
lilia duduk di tengah ayah hardy dan mama fransiska berhadapan dengan hafizhan yang duduk di tengah tuan johan dan yolanda. sedangkan bagaskara duduk di sofa samping
"aku gak nyangka loh kak kalau kita bakal jadi besan" ucap ayah hardy pada tuan johan
tuan johan tersenyum " aku juga gak nyangka kalau kita akan jadi satu keluarga" balas tuan johan
"aku tuh baru tahu kalau hafizhan itu anak kamu loh kak, yang aku tahu dia cuma karyawan mu, eh gak tahunya dia juga anak pemilik perusahaan tempatnya bekerja " kekeh ayah hardy
tuan johan mengangkat sebelah alisnya
" karyawan" gumam tuan johan bingung dengan ucapan ayah hardy
ayah hardy mengangkat sebelah alisnya melihat respon tuan johan "iya, dia karyawan yang bertanggung jawab ngurus kerjasama perusahaan kita " balas ayah hardy sedikit terbata
hafizhan memaksakan senyum canggungnya pada tuan johan "kamu kerja di perusahaan ayah? " tanya tuan johan menatap tajam hafizhan
ayah hardy menatap heran raut wajah kebingungan tuan johan " kakak gak tahu? " tanya ayah hardy yang dijawab gelengan tuan johan
"maaf yah, Hafizhandi minta magang di sebuah perusahaan. hafizhan kerja di perusahaan ayah hanya ingin ada pengalaman kerja di tempat ayah" ucap hafizhan lirih
tuan johan menghela nafas panjang "kenapa kamu gak kasih tahu ayah? " tanya tuan johan
hafizhan tersenyum "hafizhan cuma gak pengen di bedain yah, nanti hafizhan malah diistimewakan dan hafizhan gak mau itu yah" ucap hafizhan
tuan johan menghela nafas lagi " sejak kapan kau bekerja? tanya tuan johan
hafizhan tampak berfikir "sekarang tahun ke 2 yah" balas hafizhan
tuan johan tersenyum "bagus kalau gitu, ayah gak perlu repot-repot lagi melatih mu di perusahaan dan nanti kau bisa langsung membantu ayah di perusahaan " ucap tuan johan
"pantas saja kamu selalu pulang malam, padahal setahu mama kamu gak punya teman atau pun pacar" ucap nyonya yolanda menyindir hafizhan
"tapi ternyata kamu sudah punya kekasih tanpa mama dan keluargamu yang lain tahu" tambah nyonya yolanda tersenyum
"hehehe, maaf ya ma. hafizhan cuma malu kalau mau cerita sama mama " kekeh hafizhan
__ADS_1
ayah hardy tersenyum melihat interaksi calon besannya yang menurutnya terlihat harmonis "oh ya kak, itu anak pertamamu ya? " tunjuk ayah hardy dengan lirikannya menatap bagaskara
tuan johan mengangguk " iya hardy, itu bagaskara kakaknya hafizhan. dia 2 tahun jauh lebih tua dari hafizhan " ucap tuan johan tersenyum ramah
ayah hardy tersenyum ramah pada bagaskara
"kalau dia kakaknya hafizhan berarti dia sudah mulai membantumu di perusahaan ya? soalnya hafizhan kan sudah menyelesaikan S1 nya berarti kakak nya pasti sudah duluan " ucap ayah hardy tersenyum
tuan johan melirik hafizhan dan bagas secara bergantian dan menghela nafas panjang
" bagaskara masih nyusun skripsi dy, jadi belum terjun ke perusahaan, kalau hafizhan emang anak yang pintar jadi dia sudah lebih dulu selesai kuliah ketimbang kakaknya" balas tuan johan
tuan johan mengangkat sebelah alisnya" tapi, ngomong-ngomong kau tahu dari mana kalau hafizhan sudah selesai kuliah? kan acara wisudanya belum dilaksanakan" tanya tuan johan penasaran
" minggu kemarin kan hafizhan jemput lilia ke rumah untuk menemaninya sidang skripsi. jadi aku dan mamanya lilia tahu " balas ayah hardy
nyonya yolanda melihat raut wajah tak suka dari suaminya yang tak di sadari oleh keluarga lilia
"sudah-sudah, kenapa malah pada bahas anak-anak ku. tujuan kita ke sini kan lilia" ucap nyonya yolanda
lilia menunduk dengan wajah merah bagai tomat "ah tidak tante, saya biasa saja" balas lilia tersipu malu
nyonya yolanda tersenyum "enggak lilia, kamu memang cantik. iya kan hafizhan dan bagaskara? " tanya nyonya yolanda menatap putra-putranya secara bergantian
mereka berdua mengangguk bersamaan "iya mah lilia memang cantik, sangat cantik" lilia tambah tersipu mendengar jawaban hafizhan
bagaskara tersenyum manis melihat wajah lilia yang tersipu "kau memang sangat cantik, dan paling cantik" batin bagaskara
"kalian sejak kapan kenal? " tanya mama lilia. sebenarnya mama lilia sudah tahu sejak kapan hafizhan dan lilia saling kenal karena lilia yang selalu menceritakan hal yang di alaminya pada mamanya
"belum terlalu lama kok mah, baru beberapa bulan yang lalu" jawab lilia tersenyum
"kalau boleh tahu? siapa duluan yang mulai kedekatan kalian? " tanya nyonya yolanda menatap hafizhan lilia secara bergantian
"mulai ya tan" gumam lilia gugup mendapat pertanyaan nyonya yolanda
__ADS_1
hafizhan tersenyum melihat kegugupan lilia yang menurutnya lucu dan menggemaskan
"itu aku mah, aku langsung suka padanya saat pertama kali kita bertemu" ucap hafizhan yang mendapat tatapan bingung lilia
nyonya yolanda semangat ingin tahu diikuti tatapan ingin tahu dari keluarganya yang lain
hafizhan tersenyum melihat tatapan keluarganya dan keluarga lilia
"waktu pertama kali aku melihat lilia" hafizhan tampak berfikir" saat dia sedang menolak cinta seseorang dan dia berkali kali meminta maaf karena menolak pria itu"
hafizhan terkekeh "aku merasa itu sangat lucu dan saat pria itu pergi, Tiba-tiba angin bertiup dengan kencang membuat pakaian dan rambut lilia acak-acakan tapi entah kenapa walaupun dia berantakan dan terlihat kusut tapi tetap saja lilia terlihat cantik, sangat cantik" ucap hafizhan tersenyum membayangkan kala itu
"wah cinta pandangan pertama rupanya" gumam mama lilia
"iya tante" balas hafizhan
"dan karena itu kau langsung mengejarnya" tanya nyonya yolanda
lilia mulai gugup dan itu tak luput dari pandangan hafizhan " mmmmm sebenarnya bukannya aku langsung mengejar lilia sih, tapi lebih ke keadaan menciptakan pertemuan demi pertemuan yang kita alami dan aku hanya memanfaatkannya dengan baik saja" balas hafizhan tersenyum
"oh ya hardy, kau sudah tahu kan rencana hafizhan untuk kuliah di Inggris? " tanya tuan johan
ayah hardy mengangguk "sudah, lilia sudah menyampaikannya padaku" balas ayah hardy
"karena kau sudah tahu jadi langsung saja ya? hari ini anak kita bertunangan dan untuk tanggal pernikahan mereka di tetapkan saat hafizhan menyelesaikan pendidikannya di Inggris. bagaimana hardy apa kau setuju? " tanya tuan johan
"baiklah. tapi aku minta sebuah syarat pada anakmu! " ucap ayah hardy menatap tajam hafizhan
"apa om? " tanya hafizhan
"selama kau di luar negeri harus setia pada anakku, dan harus menepati janji pernikahan ini sesuai batas waktu. kalau sampai kau melanggarnya akan ku buat kau tidak pernah bertemu putriku lagi" ucap ayah hardy
"baik om, saya janji" ucap hafizhan mantap
bagaskara menghela nafas panjang " kenapa harus kehilangannya di depan mataku" batin bagaskara mencuri pandang pada lilia yang tersenyum "rasanya begitu menyesakkkan melihat senyummu ini, senyummu untuk pria lain" batin bagaskara
__ADS_1