
Seorang gadis cantik masih meringkuk dibawah tebalnya selimut berwarna putih. Meskipun matahari sudah muncul dari peradabannya tak menyurutkan semangatnya untuk tidur kembali. Karena hari ini adalah hari Sabtu dimana sekolahnya sedang libur jadi dia memutuskan untuk mengistirahatkan tubuhnya dari pekerjaan sekolahnya.
Berbeda dengan wanita berusia empat puluh tahun itu yang sedari tadi tidak berhenti untuk mengetuk pintu kamar putrinya. Meskipun usianya sudah tidak muda lagi tetapi aura kecantikan masih terlihat jelas diwajahnya.
"Orin bangun sayang, ini sudah siang!" Teriak Retha dari luar kamar Orin. Retha benar-benar dibuat pusing oleh Orin. Selalu ada saja tingkah dari anak gadisnya yang membuatnya menggelengkan kepala.
Orin tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik serta menawan. Dia digadang-gadang sebagai salah satu wanita tercantik di sekolahnya. Bukannya bangga menjadi gadis cantik justru membuat Orin kesal. Pasalnya setiap hari dia harus menerima banyak kiriman bunga dan juga coklat dari murid laki-laki yang ada di sekolahnya.
Meskipun begitu Orin bukanlah gadis sombong yang akan memaki mereka yang tidak sesuai dengan keinginannya. Orin lebih banyak acuh terhadap orang disekitar yang menatapnya memuja. Sampai sejauh ini tidak banyak yang tahu jika Orin belum pernah memliki kekasih sekalipun. Menurutnya kekasih hanya akan membuatnya menjadi rumit. Memiliki Daddy serta kakak laki-laki yang selalu menuruti apa saja permintaannya sudahlah cukup jadi dia tidak mau memikirkan tentang pacar atau laki-laki yang dicintainya.
"Orin cepat bangun dong sayang bantuin mom di dapur!"
Akhirnya dengan malas Orin pun membuka matanya. Selalu saja mommynya itu cerewet sekali. Tapi bagaimanapun juga Orin sangatlah menyayangi mommynya.
"Sebentar mom sepuluh menit lagi!" Jawab Orin dengan malas.
"Cepat keluar atau mom akan tambah hukuman buat kamu?"
"Tidak jangan mom, Orin keluar sebentar lagi cuci muka dulu!" Dengan berat hati Orin pun meninggalkan kasurnya yang berukuran besar itu. Lebih baik dia bangun sekarang daripada harus kena hukuman dari momnya lagi. Baru saja dia menyelesaikan hukuman dari mommynya karena ketahuan terlambat datang ke sekolah masa iya mommynya tega mau menambah beban derita yang sudah dia alami.
"Sayang jangan terlalu keras padanya, kasihan Orin pasti lelah!" Ucap Arga yang sedari tadi mengamati perdebatan Retha dengan Orin di lantai bawah. Sesuai dengan permintaan Retha kini mereka hanya tinggal dengan dua orang pelayan untuk membantu Retha membersihkan rumah serta dua sopir. Sedangkan Orin memilih untuk mengendarai mobilnya sendiri meskipun dia harus merayu mommynya terlebih dahulu agar diizinkan.
"Kau saja yang terlalu memanjakannya sayang, jika dibiarkan seperti ini nanti dia akan bergantung pada orang lain. Aku tidak mau putri kita tumbuh menjadi gadis yang tidak mandiri!" Jawab Retha sembari kembali ke dapur untuk membuatkan Arga kopi. Arga pun menyusul ke tempat Retha kemudian memeluknya dari belakang. Meskipun usia mereka sudah tidak muda lagi tapi mereka masih seperti layaknya pasangan yang berumur belasan tahun.
"Aku tahu tapi kupikir caramu mendidik Orin agak terlalu keras sayang!"
__ADS_1
"Lalu kau mau aku bagaimana? Memanjakannya seperti kau dan Noel memanjakannya?"
"Sudahlah terserah kau saja. Kau pasti akan melakukan yang terbaik untuk Orin." Jawab Arga pasrah. Memang tidak ada gunanya untuk berdebat dengan Retha karena pada akhirnya dia lah yang akan menang.
Jika dulu Retha lah yang akan mengalah ketika mereka berdebat seperti ini namun untuk sekarang Arga sudah berbeda dia banyak mengalah kepada istrinya itu. Mungkin pengalaman serta usia sudah membawanya menjadi seseorang yang dewasa.
"Morning dad?" Sapa Orin ketika dia turun dari kamarnya.
"Morning honey! Bagaimana apa semalam kau tidur dengan nyenyak?"
"No dad tadi malam rasanya badanku pegal semua. Mom benar-benar keterlaluan menghukumku untuk membersihkan kolam berenang?"
"Hey salah siapa yang datang terlambat ke sekolah?"
Tapi jika ditilik kembali dia belum pernah melihat laki-laki kemarin itu. Masih muda dan terlihat berkharisma apa mungkin dia adalah guru baru. Huh mengingatnya saja membuat Orin jengkel kembali. Meskipun dia terlihat sangat tampan tapi sifat sangat disiplinnya itu membuat Orin menjadi kesal.
"Oh ya Orin kemarin opa dan Oma mencarimu." Ucap Retha sambil menyiapkan sarapan di meja makan.
"Untuk apa? Jangan bilang mereka mau menjodohkanku lagi. Oh ya Tuhan mereka benar-benar keterlaluan. Dikira cucunya yang cantik ini tidak laku apa?" Kesal Orin ketika mengingat peristiwa beberapa Minggu lalu.
Saat itu dia sedang berkunjung untuk melihat keadaan opa dan omanya namun siapa disangka orang yang sudah berumur lanjut itu malah ingin menjodohkan dirinya dengan cucu rekan bisnisnya. Benar-benar menyebalkan.
"Mungkin mereka merindukanmu sayang." Jawab Retha. Bagaimanapun juga sekesal-kesalnya Retha pada Orin dia tetap menyayangi putrinya itu.
Saat sedang ingin melanjutkan pembicaraan tiba-tiba saja ponsel Orin berbunyi. Dilihatnya sang kakak yang sekarang sedang berada diluar negeri untuk melanjutkan pendidikan itu menghubunginya.
__ADS_1
Usia Noel dan Orin hanya berbeda satu tahun saja. Tapi karena kepintarannya sekarang dia sudah berada di bangku kuliah sedangkan sang adik masih di bangku SMA kelas tiga.
"Selamat malam adikku sayang?" Sapa Noel diseberang sana. Perbedaan waktu antara Indonesia dengan Amerika berbeda sebelas jam jadi ketika di Indonesia pagi disanapun masih malam.
"Hey kau kakak menyebalkan disini sudah pagi!" Jawab Orin dengan kesal. Meskipun kakaknya akan terlihat dingin ketika dengan orang banyak tapi sangat berbeda ketika dengan keluarganya. Dia akan sangat hangat ketika bersama keluarganya.
"Hahaha bagaimana kabarmu? Dimana mom dan dad?"
"Sangat tidak baik rasanya badanku remuk semua kak!" Kata Orin yang mulai merajuk pada kakak laki-lakinya.
"Kau pasti membuat ulah ya?"
"Iya sedari pagi mom sudah membangunkannya tapi dia tak kunjung bangun. Alhasil dia datang terlambat ke sekolah dimana membuat gurunya menelepon mom untuk datang ke sekolah." Kata Retha memberitahukan tabiat adiknya yang bandel itu pada sang kakak.
"Gurunya saja mom yang menyebalkan, dia datang terlalu cepat kak!"
"Sudah jangan berdebat. Kapan kau akan pulang boy? Kau sudah seperti bang Toyib saja tidak pulang-pulang." Kini Arga yang mulai bersuara.
"Hahaha lain waktu dad tidak untuk sekarang, masih banyak tugas yang harus aku kerjakan."
"Kau selalu saja seperti itu Noel, lain kali pulanglah kami semua disini merindukanmu." Ucap Retha sang ibu bagaimanapun juga tidak bisa dipungkiri jika dia juga merindukan sang anak.
"Yes mom, ya sudah aku tutup dulu teleponnya."
Setelah selesai sarapan Orin meminta izin pada mom serta daddynya untuk pergi dengan Aneta sahabatnya di bangku sekolah itu.
__ADS_1