Menikah Karena Perjodohan

Menikah Karena Perjodohan
kalah sebelum berperang


__ADS_3

seusai berkunjung kerumah lilia, keluarga adhitama pulang untuk beristirahat karena memang waktu yang sudah menunjukkan tengah malam


mereka berjalan beriringan menuju rumah keluarga adhitama. Tiba-tiba saja bagaskara menghentikan langkahnya


"mah, yah aku ada urusan di luar" ucap bagaskara meminta izin pada kedua orang tuanya


hafizhan, nyonya yolanda dan tuan johan berbalik menatap bagaskara "malam seperti ini? " tanya nyonya yolanda


bagaskara mengangguk "iya mah"


"ya sudah, cepat pulang kalau sudah selesai dengan urusanmu" pinta nyonya yolanda


bagaskara mengangguk "iya mah"


sopir keluarga adhitama memberikan kunci mobil pada bagaskara


bagaskara berkendara dengan cepat karena jalanan yang begitu sepi karena memang sudah pukul 12 lewat "bagaimana bisa kau membuat hatiku hancur berkeping-keping sebelum aku berusaha mengejar mu" gumam bagaskara melihat jalanan " kau bahkan tak memberikan sela padaku untuk mendekatimu" tambah bagaskara memukul-mukul setirnya


satu jam berkendara bagaskara sampai di sebuah pantai yang cukup sepi karena memang ini yang masih jam 1 dini hari


bagaskara keluar dari mobilnya dengan langkah tertatih menuju bibir pantai "aaaaaaaaaahhhhhh! "


teriak bagaskara menyalurkan kegundahan hatinya


"kenapa selalu kau zhan, selalu dirimu yang mendapatkan segalanya dengan mudah. sedangkan aku harus bekerja keras untuk mendapatkan keinginanku" tangis bagaskara pun pecah


"keluarga, pendidikan bahkan cinta" bagaskara menendang pasir di hadapannya "selalu kau yang mendapatkannya" gumam bagaskara dengan isak tangisnya


"aku mendapatkan keluarga karena belas kasihmu. pendidikan mu berjalan dengan lancar tapi aku selalu kesulitan untuk menjalaninya" gumam bagaskara terduduk di lantai


bagaskara mengingat pertemuan pertamanya dengan lilia saat di kampus "saat itu aku jatuh hati pada seorang wanita untuk pertama kalinya " bagaskara terkekeh membayangkan kejadian 3 tahun lalu " dia sangat cantik, berpakaian kemeja putih, rok hitam dan kuncit dua mu" air mata bagaskara makin berjatuhan membasahi pipinya


"aku terlalu takut mendekatimu lilia, tapi kau hafizhan dengan mudahnya menjadikan orang yang paling aku cintai sebagai seorang istri" gumam bagaskara


"aku yang lebih dulu bertemu dengannya, aku yang lebih dulu jatuh hati padanya. tapi kenapa?!" teriak bagaskara "kenapa dia jadi milikmu. aku sangat mencintainya, sangat-sangat" keluh bagaskara


bagaskara memandangi langit malam di pantai dengan tatapan kosong, memandangi bintang yang bertaburan di sana


bagaskara sangat menyesal dengan rasa percaya dirinya yang jauh di bawah kata cukup" andai aku berani mengejar mu, apakah akan berbeda? " gumam bagaskara


***


1 tahun kemudian


sekarang hafizhan tinggal di Inggris melanjutkan kuliah di sana sambil bekerja di sebuah perusahaan besar untuk menambah pengalamannya


lilia terlihat selesai berfoto dengan para sahabatnya yang sedang memakai pakaian toga, lalu ia bergegas mengambil ponselnya


"sayang" sapa lilia dari seberang telfon

__ADS_1


"iya sayang, ada apa? " tanya hafizhan


" aku baru selesai acara wisuda" ucap lilia


"wah, kekasihku sudah selesai kuliah? " tanya hafizhan


"lalu kapan kita menikah? " tanya lilia tanpa berbasa-basi


hafizhan menghela nafas "tunggu aku pulang ya, kuliahku belum selesai" ucap hafizhan


"ya sudah, aku ke sana menemanimu ya" pinta lilia


"iya sayang boleh" balas hafizhan


telfon pun berakhir, dan lilia bergegas mengurus kepergiaan nya ke Inggris untuk menyusul hafizhan. awalnya orang tua lilia tak setuju tapi karena lilia yang tak henti merayu akhirnya orang tua lilia mengizinkan lilia menyusul hafizhan


***


"sayang" panggil hafizhan di balik kumpulan orang di bandara yang sedang menunggu penumpang datang


lilia melambaikan tangannya" sayang" binar bahagia terlihat dari wajah lilia saat melihat hafizhan


hafizhan langsung menghambur memeluk lilia " aku sangat merindukanmu" ucap hafizhan


lilia balas memeluk hafizhan erat "aku juga sangat merindukanmu" balas lilia


hafizhan memasukkan koper lilia ke dalam bagasi dan bergegas masuk mobil menyusul lilia yang sudah menunggu di sana


"lama ya" tanya hafizhan duduk di kursi kemudi


lilia menggeleng " tidak" balas lilia


hafizhan menghela nafas melihat lilia dan mendekat "kebiasaan sekali kamu, gak langsung memakai sabuk pengaman mu" gumam hafizhan memakaikan sabuk pengaman pada lilia


lilia tersenyum " maaf sayang" ucap lilia menggenggam tangan hafizhan "lagian kan ada kamu" ucap lilia


hafizhan gemas melihat lilia dan menyentil hidung mancung kekasihnya itu "itu kan kalau kau sedang bersamaku, kalau saat aku tak ada, bagaimana? " tanya hafizhan


"makanya kita, menikah ya" pinta lilia


"lilia" tatap hafizhan dan wajah mengiba " ku mohon bersabarlah, setelah urusanku selesai di Inggris kita akan menikah" ucap hafizhan


lilia menunduk "maaf zhan, aku cuma teringat ucapan mu yang akan menikahi ku setelah aku lulus kuliah" ucap lilia


hafizhan menggenggam erat tangan lilia "aku pasti akan menikahi mu, aku janji" ucap hafizhan


hafizhan segera menghidupkan mesin mobilnya, dan membawanya dengan kecepatan rendah "oh ya, apa kau ada rencana berkuliah di sini" tanya hafizhan


lilia mencebikkan bibirnya " belum tahu, aku ingin istirahat dulu dan menikah denganmu baru aku pikirkan lagi untuk lanjut kuliah atau tidak" ucap lilia

__ADS_1


hafizhan mengangguk pelan " terserah kau saja, lagian setelah urusanku selesai disini aku juga akan pulang ke Indonesia " ucap hafizhan


"zhan" panggil lilia


"hmmm" balas hafizhan tetap fokus melihat jalanan


"bagaimana kalau kita daftarkan pernikahan kita dulu, soal resepsi nanti saja" pinta lilia


mata hafizhan membelalak "tidak bisa lilia, aku sudah berjanji akan memberikan pernikahan yang megah untukmu jadi sabar ya" ucap hafizhan mengusap kepala lilia


ada rasa kecewa terlihat jelas di wajah lilia


" hmmmm, baiklah" balas lilia


"kau akan disini berapa lama, sayang? " tanya hafizhan berusaha mengalihkan pembicaraan


lilia mengedikkan bahunya " entah lah" balas lilia


***


30 menit perjalanan mereka sampai di apartemen hafizhan, yang terletak di ibukota Inggris


"sayang nih minum dulu" hafizhan memberikan minum untuk lilia


lilia menerima gelas yang diberikan hafizhan untuknya " Terima kasih"


hafizhan memasukkan baju lilia ke dalam lemari


"apa kau harus kembali ke kampus? " tanya lilia di tengah ke sibukkan hafizhan


selesai menyimpan baju lilia, hafizhan menyimpan koper lilia, dan menghampirinya " maaf lilia, aku ada tugas kuliah hari ini" ucap hafizhan


"hmmmm ku pikir kau merindukanku" ucap lilia memasukkan bibirnya kesal


hafizhan memeluk lilia" tentu saja aku merindukanmu tapi ada hal yang tetap harus aku kerjakan sayang " ucap hafizhan


lilia melonggarkan pelukannya dan tersenyum pada hafizhan "ya sudah tak apa" ucap lilia


hafizhan mengecup kening lilia cukup lama


"Terima kasih sayang" ucap hafizhan


"cup" lilia mengecup bibir hafizhan lembut" iya sayang"


lilia mengantarkan hafizhan sampai pintu apartemen "Hati-hati sayang" ucap lilia melambaikan tangannya mengantarkan kepergian hafizhan


lilia masuk ke dalam apartemen untuk membuat kopi, dan membawanya menuju balkon apartemen hafizhan


"ternyata aku masih jadi nomor yang kesekian untukmu" gumam lilia menyeruput kopinya

__ADS_1


__ADS_2