Istri Tuan Arga

Istri Tuan Arga
83


__ADS_3

Kemudian perlahan Retha mulai memasukkan ikan tersebut ke dalam mulutnya.


"Uhuk...!"


"Ternyata rasanya seburuk penampilannya, kau tidak niat membuatnya ya?" Tanya Retha dengan ketus.


"Aku niat memang saja tadi sedikit gosong aku lupa membalik ikannya. Iya sudah aku mau mandi dulu!"


"Eits... tidak cepat antarkan aku ke restoran Italia sekarang, moodku tiba-tiba hilang melihat ikan gosongmu ini!"


"Nanti aku mau mandi dulu sayang!"


"Tidak perlu, ayo..." Retha pun menarik tangan Arga untuk ikut dengannya.


"Dasar bumil mau menang sendiri!" Gerutu Arga sembari masuk ke dalam mobil.


Setelah melewati perjalananalanan yang cukup panjang karena hari ini weekend mereka pun sampai di restoran Italia sesuai permintaan Retha.


"Selamat siang tuan dan nyonya, mau pesan apa?" Tanya salah satu waiters yang ada di restoran tersebut.


"Kau mau pesan apa sayang?" Tanya Arga pada istrinya itu.


"Emm pasta carbonara dan tiramisu minumnya vanilla latte saja!"


"Tuan mau pesan apa?"


"Samakan saja!"


"Baik silahkan ditunggu tuan dan nyonya!"


Setelah memesan makanan tersebut Retha pergi ke toilet terlebih dahulu.


"Sayang aku ke toilet sebentar."


"Mau diantar?"


"Tidak perlu."


Setelah kepergian Retha, tampak seorang wanita masuk ke dalam restoran tersebut. Wanita tersebut mengedarkan pandangannya mencari tempat yang kosong. Namun tanpa disengaja matanya menangkap sesuatu yang membuatnya senang.

__ADS_1


"Hey Arga kan?" Tanya wanita tersebut setelah menghampiri Arga.


"Megan?" Tanya Arga balik pada wanita tersebut.


"Wah setelah lama tidak bertemu kau tambah tampan saja!" Ucap wanita yang ternyata bernama Megan itu.


"Haha kau bisa saja!"


Megan pun langsung duduk di depan Arga tanpa dipersilahkan dan membuat Arga sedikit terkejut.


"Bagaimana sekarang kau kerja dimana?" Tanya Megan.


"Hanya bekerja di perusahaan keluarga."


"CEO muda?" Arga pun hanya mengangguk kepalanya.


Tak lama kemudian Retha muncul dari toilet. Dia tampak terkejut melihat Arga sedang berbincang-bincang dengan seorang wanita yang tampak anggun dan elegan itu.


"Sayang sudah selesai?" Tanya Arga saat Retha tiba. Retha tampak menatap tajam pada wanita tersebut.


"Oh iya kenalkan ini Megan teman kuliahku dulu dan Megan ini istriku!"


"Baiklah kalau begitu aku pergi dulu, sudah ada janji dengan klien." Megan pun mengundurkan diri dari hadapan Arga dan Retha.


Setelah kepergian Megan, Arga pun bisa bernafas lega. Pasalnya dia berbohong jika Megan hanya temannya, karena pada zaman kuliah dahulu mereka sempat menjalin hubungan.


"Kalian janjian bertemu disini?" Tanya Retha dengan sinis.


"Mana mungkin kau ini asal menuduh saja!" Geurutu Arga.


Tak lama kemudian makanan yang mereka pesan pun sampai. Mereka pun menyantap dengan cepat karena memang sudah sangat lapar karena sedari pagi belum makan. Selesai makan mereka memutuskan untuk pulang dan beristirahat.


*********


Kini usia kandungan Retha sudah menginjak enam bulan dan mereka sudah melakukan USG di dokter kandungan yang khusus menangani Retha. Setelah melakukan USG mereka bisa melihat anak yang ada dikandungan Retha yang ternyata adalah perempuan.


Hari ini seperti hari-hari biasanya, Arga bekerja di perusahaan sedangkan Retha akan melakukan senam hamil bersama ibu-ibu hamil lainnya.


"Sayang nanti setelah senam aku mau pergi ke panti asuhan, boleh kan?" Tanya Retha disela-sela acara sarapan mereka.

__ADS_1


"Boleh sayang nanti kalau aku ada waktu aku akan menyusul."


"Terimakasih."


Setelah itu Arga pergi meninggalkan rumah untuk bekerja. Tak lama kemudian Retha juga keluar untuk melakukan senam hamil. Retha pun berangkat dengan pak Yuda sang sopir dan juga pak Alex penjaga khusus Retha. Semenjak kejadian kecelakaan Retha dulu Arga lebih protektif lagi terhadap Retha. Dia tidak akan membiarkan Retha pergi keluar sendirian.


Selesai melakukan senam hamil Retha segera bergegas menuju panti asuhan. Sebelum itu Retha menyempatkan untuk pergi ke supermarket terlebih dahulu guna membeli beberapa makan untuk anak panti.


Setelah selesai berbelanja mereka menuju ke panti asuhan. Tak lama kemudian mereka sampai.


"Pak tolong dibawakan semua kantung belanjaannya?"


"Baik Nyonya muda." Ucap mereka serempak.


Mereka pun berjalan memasuki area panti, tampak sekarang suasana lebih ramai daripada waktu itu. Sekarang lebih banyak anak yang tinggal dipanti tersebut membuat Bu Ririn lebih kerepotan.


"Bu Ririn?" Sapa Retha sambil menghampiri Bu Ririn yang sedang menyuapi seorang anak laki-laki yang berusia sekitar satu tahun itu.


"Ya ampun Retha, kenapa tidak bilang-bilang terlebih dahulu jika akan kesini?"


"Tidak Bu saya sengaja membuat sedikit kejutan!" Ucap Retha sambil menaikkan sebelah alisnya.


"Dan ibu terkejut!" Mereka pun tertawa bersama-sama.


"Ini Noel Bu?" Tanya Retha ketika melihat bocah tampan yang sedikit kurus itu.


"Iya Re sekarang dia sudah bisa berjalan."


"Wah cepat sekali ya pertumbuhannya!" Kata Retha sambil mencium bocah kecil itu.


"Kok pipi gembulnya hilang?" Tanya Retha sambil mengawasi Noel yang lebih kurusan dari waktu bayi.


"Iya Re Noel baru saja sembuh!"


Retha pun tampak kasian melihat tubuh Noel yang sedikit kecil itu. Muncul suatu ide dalam pikiran Retha.


**Maaf ya semua baru sempet up ceritanya karena author sedang tidak enak badan!


Kira-kira apa ya idenya Retha? Ada yang tahu 🤔

__ADS_1


__ADS_2