Menikah Karena Perjodohan

Menikah Karena Perjodohan
Pernikahan Rafasya (season 2)


__ADS_3

***


Ningrum membantu persiapan pernikahan rafasya dengan semangat dan memilihkan banyak gaun pernikahan untuk bisa Mila pilih


ningrum menghampiri Mila yang sedang dirias “gimana mba sudah selesai belum make upnya?” Tanya ningrum pada perias yang merias wajah Mila


“bentar lagi nona, ini tinggal finishing kok” balas jasa perias yang tengah memoles wajah Mila


“kamu cantik banget loh mil” ucap ningrum melirik tampilan mila dari balik cermin


“terima kasih, ini juga berkat kamu yang kasih perias dan pakaian mahal untukku” balas Mila tersenyum puas dengan apa yang di siapkan Ningrum


“ini gak mahal kok mil, ini gak ada apa-apanya di banding kamu yang bisa membuat kak rafasya maafin aku” balas ningrum berterima kasih pada Mila


mila melirik Ningrum dari balik cermin “rafasya bisa maafin kamu itu bukan karena aku, tapi karena memang dia adalah orang baik dan dia sayang sama kamu” balas mila


Ningrum menautkan kedua alisnya “sayang aku?” Tanya ningrum


Mila tersenyum pada ningrum yang seolah paham apa yang dipikirkan Ningrum “sayang pada adiknya” balas mila


ningrum terkekeh dan bernafas lega “iya juga, kita kan tumbuh bersama dari kecil” tambah ningrum


“oh ya, kak rafasya juga nyiapin kejutan besar untukmu” tambah ningrum


“kejutan?” Tanya mila


“nona sudah selesai” ucap perias wajah mila yang sudah selesai merias wajah Mila


“ya sudah mba, tunggu di luar ya” ucap ningrum pada sang perias


“iya nona” sang perias berjalan keluar ruangan meninggalkan Mila dan Ningrum


Mila menoleh “kamu bilang rafasya bikin kejutan untukku, kejutan apa?”Tanya mila penasaran


“bentar lagi kamu juga tahu” balas ningrum tersenyum pada MIla


Ningrum membawa mila ke suatu ruangan yang  bernuansa terang dan dipenuhi banyak hiasan serta cahaya “kita ngapain disini rum? acara pernikahannya kan masih sejam lagi” mila melirik kondisi sekitar “kamu gak pengen culik aku kan?” Tanya mila yang sedikit gugup


Ningrum tertawa lantang “hahahaha, kamu ada-ada saja” ucap ningrum

__ADS_1


“mila” panggil seorang wanita paruh baya


“deg” jantung mila seakan berhenti berdetak mendengar suara yang sudah lama tak ia dengar itu tapi cukup familiar di indera pendengarannya


Mila menoleh dengan langkah perlahan “ibu” gumam mila melihat ibu Renata andara, ibu kandung mila


Ibu renata berjalan dengan langkah berat memeluk mila erat “anak ibu” ucap ibu renata memeluk mila


Mila diam mematung dengan kehadiran ibunya “maafin ibu ya nak, dari kamu kecil, ibu gak pernah nemenin kamu nak” ucap ibu renata


Tangis mila pecah, pertahanannya seolah runtuh seketika “ibu” panggil mila terisak memeluk erat ibunya yang sudah lama tak ia temui


***


Mila dan ibu renata sedang duduk berhadapan “ibu kesini sendiri?” Tanya mila


“iya nak, suami ibu dan adik-adikmu, meminta ibu datang sendiri agar lebih banyak waktu mengobrol denganmu” balas ibu renata


“mereka gak marah ibu kesini?” Tanya mila


“tentu saja tidak nak” balas ibu renata mengusap kepala mila pelan


“ah mungkin ini salah ibu, kenapa bisa sampai kamu berpikiran seperti itu “ ibu renata memegang tangan mila


“dulu ibu jarang menemuimu bukan takut suami ibu marah, tapi karena takut kamu gak nerima keluarga baru ibu. Waktu kamu diam saja saat ibu bilang akan menikah”ibu renata mengingat saat ia meminta izin menikah lagi pada mila ‘ibu mungkin sedikit egois 2 tahun setelah kepergian ayahmu, ibu jatuh cinta sama suami ibu dan memutuskan menikah tanpa menunggu kau menerimanya sebagai ayah sambungmu” jelas ibu renata


“sudah lah bu, toh selama ini mila juga baik-baik saja” balas mila mencoba tersenyum menenangkan hati ibunya


“kau benar-benar tumbuh jadi anak baik sayang” ibu renata mengusap pipi mila “nenek dan ayahmu pasti bangga dan sangat bahagia melihatmu sekarang” ucap ibu renata


“mila juga berharap mereka bahagia melihat mila yang bahagia bu” ucap mila memegang tangan ibunya yang menyentuh papinya menahannya tetap di sana


Ibu renata memeluk mila erat seolah menyalurkan kerinduan yang selama ini tertahan


“ngomong-ngomong dimana kamu mengenal suamimu?” Tanya ibu renata


“kami mengenal saat kuliah bu” balas mila


“berarti kalian berpacaran lama sekali” balas ibu renata yang berpikir mila dan rafasya berpacaran sejak jaman  kuliah beberapa tahun silam

__ADS_1


“enggak bu, kami ga berpacaran. Dia langsung mengajakku menikah 5 bulan lalu tanpa mengajak berpacaran” balas mila


“wah, langsung mengajakmu menikah?” Tanya ibu renata terkejut


Mila tersenyum mengingat saat rafasya mengajaknya menikah “iya bu, dulu dia mengajakku menikah tapi aku yang memintanya menikah saat itu juga” balas mila


Ibu renata menautkan kedua alisnya “maksudnya?” Tanya ibu renata


“mila itu sudah suka suami mila dari jaman kuliah dulu tapi rafasya dulu sama sekai tidak suka mila. Jadi saat dia mengajak menikah mila. langsung  aja Mila minta nikah saat itu juga, biar dia gak bisa berubah pikiran” kekeh mila mengingat bagaimana ia menikah dengan rafasya


“kamu memang persis seperti ayahmu, orang yang gigih dan tak mudah menyerah” balas ibu renata mengingat mendiang suaminya, ayah Mila


“ceklek” ningrum keluar dari balik pintu “bisa gak ngobrolnya dilanjutin nanti?” Tanya ningrum menunggu reaksi mila dan ibu renata


mila melirik ningrum dengan heran “kenapa memangnya rum?” Tanya mila


“yakan acaranya mau di mulai, kalau pengantin wanitanya gak ada, gimana mau mulai coba?” balas ningrum


“iya rum, aku keluar” balas mila berjalan keluar ruangan


Mila berjalan dengan di gandeng ayah kevin untuk menghampiri rafasya


Rafasya menunggu disana dengan senyum mengembang, menanti mila di dekat podium


Ayah kevin berhenti di hadapan rafasya dan menyerahkan tangan mila pada rafasya “sayangi dan lindungi dia” pesan ayah kevin


rafasya menyambut tangan mila dengan senyum mengembang “baik yah” balas rafasya


“ekhem ekhem” pria di hadapannya berdehem melihat tatapan mata rafasya dan Mila


“sebenarnya aku males jadi MC nikahan orang lain, tapi berhubung kamu teman baik aku sya jadi aku mau deh jadi MC walaupun aslinya aku jomblo” ucap Julian menggunakan Mic membuat gelak tawa para tamu undangan


“oke semua, bisa kita mulai?” Tanya Julian pada para tamu


Julian melirik rafasya dan mila “mau mulai acara apa mau mesra-mesraan dulu?” Tanya Julian dengan nada meledek


Mila tertawa dengan pertanyaan konyol Julian “ya mulai lah, masa mau mainan. Aku nyuruh kamu jadi MC kan biar membantu jalannya acara agar cepet selesai” balas rafasya


Julian memundurkan tubuhnya sampai 45 derajat “idih marah”ledek Julian membuat gelak tawa para tamu undangan keluar lagi dengan mudahnya

__ADS_1


__ADS_2