Istri Tuan Arga

Istri Tuan Arga
S2-episode 31


__ADS_3

Akhirnya Orin pun menyelesaikan misinya mengupas dua buah apel. Bentuknya tidak terlalu buruk tetapi juga tidak baik. Banyak daging buah yang harus terbuang sia-sia. Seandainya saja Orin ikut kejuaraan memasak mungkin masih didepan pintu masuk sudah ditolak oleh para juri. Haha.


"Ini pak silahkan dimakan! Maaf jika bentuknya kurang berkenan!" Ucap Orin sambil menyerahkan piring dengan hasil karyanya.


"Terimakasih tapi saya tidak melihat dari hasilnya, saya lebih suka melihat prosesnya." Orin pun tersipu akan ucapan Marcel.


Marcel melihat dengan jelas bagaimana gadis cantik didepannya itu sedang tertipu. Wajahnya merona seperti kepiting rebus. Sungguh Marcel sangat gemas melihat Orin yang sekarang. Ingin mencubit pipinya tapi ah sudahlah.


Menurutnya Orin adalah sosok yang menyenangkan dia mampu menyesuaikan dirinya dengan lingkungan sekitar. Mereka pun berbincang-bincang entah kemana, hari ini banyak yang mereka ungkapkan. Dari tentang sekolah, keluarga sampai ke kebiasaan mereka.


"Orin tolong tatap saya. Tatap saya sebagai seorang laki-laki bukan guru kamu!" Ucap Marcel sambil menggenggam kedua tangan Orin menatap lekat gadis yang membuatnya merasakan senang sekaligus sedih dalam satu waktu.


"Eh i-iya pak." Jawab Orin dengan gugup. Tentu saja gugup ini pertama kalinya dia harus berhadapan dengan pria secara dekat seperti ini.


"Saya tahu mungkin ini terlalu cepat tapi saya sudah tidak bisa menahannya untuk lebih lama lagi. Saya mencintai kamu dengan sangat mungkin untuk kamu ini terdengar lucu dan saya tidak tahu malu tapi saya tidak perduli dengan itu."

__ADS_1


"Hidup ini tidak seperti novel, yang kita bisa mengulang halaman pertama kapanpun kita mau. Dalam kehidupan nyata, saat sebuah kisah tidak lagi asyik, mulai menyakitkan, kita tidak bisa mengulanginya dari halaman pertama lagi. Tapi tidak mengapa, karena kita selalu bisa membuat bab baru, halaman baru. Selalu bisa." 


"Orin maukah kamu membuat hubungan yang lebih serius denganku?"


Orin tak mengucapkan sepatah katapun. Dia masih terpaku dengan ucapan kata indah dari Marcel. Pikirannya masih berkeliaran menatap laki-laki dengan rahang tegas didepannya.


"Orin? Kau mendengarku bukan?"


"I-iya P-pak!" Jawab Orin semakin gugup dia sendiri masih tidak mengerti dengan apa yang terjadi. Marcel mengatakan seluruh isi hatinya.


"Bisakah beri saya waktu untuk menjawab ini semua!" Jawab Orin seakan mengkhianati hatinya padahal hatinya ingin langsung mengatakan iya tapi ternyata mulutnya berkhianat.


Suasana semakin canggung. Hening. Tidak ada yang mengucapkan kata apapun. Mereka masih menyelami pikiran masing-masing. Marcel dengan rasa khawatirnya jika Orin akan menolak. Sedangkan Orin sedang merutuki kebodohannya lagi dan lagi. Bagaimana dia harus menjawabnya suatu saat nanti?


"Emm pak sudah sore, saya mau pamit pulang terlebih dahulu?"

__ADS_1


"Iya hati-hati dijalan. Saya antar ke depan!"


"Tidak perlu pak, bapak bisa istirahat saja disini!" Akhirnya Marcel pun mengikuti ucapan Orin, sebelum pulang Orin terlebih dahulu membantu Marcel untuk merebahkan tubuhnya kembali di atas ranjang. Setelah itu dia pun keluar dari kamar Marcel.


"Sudah mau pulang non?" Tanya bi Ira yang juga hendak akan pulang.


"Iya bi."


"Sering-sering main kesini non, biar pak Marcel tidak sendirian! Saya yakin pasti non?"


"Saya Orin bi!"


"Ya non Orin pasti wanita spesial untuk pak Marcel sebab semenjak pak Marcel tinggal disini dan saya menjadi asisten rumah tangga di rumah ini saya belum pernah melihat pak Marcel sekalipun membawa perempuan ke rumah ini."


Orin yang mendengar itupun semakin tersipu malu. Perasaan Marcel padanya ternyata memang benar. Orin pun semakin yakin jika keputusannya yang akan memang benar hanya saja dia perlu meyakinkan kembali hatinya.

__ADS_1


Hari ini segini dulu ya kak nanti malam author bakal up lagi, soalnya author lagi sibuk banget. ❤️❤️❤️❤️


Disini ada yang pernah jatuh cinta sama gurunya? 😁 bisa dong cerita-cerita disini pengalamannya yang pernah jatuh cinta sama gurunya.


__ADS_2