleh-oleh, jadi kalian harus menjaga mereka dengan benar jika tidak kalian sudah pasti tahu jawabannya."
Retha membulatkan matanya mendengar suaminya mengancam pelayanan perempuan. Dia tahu Arga memang orang yang keras dan dingin tapi Retha belum pernah mendengar atau pun melihat secara langsung Arga mengancam orang-orang seperti itu.
"Baik Tuan muda."
"Ck menyebalkan hari terakhir bukannya bersenang senang dengan orang tapi malah menghabiskan waktu dengan manusia manusia robot ini!" Geram Retha dalam hati.
"Selamat pagi tuan muda dan nyonya muda!" Sapa Bima pada Arga dan Retha.
"Hem... Hari ini kau aku tugaskan menemani istriku berbelanja jadi jaga dia dengan baik-baik, aku percayakan keselamatannya padamu!"
"Siap tuan muda." Jawab Bima.
"Baiklah aku berangkat sekarang saja, mana mobilmu?" Tanya Retha pada suaminya pasalnya dari tadi dia tidak melihat mobil biasa yang mereka tumpangi, tidak mungkin kan jika Arga naik taksi online.
"Sebentar lagi tiba, Leo yang membawanya. Berangkat lah hati-hati jika ada sesuatu apapun segera hubungi aku," Ucap Arga lalu mencium kening Retha dan kedua pipinya. Saat Arga hendak mencium bibir Retha dengan segera Retha menutup bibirnya dengan telapak tangan. Retha merasakan malu yang amat sangat bagaimana bisa Arga mencium dirinya didepan banyak orang dengan begitu santai.
"Jangan macam-macam!" Bisik Retha pada Arga. Arga hanya tersenyum melihat tingkah Retha yang masih saja malu-malu.
Kemudian Retha pun berjalan masuk kedalam mobil Aston Martin one-77 bersama dengan dua pengawal wanita tadi. Kini Retha berada dalam satu mobil dengan dua pengawal wanita itu. Arga memang sengaja memilih dua pengawal tadi untuk satu mobil dengan Retha. Tidak mungkin kan Retha satu mobil dengan pengawal laki-laki tadi yang usianya tidak jauh berbeda dengannya, bisa-bisa dia tidak tenang jika Retha berada dalam satu mobil dengan laki-laki lain.
__ADS_1
Akhirnya mobil yang mereka tumpangi pun berjalan perlahan meninggalkan halaman villa. Retha merasa sudah seperti anak penjabat saja yang kemana-mana harus dikawal oleh banyak orang. Bagaimana tidak mobil yang mereka tumpangi sudah seperti pawai saja. Didepan mobil Retha terdapat satu mobil yang berisi empat orang pengawal. Lalu dibelakang mobil yang Retha tumpangi juga terdapat dua mobil yang berisikan pengawal.
Didalam mobil tersebut hanya terdapat keheningan tidak ada satupun yang berbicara. Akhirnya Retha memecah keheningan dengan bertanya pada para pengawal tersebut.
"Ehemm siapa nama kalian?" Tanya Retha.
"Saya Kayanna nyonya muda bisa panggil saya Anna kalau yang sedang menyetir Melly nyonya muda." Ucap salah satu pengawal yang duduk disamping kemudi.
"Oh perkenalkan aku Retha kalian bisa panggil Retha saja tidak usah nyonya muda nyonya muda, kalau dilihat-lihat mungkin kita seumuran." Jelas Retha memecah kecanggungan diantara mereka.
"Maaf nyonya muda ini sudah prosedur dari tuan besar dan tuan muda."
"Baiklah terserah kalian saja, kalian tinggal dimana?"
"Kami tinggal satu komplek dengan tuan besar nyonya, semua pengawal tinggal satu komplek dengan tuan besar. Tuan besar membangunkan beberapa rumah untuk ditinggali para pengawal." Jelas Anna.
Retha pun terkejut karena dia pikir semua pengawal tadi berasal dari pulau Bali ternyata mereka sama dari Jakarta.
"Lalu kapan kalian kesini bukannya tadi malam Arga baru mendapatkan kabar jika dia tidak bisa menemaniku pergi?"
"Tadi malam nyonya muda, setelah asisten Leo memerintahkan kami untuk datang, kami pun langsung meluncur kemari dan tiba disini dinihari tadi." Jelas Melly yang ikut dalam percakapan itu.
Retha benar-benar tidak habis pikir dengan suaminya itu bisa-bisanya dia menyuruh orang datang saat itu juga. Tapi Retha juga salut pada para pengawal tersebut. Mereka begitu setia mengabdi pada keluarga Arga.
"Jadi kita akan kemana?" Tanya Retha pada pengawal itu karena Retha baru pertama kali ke pulau Bali jadi dia belum tahu dimana tempat-tempat untuk membeli oleh-oleh.
"Kita akan pergi ke The Keranjang Bali nyonya muda karena tuan muda sudah berpesan agar mengajak anda kesana." Retha hanya menganggukkan kepalanya dia menurut saja kemana mereka akan membawanya.
*********
Maaf ya para readers ku upload hari ini agak telat karena author ada kesibukan mendadak.
__ADS_1
HAPPY READING SAYANG ❤️❤️❤️❤️