
Setelah acara pertunangan antara Orin dan Marcel dilaksanakan, hari ini mereka berencana untuk mencari gedung yang akan digunakan untuk penyelenggaraan resepsi pernikahan mereka. Mereka sudah sepakat untuk mencari semua kebutuhan mengenai pernikahan sendiri meskipun sudah ada bantuan dari weeding organizer.
"Selamat pagi!" Sapa Marcel dengan senyumnya. Sampai saat ini Marcel masih tidak percaya jika sebentar lagi akan menikah dengan Orin, gadis kecil yang selalu menempel padanya.
"Pagi, sarapan dulu Cel?" Tawar mommy Retha ketika melihat Marcel memasuki rumah dan berjalan kearahnya.
"Iya mom, kok sepi? Daddy sudah berangkat ya?" Tanyanya sembari mendudukkan dirinya ke kursi ruang makan.
"Sudah katanya mau ada meeting dengan kliennya. Hari ini kalian akan kemana?"
"Melihat-lihat gedung mom."
Tak lama kemudian seorang gadis masih dengan setelan pakaian tidurnya berjalan menyusuri tangga. Sebelah tangannya mengucek matanya. Dia tidak menyadari keberadaan orang lain dirumahnya.
"Pagi mom?" Sapanya sambil menutup mulutnya akibat menguap.
"Hmm begini ya kalau sedang tidak masuk sekolah?" Tanya Marcel dimana membuat Orin membelalakkan matanya. Kemarin mereka memang berencana keluar untuk memilih gedung pernikahan tapi Orin tidak tahu jika sepagi ini Marcel sudah datang.
"Pak Marcel?"
"Ya Tuhan ini memalukan!" Teriaknya sambil berlari kembali masuk kedalam kamarnya. Mommy Retha dan Marcel pun tertawa melihat kelakuan Orin.
"Dimakan Cel sarapannya!" Ucap mommy Retha sambil menyerahkan satu piring nasi goreng pada Marcel.
"Makasih mom!"
"Iya mommy kebelakang sebentar ya, masih tau ke bibi buat belanja bulanan hari ini!" Marcel pun menjawab ucapan mommy Retha dengan menganggukkan kepalanya.
Sekitar dua puluh menit kemudian Orin turun dari lantai atas. Gadis itu kini sudah rapi dengan setelan celana dan juga kemejanya. Meskipun sederhana tapi dengan pakaian Orin saat ini menambah kesan dewasa padanya.
__ADS_1
"Kok nggak bilang kalau sudah datang?" Tanyanya sambil mendudukkan bokongnya di kursi makan.
"Memang harus banget ya aku bilang?"
"Iya nggak gitu juga... kan biar akunya udah siap dan kamunya nggak nunggu lama kayak gini!"
"Kalau cuma nunggu kamu seratus tahun pun aku siap!"
"Ih apaan sih!" Jawab Orin sambil menyibukkan tangannya untuk mengambil nasi goreng. Entah kenapa menurut Orin sekarang Marcel sudah tidak sekaku awal pertemuan mereka. Bahkan sekarang Marcel sudah pandai merayunya dan contohnya tadi. Begitu pula dengan Orin, meskipun sudah beberapa kali Marcel mengatakan hal-hal manis padanya tetapi gadis itu masih saja tersipu bahkan pipinya juga merona karena malu.
"Pak Marcel sudah punya rekomendasi tempat yang bagus?" Tanyanya disela-sela sarapannya.
"Aku mendapat beberapa rekomendasi gedung dari beberapa teman-temanku. Bagaimana denganmu apa ada tempat yang kamu inginkan?"
"Tidak ada, untuk tempat aku serahkan saja pada Pak Marcel. Aku pusing pak!"
"Mau berangkat sekarang saja?" Tanya Orin setelah dia menyelesaikan sarapannya.
"Boleh, pamit dulu sama mommy Retha!"
Akhirnya mereka pun pamit untuk melihat-lihat gedung pernikahan mereka. Mereka memasuki mobil dengan Marcel sebagai sopir.
"Kita akan kemana terlebih dahulu?" Tanya Orin ketika mobil yang mereka tumpangi mulai meninggalkan pelataran rumah mewah itu. Beberapa waktu lalu Daddy Arga menyarankan jika mereka bisa menyelenggarakan resepsi dihalaman rumah mereka saja tapi tentu saja Marcel menolak itu semua dengan halus sebab pernikahan ini adalah tanggung jawabnya sebagai mempelai pria.
"Aku tidak tahu pak, memang ada berapa tempat yang teman-teman pak Marcel rekomendasikan?"
Marcel tampak berpikir mengingat-ingat beberapa tempat yang sudah teman-temannya rekomendasikan.
"Emm mereka bilang kita bisa ke Yudistira Grand Ballroom Patrajasa tempatnya di Kuningan Timur, Jakarta Selatan. Lalu kita bisa juga ke Grand Ballroom LIPI atau ke BRP Sovereign Plaza Ballroom."
__ADS_1
"Kalau begitu kita ke tempat yang paling dekat saja terlebih dahulu!"
"Siap sayang!" Jawab Marcel dimana membuat Orin merona hanya dengan sebutan 'sayang' yang memang jarang Marcel ucapkan.
Mereka pun kembali melanjutkan perjalanan menuju ke salah satu tempat yang sudah Marcel sebutkan tadi. Setelah menempuh perjalanan cukup lama akhirnya mereka pun sampai. Disana mereka sudah ditunggu oleh penanggung jawab dari tempat itu. Setelah dirasa cukup mereka pun kembali melanjutkan perjalanan ke tempat selanjutnya.
Ketika matahari sudah hampir tenggelam barulah mereka menentukan tempat dimana mereka akan melangsungkan resepsi pernikahan yaitu di Yudistira Grand Ballroom Patrajasa. Untuk hal ini Marcel harus merogoh kocek agak dalam yaitu sebesar hampir tiga ratus lima puluh juta untuk biaya sewa dan dekorasi. Bukan tanpa sebab juga mereka memilih tempat tersebut karena tempatnya yang luas mampu untuk menampung seluruh tamu undangan yang hampir seribu orang itu.
"Emm bagaimana mau makan malam dimana?" Tanya Marcel memecahkan keheningan diantara mereka berdua.
"Hmm bagaimana kalau kita buat makan malam sendiri saja?"
"Memasak sendiri?" Tanya Marcel memastikan ucapan Orin dan dibalas anggukan oleh Orin.
"Jadi seperti ini karena sebentar lagi kita akan menikah dan aku belum bisa memasak apapun jadi aku akan mulai belajar memasak dari sekarang!" Ucapnya sambil menundukkan kepalanya, Orin merasa sedikit malu pada Marcel. Dirinya sebagai perempuan apalagi sebentar lagi akan menyandang gelar istri tapi belum mampu untuk memasak apapun. Sebagai calon istri sebenarnya dia merasa belum pantas.
"Hey Orin sayang dengarkan aku. Aku memilihmu untuk menjadi istri bukan asisten rumah tangga. Memasak dan hal-hal lain urusan rumah tangga lainnya seperti itu kita bisa meminta pelayan untuk melakukannya!"
"Tapi...!"
"Tapi apa hem? Jika memang kamu masih ingin belajar menjadi istri yang baik aku tidak keberatan. Apapun tentang kekuranganmu tidak menjadikanku sebagai beban. Kita belajar bersama-sama untuk menjadi suami dan istri yang baik."
Orin pun tersenyum, dia merasa sangat beruntung memiliki Marcel disisinya. Cara berpikir Marcel yang dewasa dan mampu menenangkannya.
"Kalau begitu lebih baik kita membeli bahan makanan terlebih dahulu setelah itu kita akan memasak di rumahku, bagaimana?"
"Setuju!" Jawab Orin dengan antusias. Marcel pun mengarahkan mobilnya menuju ke supermarket yang tidak terlalu jauh dengan rumahnya. Hari ini mereka memtuskan untuk memasak ayam kecap. Sederhana untuk pemula seperti Orin. Setelah selesai berbelanja Marcel segera kembali mengendarai mobilnya menuju rumah yang selama ini dia tempati. Rumah yang akan ditempati juga oleh keluarga kecilnya kelak.
"Gimana gue nggak jatuh cinta banget sama pak Marcel, ini orang tuh paket lengkap banget sih! Udah ganteng, kaya, baik, pengertian, dewasa kurang apalagi coba!" Batin Orin ketika melihat Marcel membukakan pintu mobil untuknya karena mereka sudah sampai di rumah Marcel.
__ADS_1