Menikah Karena Perjodohan

Menikah Karena Perjodohan
kabar bahagia


__ADS_3

assalamu'alaikum para pembaca setia " Menikah karena perjodohan"


perkenalkan nama saya nerissa ningrum. kali ini nerissa mau mohon maaf yang sebesar-besarnya sama kalian semua karena nerissa yang sudah lama gak update 🙏🙏🙏


alasannya karena nerissa sakit cukup lama. dokter nyaranin nerissa yang harus istirahat total dan tidak boleh capek. tapi memang sih sewaktu nerissa capek pasti langsung lemes dan gak bisa apa-apa. jadi kemarin nerissa putusin konsentrasi ke penyembuhan dan rutin berobat ke dokter.


nah alhamdulillah sekarang nerissa sudah membaik, jadi bisa lanjut nulis lagi. nerissa sudah kangen sekali nulis . semoga nerissa bisa update tiap hari ya semua🤲


semoga menikmati ceritanya ya☺


****


virza menjalankan mobilnya dengan perlahan dan senyum mengembang yang terpampang jelas di wajahnya. sesampainya di kediaman virza dan kaila


virza menggandeng tangan kaila erat dan sangat berhati-hati, mereka berjalan dengan hati-hati juga perlahan seolah kaila itu adalah benda yang mudah retak dan pecah sehingga harus di jaga dengan sangat berhati-hati


virza berjalan dengan senyum mengembang yang di pandangi heran oleh para pelayan di rumahnya. kaila yang melihat senyum mengembang virza malah justru sangat kesal " mas kaila itu hamil bukannya gak bisa jalan mas, kaila sudah kaya nenek-nenek yang minta bantuan buat nyeberang tau gak" ucap kaila mengerucutkan bibirnya kesal saat virza menggenggam tangannya dan berjalan sangat pelan tak kunjung sampai pintu padahal mereka sudah 15 menit sampai halaman depan


virza tak memperdulikan kaila yang sedang kesal "apa perlu mas gendong kamu? biar kita cepat sampai" tanya virza tanpa rasa bersalah dan senyum yang masih begitu merekah di bibirnya


kaila menghela nafas kasar "plak" kaila yang sudah tak tahan memukul lengan virza, melepas tangannya dari genggaman virza agar berjalan lebih cepat memasuki rumahnya


"aaww" virza mengelus lengannya yang sakit akibat pukulan kaila" jangan cepet-cepet sayang" teriak virza cemas dan mengejar langkah kaila


kaila berhenti, lalu berbalik menatap tajam virza


"mas! kaila itu lagi hamil, bukan pasien rawat jalan atau pasien terapi yang harus di tuntun hati-hati gitu!" teriak kaila sambil berkacak pinggang

__ADS_1


virza tersenyum lembut " biarin kali ini mas perhatian ke kamu ya kai. kan waktu dulu kamu hamil zian mas gak ada. gak bantu kamu ataupun ngurus kamu" ucap virza yang awalnya tersenyum tapi sedetik kemudian berubah sendu dengan mata berkaca-kaca kala mengingat dirinya yang tahu sudah memiliki anak, dan bertemu zian anaknya yang sudah besar


virza menggenggam tangan kaila erat, menarik kaila dalam pelukannya, mengusap punggung kaila lembut "maafin mas ya sayang"


kaila bingung dengan ucapan virza tapi tetap membalas pelukan suaminya " kaila gak marah kok mas, kaila cuma sedikit risih aja karena mas terlalu berlebihan memperlakukan kaila" balas kaila merasa bersalah melihat sikap virza


membayangkan kejadian lalu virza tak sanggup lagi menahan tangis, sehingga air matanya terjun bebas dari sudut matanya " maafin mas kai, maaf, mas hanya merasa menyesal kehilangan momen kehamilan kamu dulu, mas cuma mau menebus itu semua" ucap virza mempererat pelukannya


kaila yang mulai faham, mengusap punggung virza lembut mencoba menenangkan " anak kita memang sudah besar, jadi harusnya mas tahu harus apa dan bagaimana? tapi perlu kamu tahu kalau mas benar-benar gak tahu harus apa? kamu tahu betul kalau mas benar-benar awam mengurus istri yang sedang hamil" jelas virza dengan suara terisak


virza melonggarkan pelukannya, menangkup pipi kaila dengan kedua tangannya, menatap kaila dengan lekat " ajari mas yang gak tahu apa-apa ini. ingatkan mas jika mas salah. marahi jika perlu kalau kamu tak suka dengan perlakuan mas kepadamu. mas benar-benar pengen membantumu selama kehamilan mu ini" virza mengelus perut rata kaila dan mengecupnya cukup lama


virza beranjak, menatap kaila dalam lalu mengecup bibir kaila cukup lama dan penuh penghayatan " I Love you. dan Terima kasih memberikan mas kebahagian yang begitu banya di hidup mas" ucap virza


"I love you more" kaila mengangkat tangannya meraih pipi virza, mengusap air mata yang membasahi pipi suaminya itu " kaila pasti akan selalu mengingatkan mas. dan pasti bakal marahin mas kalau mas nyebelin" ucap kaila terkekeh membayangkan bagaimana saat ia memarahi virza


kaila merubah mode wajahnya menjadi lebih serius "maafin kai ya mas yang gak paham kalau mas virza cuma mau menebus waktu yang pernah hilang. maafin kaila juga yang gak memberi kesempatan sama mas untuk tahu perkembangan anak kita dulu" ucap kaila merasa bersalah


"sudah mas, itu dulu dan sudah lewat, lebih baik yang kita fikirkan sekarang dan masa depan" ucap kaila tersenyum


para pelayan yang melihat interaksi majikannya itu hanya bisa senyum-senyum sendiri dan menangis haru melihat kedua majikannya yang begitu romantis dan saling mencintai


virza kembali mengusap sisa air matanya, juga air mata kaila "ya udah kai, yuk masuk. pasti kamu sudah capek" ajak virza menggandeng tangan kaila


kaila dan virza memasuki kamar dengan bergandengan tangan. mereka memutuskan membersihkan diri sebelum tidur. sesudah membersihkan diri dan berganti pakaian tidur.


virza tengah membaca buku sedangkan kaila berbaring dengan bersandar di bahu suaminya sambil mengelus dada bidang suaminya dengan manja" mas" panggil kaila lembut

__ADS_1


"hmmm" balas virza sambil mengelus rambut kaila dengan tetap membaca buku


kaila tanpak berfikir "gara-gara pembahasan kita tadi, kaila jadi sempet mikir sesuatu" ucap kaila seolah meminta persetujuan virza untuk melanjutkan pembicaraannya


"mikir apa? " balas virza masih melanjutkan membaca


"ini andai ya mas" kata kaila


" iya" balas virza


" kalau misalnya mas itu kaya zian dulu, yang baru tahu ayahnya siapa setelah sekian lama, sikap mas gimana?" tanya kaila


virza menutup bukunya, membenarkan posinya untuk duduk menghadap kaila "kenapa tanya gitu? " tanya virza penasaran


"ih jawab dulu kali mas" rengek kaila


virza menghela nafas " mas sih gak tahu, tapi kalau mungkin itu terjadi, mas harus tahu alasannya apa? baru bisa komentar" balas virza


" berarti kalau alasannya masuk akal mas gak marah " balas kaila semangat


" mungkin" balas virza sedikit heran dengan tingkah kaila


"kamu nyembunyiin seseuatu dari mas ya" tanya virza menangkap ada yang aneh dari kaila


kaila mulai gugup " apaan sih mas" ucap kaila merebahkan tubuhnya di ranjang " kaila ngantuk ah, tidur dulu" ucap kaila mencoba menghindari pertanyaan virza


"kenapa kau seperti menyembunyikan sesuatu dariku" batin virza melihat kaila yang memejamkan mata

__ADS_1


"maafin kaila mas, kaila hanya gak mau mas sedih, sebenarnya mas mau kasih tahu tapi bagaimana caranya? " batin kaila


mereka pun terbang ke alam mimpi seolah ingin mencari jawaban disana


__ADS_2